Menlu AS Kunjungi Ukraina, Desak Rusia Redakan Ketegangan di Perbatasan
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Menlu AS Kunjungi Ukraina, Desak Rusia Redakan Ketegangan di Perbatasan
VOA Indonesia - Menlu AS Kunjungi Ukraina, Desak Rusia Redakan Ketegangan di Perbatasan
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Kiev untuk mengadakan pembicaraan hari Rabu dengan para pemimpin Ukraina, sebagai bagian dari apa yang ia sebut “upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan terkait penumpukan militer Rusia yang tidak beralasan di perbatasan Ukraina.” Agenda Blinken di Kiev mencakup pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba, serta mengunjungi personel di Kedutaan Besar AS. “Kita sekarang berada pada tahap di mana Rusia dapat sewaktu-waktu melancarkan serangan ke Ukraina,” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS kepada wartawan dalam pengarahan melalui telepon hari Selasa. Pejabat itu menambahkan bahwa AS terus “bersiap-siap untuk menghadapi hasil berbeda” jika Moskow benar-benar memutuskan untuk mewujudkan agresi militernya lebih jauh terhadap Ukraina. Rusia terus menambah pasukannya dan melontarkan retorika keras terhadap Ukraina, memindahkan pasukan Rusia ke Belarus selama akhir pekan. “Diplomasi belum mati,” kata pejabat senior itu seraya menambahkan bahwa “pihak AS yakin satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik ini dengan sukses adalah melalui diplomasi.” Kunjungan ke Ukraina pada hari Rabu ini merupakan persinggahan pertama dari lawatan yang diatur secara singkat, yang akan membawa Blinken ke Berlin pada hari Kamis untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock “untuk membahas dialog diplomatik baru-baru ini dengan Rusia dan upaya-upaya bersama untuk mencegah agresi Rusia lebih jauh terhadap Ukraina,” kata Departemen Luar Negeri. Blinken kemudian akan mendesak Rusia agar “mengambil langkah segera untuk meredakan” ketegangan di perbatasan sewaktu ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Jenewa pada hari Jumat. Blinken berbicara dengan Lavrov pada hari Selasa untuk menekankan “pentingnya melanjutkan jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan terkait penumpukan militer Rusia yang sangat meresahkan di Ukraina dan sekitarnya,” kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan mengenai percakapan tersebut. “Menteri Blinken menegaskan kembali komitmen AS yang tidak tergoyahkan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina serta menekankan bahwa diskusi mengenai keamanan Eropa harus melibatkan Sekutu NATO dan mitra-mitra Eropa, termasuk Ukraina,” lanjut pernyataan tersebut. Penumpukan sekitar 100 ribu tentara Rusia di perbatasan timur Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Moskow sedang merencanakan aksi militer terhadap negara tetangganya itu, yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet pimpinan Rusia. Rusia merebut Semenanjung Krimea dari Ukraina pada tahun 2014. Lawatan Blinken itu berlangsung setelah pembicaraan di Jenewa pekan lalu antara para pejabat Rusia dan AS yang bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan pendapat mengenai Ukraina dan isu-isu keamanan lainnya. Tidak ada kemajuan yang dilaporkan. [uh/ab]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Biden Ingin Seimbangkan Kepentingan dan Ideologi dalam Lawatan Timur Tengah
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Dalam lawatan ke Timur Tengah pekan depan, Presiden Biden dijadwalkan akan mendorong integrasi Israe...
Menang Pemilu, Kelompok Konservatif Jepang Berencana Revisi Konstitusi
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Koalisi konservatif yang berkuasa di Jepang memperoleh kemenangan besar pada pemilu legislatif hari ...
Jerman Bersiap Kemungkinan Rusia Hentikan Pasokan Gas 
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Gas alam merupakan sumber energi utama di Jerman. Sekitar setengah dari rumah tangga di negara itu m...
Jepang Adakan Upacara Mengenang Abe Sehari Sebelum Pemakaman
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Upacara peringatan mengenang mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diselenggarakan di Tokyo Senin...
PM Inggris Bertekad Lanjutkan Pekerjaan Hingga Serahkan “Mandat”
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Boris Johnson hari Senin (11/7) mengatakan ia bertekad untuk terus menjalankan program-program pemer...
Wapres Taiwan Beri Penghormatan Terakhir Bagi Abe
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Wakil Presiden Taiwan Lai Ching-Te hari Senin (11/7) tampak meninggalkan kediaman mantan Perdana Men...
Komandan Kapal Induk AS Puji Latihan Angkatan Laut RIMPAC
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Komandan kapal induk Amerika USS Abraham Lincoln Kapten Amy Bauernschmidt hari Senin (11/7) memuji l...
KBRI Belum Berencana Evakuasi WNI dari Sri Lanka
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI di Sri Lanka mengatakan belum berencana mengevakuasi warga ne...
Lawatan Biden ke Timur Tengah: Antara HAM, Energi, dan Keamanan Regional
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Lawatan Presiden AS Joe Biden ke Timur Tengah pekan ini didominasi isu tingginya harga minyak dunia ...
Perdana Menteri Inggris Baru akan Diumumkan pada 5 September
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Graham Brady, pemimpin dari sekelompok legislator Konservatif yang kuat yang dikenal sebagai Komite ...

InfodariAnda (IdA)