Djokovic Sudah Meninggalkan Australia, Kecewa Tapi Hormati Keputusan
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Djokovic Sudah Meninggalkan Australia, Kecewa Tapi Hormati Keputusan
ABC.net.au - Djokovic Sudah Meninggalkan Australia, Kecewa Tapi Hormati Keputusan

Novak Djokovic, petenis nomor satu dunia, sudah meninggalkan Australia kemarin malam (16/01) setelah Pengadilan Federal mendukung keputusan Pemerintah Australia untuk membatalkan visanya.

Ini menjadi akhir dari drama visa Djokovic yang sudah dibatalkan dua kali dalam 11 hari terakhir.

Jumat kemarin (14/01), Alex Hawke menggunakan kekuasaannya sebagai Menteri Imigrasi untuk membatalkan visa Djokovic, yang kemudian kembali ditinjau oleh Pengadilan Federal.

Dalam sidang singkat yang digelar Minggu sore, pengadilan yang dipimpin tiga orang hakim tersebut memutuskan jika Djokovic tidak bisa tinggal di Australia, meski pengacaranya telah memberikan bukti dan pernyataan baru.

Djokovic menghormati keputusan

Sesaat setelah pengadilan mengambil keputusan, Djokovic mengaku "sangat kecewa" dengan keputusan yang diambil.

"Saya menghormati putusan pengadilan dan saya akan bekerja sama dengan otoritas terkait terkait kepergian saya dari negara ini," katanya dalam pernyataan.

"

"Saya tidak nyaman karena fokus minggu-minggu terakhir ini adalah saya dan saya berharap kita semua sekarang bisa fokus pada permainan dan turnamen yang saya sukai," ujarnya.

"

"Saya ingin mendoakan yang terbaik bagi para pemain, penyelenggara turnamen, staf, sukarelawan, dan penggemar turnamen ini."

Ketua Hakim James Allsop mengatakan jika pengadilan lebih menekankan keabsahan dan legalitas keputusan, bukan soal apakah keputusan itu tepat atau tidak.

"Bukan bagian dari fungsi pengadilan untuk memutuskan manfaat atau kebijaksanaan dari keputusan itu," kata hakim James.

Djokovic juga telah diminta untuk menanggung semua biaya pengadilan.

Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke mengonfirmasikan jika Djokovic sudah meninggalkan Australia di akun sosial media pribadinya.

"Saya menyambut keputusan Pengadilan Federal Australia, mengukuhkan keputusan saya untuk menggunakan kekuasaan saya di bawah Undang-Undang Migrasi dalam membatalkan visa Novak Djokovic demi kepentingan umum," katanya.

"Saya dapat mengonfirmasikan jika Djokovic sekarang telah meninggalkan Australia."

Sebelum Djokovic dideportasi, ia sudah ada dalam jadwal untuk bertanding di Australia Open, yang dimulai hari Senin ini (17/01), melawan sesama petenis Serbia Miomir Kecmanovic.

Sekarang posisi Djokovic digantikan oleh apa yang disebut "lucky loser", yang diambil secara acak dari empat pemain berperingkat tertinggi tapi kalah di babak final kualifikasi.

Anti-vaksinasi jadi pembahasan

Di Pengadilan Federal, Minggu kemarin, pengacara Djokovic menuduh Menteri Imigrasi Australia tidak memberikan bukti untuk mendukung klaimnya bahwa kehadiran Djokovic di Australia akan memicu sentimen anti-vaksinasi.

Mereka juga berpendapat tidak rasional, tidak logis atau tidak masuk akal bagi Menteri Imigrasi untuk tidak menganggap jika mendeportasi Djokovic tetap dapat memicu sentimen anti-vaksinasi yang sama.

Pengacara Djokovic, Nick Wood, mengatakan Menteri Alex telah salah menafsirkan laporan media tentang pandangan Djokovic mengenai vaksinasi, serta salah mengartikan dukungan kelompok anti-vaksinasi kepada Djokovic.

Ia mengkritik Menteri Alex yang merujuk pada sebuah artikel BBC sebagai bukti Djokovic menentang vaksin.

Menurutnya artikel itu ditulis sebelum vaksin tersedia, dan sebenarnya menunjukkan Djokovic berpikiran terbuka dan ia bukanlah seorang pakar kesehatan. Nick juga mengkritik kegagalan Menteri Imigrasi untuk bertanya langsung kepada Djokovic tentang pandangannya soal vaksinasi.

Tetapi tim hukum Menteri Imigrasi berpendapat ada banyak bukti sikap Djokovic tentang vaksinasi yang "banyak diketahui", termasuk fakta Djokovic menolak untuk divaksinasi. Mereka juga mengatakan Menteri Imigrasi tidak berkewajiban untuk bertanya kepada Djokovic tentang pandangannya.

Tim hukum Menteri Imigrasi juga mengatakan Djokovic tidak dapat membuktikan pernyataan yang mengatakan Menteri Imigrasi Australia tidak mempertimbangkan kemungkinan jika mendeportasinya juga dapat membangkitkan sentimen anti-vaksinasi.

Bahkan jika Menteri Imigrasi tidak mempertimbangkannya, itu bukan menjadi kesalahan di pihaknya, ujar tim hukum Menteri Imigrasi.

Simak laporan selengkapnya dalam Bahasa Inggris

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Liburan ke Luar Negeri dan Asisten Pribadi. Inilah Cara Perusahaan di Australia Mencari dan Mempertahankan Karyawan
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Di tahun 1990-an, di masa berkembangnya banyak perusahaan baru di bidang teknologi, perusahaan menaw...
Mengerikan: Penembakan di Texas Menewaskan Setidaknya 18 Murid SD, Pelakunya Seorang Remaja
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Seorang pria bersenjata berusia 18 tahun melakukan penembakan massal di sekolah dasar Robb Elementar...
Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan Kunjungi Delapan Negara Pasifik Termasuk Timor Leste
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Pemerintah China mengukuhkan bahwa Menlu Wang Yi akan mengadakan kunjungan ke beberapa negara Pasifi...
Senang Banyak Imigran Terpilih: Reaksi Pemilih Asal Indonesia Terhadap Hasil Pemilu Australia
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Andika Mongilala tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat melihat hasil pemilu Australia yang men...
Masa Lockdown Pandemi di Australia Sebabkan 70% Pelajar Mengalami Masalah Kesehatan Mental
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Sebuah survei nasional di Australia mengungkapkan dampak COVID dan lockdown terhadap pelajar yang ke...
Akankah Presiden Baru Filipina Melanjutkan Perang Narkoba yang Menewaskan Ribuan Warga?
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Di hari-hari terakhir masa kepresidenannya yang 'liar dan berdarah', Rodrigo Duterte meras...
Serangan Rasisme Masih Dialami Warga Keturunan Asia di Australia
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Cassandra Au dan suaminya terpaksa meninggalkan liburan mereka di Cook Islands ketika Australia menu...
Inilah Sebagian Korban Penembakan Massal di Sekolah Dasar di Texas
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Seorang murid perempuan dengan bangga menunjukkan buku rapor kenaikan kelas dengan nilai yang bagus ...
Oposisi Australia Menang Pemilu, Anthony Albanese Dilantik Jadi Perdana Menteri Baru
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:40 WIB
Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese dilantik sebagai perdana menteri ke-31 Australia, setelah mem...
Dari Perumahan Rakyat ke Kursi Perdana Menteri Australia, Inilah Sosok Anthony Albanese
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:40 WIB
Gubernur Jenderal Australia baru saja melantik Anthony Albanese sebagai Perdana Menteri yang ke-31, ...
InfodariAnda (IdA)