Penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Vaksinasi COVID-19 untuk Anak
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Vaksinasi COVID-19 untuk Anak
DW.com - Penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Vaksinasi COVID-19 untuk Anak

Program vaksinasi COVID-19 untuk anak berusia 6-11 tahun resmi dimulai pemerintah sejak 14 Desember 2021. Hingga awal Januari, dilansir dari Detik.com, Presiden Joko Widodo mengklaim vaksinasi anak sudah mencapai 3,8 juta. Total anak di Indonesia yang harus divaksin berdasarkan data sensus penduduk 2020 yakni 26,5 juta anak.

Sinovac menjadi vaksin yang direkomendasikan untuk anak-anak berusia 6-11 tahun. Ini berlaku setelah Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) merilis izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA). Dosis yang diberikan 0,5 ml, dengan jarak vaksin pertama dan kedua berselang 4 minggu.

"Indonesia termasuk negara yang beruntung sudah memulai vaksinasi. Saat ini baru untuk anak 6-11 tahun, untuk di bawah 6 tahun masih dilakukan pengkajian," terang dokter Bernie E Medise dalam tayangan live di akun instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (18/01).

Meskipun pemerintah sudah memberikan jaminan aman, masih ada orang tua yang ragu untuk memvaksinasi anaknya. Alasannya, khawatir dengan efek samping setelah vaksin seperti demam.

Komi Kendy Setiawaty, 35, ibu dari dua orang putra ini mengaku belum berani mengajak putra sulungnya yang sudah berusia 6 tahun untuk divaksin. Sekolah tempat anaknya pun tidak mewajibkan untuk vaksin, ujar Komi.

"Saya dan suami sudah vaksin dua kali. Tapi kalau untuk anak, nanti saja, takut anaknya demam. Bapaknya juga belum mengizinkan," ujar Komi kepada DW Indonesia.

Sedikit berbeda dengan Rizky Nova Harahap,34. Ia dan suami sudah sepakat untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19 di sekolah anaknya. Dia tidak menampik bahwa sebelumnya sempat ada keraguan, khawatir anaknya demam seusai divaksin.

"Iya vaksin, ada suratnya dari sekolah. Selesai vaksin kalau demam langsung dikasih sanmol (obat penurun demam)," terangnya.

IDAI: Sinovac aman untuk anak-anak

Air susu ibu (asi) memang sudah memberikan perlindungan imunitas bagi anak-anak. Namun pelindungan yang diberikan asi tidak spesifik untuk virus corona yang menyerang pernafasan. Dengan demikian, IDAI berpendapat bahwa anak-anak masih perlu mendapatkan vaksinasi COVID-19. IDAI pun mengimbau orang tua untuk tidak ragu memberikan vaksin COVID-19 kepada anak mereka.

Vaksin dinilai penting karena mempunyai zat yang dapat merangsang kekebalan tubuh sehingga dapat melindungi dari virus. Sebelum direkomendasikan pemerintah, Sinovac sudah diuji coba terhadap anak usia 3 tahun ke atas.

"Vaksin ini aman. Sinovac adalah vaksin yang mengandung virus yang sudah di inaktivasi, dimasukan ke dalam tubuh agar kita memproduksi kekebalan sehingga bila terkena COVID kita akan kebal, jikapun kita sakit maka sakitnya tidak berat," ungkap Ketua Satgas Imunisasi IDAI Prof. Hartono Gunardi. Orang tua tidak perlu sangsi Sinovac yang mengantongi izin penggunaan darurat, lanjut Hartono.

Beberapa efek samping yang mungkin dialami anak-anak usai vaksinasi, ungkap Hartono, antara lain yakni demam dan mengantuk. Ada pula nyeri dan kemerahan di tempat bekas suntikan.

"Efek samping vaksin ini biasanya demam, tidak sering kira-kira 10%. Nafsu makan sedikit, efek samping lokal nyeri pada suntikan dan kemerahan, itu akan hilang dalam beberapa hari, paling lama 1 minggu. Untuk demamnya biasanya hilang dalam 1-2 hari. Reaksi ringan," ujar Hartono.

Perlukah vaksin booster untuk anak?

Kekebalan optimal dari vaksin Sinovac akan bekerja 2 minggu setelah vaksinasi kedua, sehingga vaksinasi COVID-19 harus dilakukan 2 kali. "Karena pertama membentuk antibodi yang belum cukup untuk menjaga tubuh dalam waktu lama, sehingga perlu dilakukan 2 kali vaksin, sama seperti vaksin-vaksin lain yang didapatkan anak-anak," katanya.

Bagaimana dengan pemberian dosis vaksinasi tambahan atau booster? Hartono mengatakan bahwa pada anak-anak masih harus dillihat efiesiensinya apakah dalam waktu 6 bulan akan mengalami penurunan antibodi atau tidak. "Masih wait and see apakah perlu booster," ucap Hartono.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis, dr. Anggraini Alam, menambahkan vaksinasi COVID-19 penting untuk menghindari infeksi berat sehingga tidak perlu sampai dirawat di rumah sakit.

Walaupun sudah divaksinasi lengkap, ia mengingatkan orang tua untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga pembelajaran tatap muka bisa berjalan aman.

"Vaksin bukan satu-satunya jalan untuk membuat anak aman dari COVID-19, tapi perlu dibantu dengan protokol kesehatan. Penggunaan masker secara disiplin tetap harus dilakukan sehingga angka COVID tidak bertambah. Meskipun sudah divaksin 2 kali dan sudah merasa aman untuk kumpul, sebaiknya ditunda dulu," katanya.

Saat vaksin anak harus sehat

Untuk mengantisipasi dampak ikutan usai vaksin, dr. Anggraini Alam mengingatkan kondisi fisik anak harus dalam keadaan sehat. Yakni, tidak ada penyakit kronis khusus, tidak mengonsumsi obat-obatan jangka panjang yang memengaruhi imunitas tubuh.

"Anak dalam kondisi ceria, tidak demam, jika anak dalam kondisi baru selesai demam, seperti kasus demam berdarah, anak pada fase demam turun, jangan dilanjutkan vaksin, harus ditunda," katanya.

Anak-anak yang mengalami alergi, seperti gatal-gatal atau dikenal dengan biduran, ataupun alergi makanan tetap boleh divaksin. Orang tua tidak perlu melakukan tes alergi untuk anak-anak yang mengalami alergi.

"Namun jika biduran seluruh tubuh disertai sesak nafas, atau gejala lain jangan divaksin dulu, silakan kontrol ke dokter dulu, jangan divaksin, kalau biduran sedikit boleh," papar Hartono.

Terkait jarak vaksin, idealnya antara vaksin pertama dan kedua adalah 4 minggu. Namun jika ada halangan dan lebih dari 4 minggu telah terlewat sejak vaksin pertama, vaksinasi kedua tetap boleh dilakukan dan tidak perlu mengulang dari pertama.

"Kalau anaknya sakit COVID boleh divaksin setelah 1 bulan dari sakit. Kalau jarak dengan vaksin Bulan Imunasi Anak Sekolah (BIAS), maka jaraknya 2 minggu setelah vaksin BIAS baru boleh mendapatkan vaksin COVID," tutup Hartono. (ae)



Air susu ibu sudah memberikan perlindungan imunitas, tapi tidak spesifik melindungi anak dari virus corona. IDAI mengimbau orang tua untuk tidak ragu memberikan vaksin COVID-19 kepada anak mereka.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Amnesty International: Vonis Mati di Indonesia Didominasi Tindak Pidana Narkoba
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Amnesty International (AI) Indonesia mencatat ada 114 vonis mati baru yang dijatuhkan sepanjang tahu...
Bencana Iklim Gandakan Potensi Perdagangan Manusia di India
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Migrasi adalah strategi bertahan hidup bagi banyak komunitas di India, terutama ketika menghadapi be...
Respons Pemimpin Dunia atas Tragedi Penembakan di Sekolah Texas
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Para pemimpin dunia terkejut dan mengungkapkan kekhawatiran serta duka mendalam atas penembakan yang...
Uni Eropa: Lebih dari 200 Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Seluruh Dunia
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Lebih dari belasan negara di mana cacar monyet mewabah, yang sebagian besar terjadi di Eropa, telah ...
Tandingi Kunjungan Menlu Cina, Australia Kirimkan Menlu Wong ke Kepulauan Pasifik
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, ditemani delegasi beranggotakan 20 orang sudah mendarat di Honiar...
Imran Khan Ultimatum Pemerintah Pakistan Umumkan Pemilu dalam Sepekan
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Sejak Rabu (24/5) tengah malam, sekitar 10.000 pendukung mantan Perdana Menteri Imran Khan dari berb...
Tiga Tokoh Oposisi Belarus Terima Penghargaan Karl Agung di Aachen
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Tiga tokoh perempuan Belarus menerima penghargaan Karl Agung yang setiap tahun diserahkan di kota Aa...
Rusia Klaim Kerahkan Senjata Laser Terbaru Dalam Perang di Ukraina
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Wakil PM Rusia Yury Borisov, dalam sebuah konferesi yang disiarkan secara nasional oleh TV Channel O...
Obat-obatan Herbal yang Terbukti Ampuh dalam Kedokteran Modern
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Manusia sudah mengekstraksi unsur berkhasiat dari tanaman sejak ribuan tahun lalu. Walaupun pengobat...
Baterai Vs Bahan Bakar Elektrik: Mana yang Lebih Baik?
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Di tengah kepopuleran kendaraan listrik Tesla, pamor mobil bertenaga baterai mulai mendominasi pasar...
InfodariAnda (IdA)