PM Inggris Boris Johnson Terancam Dilengserkan Partai Sendiri
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PM Inggris Boris Johnson Terancam Dilengserkan Partai Sendiri
DW.com - PM Inggris Boris Johnson Terancam Dilengserkan Partai Sendiri

Sebanyak 20 anggota legislatif dari Partai Konservatif dikabarkan melayangkan mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Boris Johnson. Untuk memenuhi syarat kontestasi kepemimpinan di dalam tubuh partai, dibutuhkan dukungan 54 dari 360 suara anggota faksi konservatif di parlemen.

Johnson sudah berulangkali meminta maaf dan menegaskan dirinya tidak mengetahui tentang adanya serangkaian pesta yang digelar di tengah lockdown di Downing Street. Di hadapan parlemen, dia mengaku pesta yang dihadirinya pada 20 Mei 2020 awalnya dia duga sebagai sebuah acara kerja.

Namun bekas penasehat Johnson, Dominic Cummings, membantah kesaksian tersebut dan menuduh sang perdana menteri "telah berbohong.” Dia mengklaim Johnson sendiri yang mengimbau kepada tamu undangan "agar masing-masing membawa minuman beralkohol,” kata dia, Senin (17/1) silam.

Kisruh ini mendorong belasan anggota legislatif Partai Konservatif untuk bertemu pada Selasa, (18/1), untuk membahas masa depan kepemimpinan di Downing Street. Pertemuan yang diselenggarakan di Melton Mowbray itu dijuluki sebagai "kudeta pai babi,” merujuk pada makanan khas setempat, lapor The Guardian.

Pai babi juga merupakan istilah slang yang dipakai di London sebagai kata ganti kebohongan.

"Sejumlah anggota legislatif dari Pemilu 2019 mengajukan mosi tidak percaya dalam usaha memenuhi kuorum sebesar 54 suara untuk menggelar Kontes Kepemimpinan,” tulis editor politik BBC, Laura Kuenssberg, di Twitter. "Mereka mungkin akan menyentuh angka 54.”

Seorang analis politik di harian The Times mencatat setidaknya 58 anggota legislatif dari Partai Konservatif yang pernah mengkritik Boris Johnson secara terbuka ihwal pesta lockdown.

Boris Johnson di kursi pesakitan

Karir Boris Johnson melesat sejak referendum Brexit. Dia dipilih sebagai perdana menteri dalam pemilu 2019 silam, dengan meraih mayoritas terbesar bagi Partai Konservatif dalam 30 tahun terakhir.

Kejatuhannya bisa melumpuhkan Inggris di tengah krisis internasional seperti ancaman invasi Ukraina, pandemi corona atau inflasi ekonomi yang mencapai level tertinggi sejak 30 tahun terakhir.

Saat ini kursi perdana menteri digosipkan bakal diperebutkan oleh dua petinggi Partai Konservatif, Menteri Keuangan Rishi Sunak, 41, dan Menteri Luar Negeri Liz Truss, 46.

Johnson dijadwalkan akan berpidato di hadapan parlemen pada Rabu (19/1) untuk membahas penanggulangan pandemi Covid-19. Pada Selasa (18/1), dia membantah tuduhan berbohong oleh Dominic Cummings dan menegaskan akan menunggu hasil pemeriksaan internal partai.

Skandal pesta lockdown juga memaksa juru bicara Johnson mengundurkan diri, setelah videonya menertawakan ketidaktahuan publik terkait pesta tersebut bocor ke media. Bekas penasehatnya, Dominic Cummings, sendiri juga dipaksa mundur pada 2020 lalu, karena kedapatan melanggar pembatasan lockdown dan kemudian berbohong.

Partai Buruh di barisan oposisi menuntut Johnson untuk segera pamit dari jabatannya. Perilakunya merestui dan menghadiri pesta lockdown di istana negara dianggap melukai perasaan warga, yang pada saat itu bahkan dilarang melayat anggota keluarga yang meninggal dunia.

rzn/hp (rtr,afp)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bagaimana Rusia Percepat Ekspansi NATO di Skandinavia
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Setelah Finlandia mengumumkan niat bergabung dengan NATO, Kamis (12/5), Rusia memperingatkan penempa...
Kematian Jurnalis al-Jazeera Shireen Abu Akleh Sudutkan Israel
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Ribuan warga memenuhi pusat kota Ramallah untuk mengantar iringan jenazah Shireen Abu Aklah, Kamis (...
Lawatan di AS, Jokowi Harapkan Kerja Sama Konkret dan Pikat Investor
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dan sejumlah pimpinan ...
Benarkah Urine adalah Jawaban atas Kekurangan Pupuk Global?
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Orang mungkin tidak menyangka Battleboro, sebuah kota yang indah di negara bagian Vermont, Amerika S...
Pro-Kontra Mata Pelajaran Agama di Sekolah
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Sejak beberapa tahun terakhir masyarakat Indonesia ramai membicarakan tentang wacana perlu-tidaknya ...
Dokter Hewan: dari Inseminasi sampai Kebiri
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Kemenangan Marcos Jr. dan Pengaruh Disinformasi di Medsos
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Ferdinand ‘Bongbong' Marcos Jr. unggul dalam pemilihan presiden di Filipina. Marcos Jr. me...
Lebanon Gelar Pemilu Pertama Sejak Krisis Ekonomi
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Pada Minggu (15/05), warga Lebanon akan mencoblos untuk pertama kali sejak didera krisis ekonomi. Pe...
Finlandia dan Swedia Siap Gabung NATO, Turki Suarakan Keberatan
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Pemerintah Finlandia pada hari Minggu (15/05) secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan mengajukan ...
AS akan Hapus Lima Kelompok Ekstremis dari Daftar Teroris Asing
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Amerika Serikat bersiap untuk menghapus lima kelompok ekstremis dari daftar organisasi teroris asing...
InfodariAnda (IdA)