Terlibat Kejahatan Kemanusiaan, Mantan Agen Polisi Rahasia Suriah Dihukum di Pengadilan Jerman
Elshinta
Jumat, 14 Januari 2022 - 12:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Terlibat Kejahatan Kemanusiaan, Mantan Agen Polisi Rahasia Suriah Dihukum di Pengadilan Jerman
VOA Indonesia - Terlibat Kejahatan Kemanusiaan, Mantan Agen Polisi Rahasia Suriah Dihukum di Pengadilan Jerman
Seorang mantan perwira polisi rahasia Suriah pada Kamis (13/1) dihukum oleh pengadilan Jerman atas keterlibatannya dalam kejahatan terhadap kemanusiaan karena mengawasi penganiayaan tahanan di sebuah penjara di dekat Damaskus pada sepuluh tahun lalu. Hingga saat ini Anwar Raslan adalah pejabat Suriah berpangkat tertinggi yang dihukum karena kejahatan terhadap kemanusiaan. Vonis itu telah diantisipasi oleh korban yang mengalami penganiayaan atau kehilangan kerabat mereka di tangan pemerintahan Presiden Bashar Al Assad dalam konflik yang sudah berlangsung sejak lama di negara itu. Pengadilan negara bagian Koblenz menyimpulkan bahwa terdakwa bertanggung jawab atas interogasi di sebuah fasilitas di kota Douma, yang dikenal sebagai Al Khatib atau Cabang 251, di mana tersangka demonstran dari kelompok oposisi ditahan. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap laki-laki berusia 58 tahun itu. Tim kuasa hukumnya pekan lalu telah meminta hakim untuk membebaskan kliennya, dengan mengklaim bahwa ia secara pribadi tidak pernah menyiksa siapa pun dan telah membelot dari Suriah pada akhir tahun 2012. Jaksa Jerman menuduh Raslan telah mengawasi “penyiksaan sistematis dan brutal” terhadap lebih dari empat ribu tahanan antara bulan April 2011 hingga September 2012, yang mengakibatkan kematian puluhan orang. Para korban dan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan mereka berharap putusan itu akan menjadi langkah pertama menuju tercapainya keadilan bagi banyak orang yang tidak dapat mengajukan pengaduan pidana terhadap pejabat di Suriah, atau di hadapan Mahkamah Kriminal Internasional ICC. Beberapa pakar mengatakan karena Rusia dan China memblokir upaya Dewan Keamanan PBB untuk merujuk kasus kejahatan terhadap kemanusiaan di Suriah ke pengadilan yang berkantor di Den Haag, negara-negara seperti Jerman – yang menerapkan prinsip yurisdiksi universal untuk kejahatan serius – akan menjadi tempat bagi pengadilan semacam itu. Putusan di pengadilan Jerman hari ini adalah yang pertama kali ditetapkan di seluruh dunia terhadap seorang pejabat tinggi Suriah karena melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal ini dinilai akan menjadi legasi yang langgeng pada peradilan pidana internasional. Ini adalah vonis kedua yang terkait dengan “Caesar files” atau “dokumen-dokumen Caesar” yang berisi lebih dari 26.000 foto-foto penyiksaan para korban di pusat-pusat penahanan massal rezim Suriah. Tahun lalu seorang pejabat tinggi Suriah lainnya telah dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara oleh pengadilan tinggi Koblenz karena kejahatan terhadap kemanusiaan dan penyiksaan. Bagian penting dari bukti-bukti terhadap Raslan adalah foto-foto korban penyiksaan yang diduga diselundupan keluar dari Suriah oleh seorang mantan perwira polisi yang menggunakan nama alias “Caesar.” Pakar hak asasi manusia mengatakan merupakan hal penting bahwa pengadilan Koblenz menilai tuduhan kekerasan seksual merupakan bagian dari salah satu kejahatan terhadap kemanusiaan, yang membuat Raslan dihukum. Namun hakim tidak menghukum Raslan atas penghilangan paksa, yang berarti masih harus disidangkan secara terpisah nantinya. Organisasi Syrian Network for Human Rights memperkirakan jumlah orang yang ditahan atau dihilangkan secara paksa di Suriah mencapai 149.000 atau lebih dari 85 persen dari mereka yang berada di tangan pemerintah Suriah. Sebagian besar menghilang atau ditahan segera setelah meletusnya demonstrasi damai pada Maret 2011 terhadap pemerintah Assad, yang ditanggapi dengan tindakan brutal. Pemerintah Suriah membantah telah menahan tahanan politik dan melabeli kelompok oposisi sebagai teroris. Setelah kemenangan di medan perang, Assad menawarkan perundingan pertukaran tahanan secara terbatas dengan berbagai kelompok bersenjata, yang menurut pihak keluarga hanya memberi solusi parsial bagi sejumlah kecil orang. [em/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Biden Ingin Seimbangkan Kepentingan dan Ideologi dalam Lawatan Timur Tengah
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Dalam lawatan ke Timur Tengah pekan depan, Presiden Biden dijadwalkan akan mendorong integrasi Israe...
Menang Pemilu, Kelompok Konservatif Jepang Berencana Revisi Konstitusi
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Koalisi konservatif yang berkuasa di Jepang memperoleh kemenangan besar pada pemilu legislatif hari ...
Jerman Bersiap Kemungkinan Rusia Hentikan Pasokan Gas 
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Gas alam merupakan sumber energi utama di Jerman. Sekitar setengah dari rumah tangga di negara itu m...
Jepang Adakan Upacara Mengenang Abe Sehari Sebelum Pemakaman
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Upacara peringatan mengenang mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diselenggarakan di Tokyo Senin...
PM Inggris Bertekad Lanjutkan Pekerjaan Hingga Serahkan “Mandat”
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Boris Johnson hari Senin (11/7) mengatakan ia bertekad untuk terus menjalankan program-program pemer...
Wapres Taiwan Beri Penghormatan Terakhir Bagi Abe
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Wakil Presiden Taiwan Lai Ching-Te hari Senin (11/7) tampak meninggalkan kediaman mantan Perdana Men...
Komandan Kapal Induk AS Puji Latihan Angkatan Laut RIMPAC
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Komandan kapal induk Amerika USS Abraham Lincoln Kapten Amy Bauernschmidt hari Senin (11/7) memuji l...
KBRI Belum Berencana Evakuasi WNI dari Sri Lanka
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI di Sri Lanka mengatakan belum berencana mengevakuasi warga ne...
Lawatan Biden ke Timur Tengah: Antara HAM, Energi, dan Keamanan Regional
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Lawatan Presiden AS Joe Biden ke Timur Tengah pekan ini didominasi isu tingginya harga minyak dunia ...
Perdana Menteri Inggris Baru akan Diumumkan pada 5 September
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Graham Brady, pemimpin dari sekelompok legislator Konservatif yang kuat yang dikenal sebagai Komite ...

InfodariAnda (IdA)