Exxon Bertekad Capai Nol Emisi Karbon pada 2050
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Exxon Bertekad Capai Nol Emisi Karbon pada 2050
VOA Indonesia - Exxon Bertekad Capai Nol Emisi Karbon pada 2050
Perusahaan minyak dan gas Exxon Mobil Corp pada Selasa (18/1) berjanji untuk mengurangi emisi karbon dari operasinya di seluruh dunia menjadi nol pada 2050, sebuah langkah yang diambil untuk meminimalkan jejak karbon mereka. Rencana Exxon tersebut, pertama kali didengungkan pada tahun lalu mencakup emisi dari produksi minyak, gas, dan kimianya dan dari daya yang dikonsumsi operasi tersebut, yang disebut target cakupan 1 dan 2. Namun mereka tidak membuat komitmen untuk emisi dari konsumen yang menggunakan produk tersebut. "Kami sedang mengembangkan peta jalan yang komprehensif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari aset yang kami operasikan di seluruh dunia," kata Chief Executive Officer Exxon Darren Woods dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Reuters. Pemegang saham produsen minyak terbesar dunia tersebut pada tahun lalu mengganti tiga direkturnya dengan kandidat yang diusulkan oleh dana lindung nilai yang menekan perusahaan untuk meningkatkan pengembalian dan lebih mempersiapkan diri untuk dunia rendah karbon. Sejak itu korporasi telah memulai upaya untuk mengatasi masalah iklim, termasuk mengalokasikan $15 miliar untuk inisiatif emisi selama enam tahun. Pada Desember, Exxon berjanji untuk mencapai nol emisi gas rumah kaca dalam operasinya di ladang serpih Permian Basin AS pada 2030. Exxon dan Chevron berencana untuk meningkatkan produksi pada dekade ini, didukung oleh perkiraan permintaan energi global yang akan meningkat. Chevron pada Oktober lalu berjanji untuk mengubah emisi karbon dari operasi hulunya menjadi nol pada 2050 dan menurunkan intensitas emisi di wilayah operasinya yang lain. Perusahaan tetap berada di belakang produsen energi Eropa yang telah memimpin transisi energi dengan rencana untuk secara perlahan mengurangi produksi minyak dan menambahkan penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga angin dan surya, ke dalam portofolio mereka. Untuk terus meningkatkan produksi minyak dan gas di tengah tekanan iklim, Exxon bertujuan untuk meningkatkan investasi untuk proyek-proyek yang didedikasikan untuk emisi karbon yang lebih rendah. Hal itu termasuk pengembangan teknologi yang saat ini tidak komersial, seperti penangkapan dan penyimpanan karbon, tenaga hidrogen dan biofuel dari alga. [ah/rs]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Ukraina Minta Pemimpin Dunia di Davos Bantu Isolasi Rusia
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:42 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Senin (23/5) kepada para pemimpin dunia dan eksekutif bisnis d...
Komisaris Tinggi HAM PBB Mulai Kunjungan ke China
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet, Senin (23/5) tiba di China, dalam ku...
Biden: Tak Perlu Upaya Ekstra untuk Atasi Cacar Monyet
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB
Amerika memiliki cukup vaksin untuk menangani kemungkinan perebakan wabah cacar monyet dan tidak per...
Biden Ajukan Kerjasama Alternatif Ekonomi dan Pertahanan untuk Asia Pasifik
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB
Presiden AS Joe Biden mengambil posisi tegas pada Tiongkok dalam rangkaian kunjungan ke Korea Selata...
Protes Invasi di Ukraina, Utusan Rusia untuk PBB Mundur 
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB
Seorang diplomat veteran Rusia di kantor PBB di Jenewa, Senin (23/5) mengundurkan diri karena ia "sa...
Mantan Raja Spanyol Kunjungi Putranya di Madrid, Pertama dalam Dua Tahun
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB
Mantan Raja Spanyol Juan Carlos I yang tercemar skandal, mengunjungi Felipe VI, putranya sekaligus r...
Erdogan: Saya tidak akan Berbicara lagi dengan Perdana Menteri Yunani
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ia akan berhenti berbicara dengan Perdana Menteri Yun...
AS: 20 Negara Tawarkan Bantuan Paket Senjata untuk Ukraina
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB
Sebanyak 20 negara telah menawarkan paket bantuan keamanan baru untuk Ukraina guna melawan pasukan R...
Biden Bertemu Pemimpin Negara Aliansi Quad di Tokyo
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB
Presiden Joe Biden, pada Selasa (24/5), bertemu dengan para pemimpin aliansi informal yang dikenal s...
Zimbabwe Memohon untuk Diizinkan Menjual Gading Gajah
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB
Zimbabwe telah meminta dukungan internasional untuk diizinkan menjual stok gading gajah yang mereka ...
InfodariAnda (IdA)