Butuh Pekerja, Australia Kembalikan Biaya Pembuatan Visa Pelajar dan WHV
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Butuh Pekerja, Australia Kembalikan Biaya Pembuatan Visa Pelajar dan WHV
ABC.net.au - Butuh Pekerja, Australia Kembalikan Biaya Pembuatan Visa Pelajar dan WHV

Untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, Pemerintah Australia akan mengembalikan biaya pembuatan visa mahasiswa internasional dan visa working holiday (WHV).

Saat ini biaya pembuatan visa untuk belajar di Australia adalah AU$630 dan ini akan dikembalikan bagi mereka yang mengajukan visa pelajar dan bisa datang ke Australia dalam waktu delapan minggu. 

Pengembalian biaya pembuatan visa juga akan dikembalikan bagi mereka yang mengajukan visa working holiday dan bisa datang ke Australia dalam waktu 12 minggu.

Saat ini Pemerintah Australia sedang berupaya menarik kembali minat 150.000 mahasiswa dan 23.000 'backpacker' yang sedang berada di luar Australia.

"Ini adalah bentuk ucapan terima kasih karena mau kembali dan memilih Australia, tapi kami juga memerlukan mereka untuk membantu mengatasi masalah kekurangan pekerja," ujar Perdana Menteri Scott Morrison.

"Khususnya mereka yang bekerja dan sudah menerima pelatihan di bidang kesehatan, perawatan lansia, dan sektor serupa. Ini akan sangat membantu kami."

PM Morrison juga mengajak 'backpacker' untuk kembali bekerja sambil berlibur di Australia untuk membantu membangkitkan industri pariwisata yang ambruk sejak pandemi.

"

"Pesan saya untuk mereka adalah: mari datang," ujarnya.

"

"Datanglah sekarang karena Anda sebelumnya mau datang ke Australia, sudah dapat visa-nya, kami mau Anda ke Australia dan menikmati liburan di Australia."

"Silakan jalan-jalan di Australia sambil membantu menjadi tenaga kerja di sektor pertanian, perhotelan, dan bidang perekonomian lainnya yang membutuhkan saat ini."

Saat ini ribuan tenaga kerja di Australia, termasuk yang bekerja di sektor pasokan dan distribusi, sedang sakit COVID-19 atau harus melakukan isolasi karena pernah melakukan kontak dengan mereka yang positif COVID-19.

Tapi bahkan sebelum penularan varian Omicron, penutupan perbatasan Australia telah menyebabkan berkurangnya pendatang untuk bekerja.

Beberapa bisnis mengatakan kemungkinan terpaksa menaikkan harga produk, karena mereka harus membayar lebih untuk upah pekerjanya dan menarik orang mau bekerja.

Permintaan agar perbatasan dibuka sepenuhnya

Lembaga Kamar Dagang Komersil dan Industri Australia menyambut keputusan Pemerintah Australia yang memberikan tawaran menarik bagi mahasiswa internasionall dan 'backpacker', tapi mereka meminta agar turis juga bisa segera masuk.

Kepala organisasi pariwisata Australia, John Hart mengatakan pemerintah seharusnya juga menggratiskan visa jenis lain.

"Menawarkan visa turis gratis akan membuat Australia menjadi tujuan wisata yang diperebutkan," katanya.

"Bisnis yang bergantung pada turis hanya bisa mengandalkan bantuan Pemerintah yang sangat sedikit untuk bisa terus beroperasi.."

Tapi Mark Butler, Menteri Kesehatan Bayangan dari pihak oposisi Pemerintah Australia, mengatakan pengumuman ini sifatnya "ad hoc".

"Kalau Perdana Menteri dan Bendahara Negara mau menangani masalah kekurangan tenaga kerja yang menyebabkan barang-barang di supermarket kosong, restoran yang tidak punya karyawan, mengapa tidak memiliki sistem tes rapid yang gratis dan tersedia saja?"

PM Morrison mengatakan perubahan yang sebelumnya dilakukan, seperti aturan isolasi bagi kontak erat di beberapa industri "penting" dan dilonggarkannya batasan jam kerja bagi mahasiswa, diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah kekurangan tenaga kerja di Australia.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel ABC News dalam bahasa Inggris

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Liburan ke Luar Negeri dan Asisten Pribadi. Inilah Cara Perusahaan di Australia Mencari dan Mempertahankan Karyawan
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Di tahun 1990-an, di masa berkembangnya banyak perusahaan baru di bidang teknologi, perusahaan menaw...
Mengerikan: Penembakan di Texas Menewaskan Setidaknya 18 Murid SD, Pelakunya Seorang Remaja
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Seorang pria bersenjata berusia 18 tahun melakukan penembakan massal di sekolah dasar Robb Elementar...
Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan Kunjungi Delapan Negara Pasifik Termasuk Timor Leste
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Pemerintah China mengukuhkan bahwa Menlu Wang Yi akan mengadakan kunjungan ke beberapa negara Pasifi...
Senang Banyak Imigran Terpilih: Reaksi Pemilih Asal Indonesia Terhadap Hasil Pemilu Australia
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Andika Mongilala tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat melihat hasil pemilu Australia yang men...
Masa Lockdown Pandemi di Australia Sebabkan 70% Pelajar Mengalami Masalah Kesehatan Mental
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Sebuah survei nasional di Australia mengungkapkan dampak COVID dan lockdown terhadap pelajar yang ke...
Akankah Presiden Baru Filipina Melanjutkan Perang Narkoba yang Menewaskan Ribuan Warga?
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Di hari-hari terakhir masa kepresidenannya yang 'liar dan berdarah', Rodrigo Duterte meras...
Serangan Rasisme Masih Dialami Warga Keturunan Asia di Australia
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Cassandra Au dan suaminya terpaksa meninggalkan liburan mereka di Cook Islands ketika Australia menu...
Inilah Sebagian Korban Penembakan Massal di Sekolah Dasar di Texas
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Seorang murid perempuan dengan bangga menunjukkan buku rapor kenaikan kelas dengan nilai yang bagus ...
Oposisi Australia Menang Pemilu, Anthony Albanese Dilantik Jadi Perdana Menteri Baru
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:40 WIB
Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese dilantik sebagai perdana menteri ke-31 Australia, setelah mem...
Dari Perumahan Rakyat ke Kursi Perdana Menteri Australia, Inilah Sosok Anthony Albanese
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:40 WIB
Gubernur Jenderal Australia baru saja melantik Anthony Albanese sebagai Perdana Menteri yang ke-31, ...
InfodariAnda (IdA)