India, Inggris akan Langsungkan Pembicaraan Kesepakatan Perdagangan Bebas
Elshinta
Jumat, 14 Januari 2022 - 10:18 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
India, Inggris akan Langsungkan Pembicaraan Kesepakatan Perdagangan Bebas
VOA Indonesia - India, Inggris akan Langsungkan Pembicaraan Kesepakatan Perdagangan Bebas
India dan Inggris akan melangsungkan pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan bebas yang diharapkan dapat meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara --  salah satu negosiasi paling ambisius yang dilakukan setelah Brexit. Menteri Perdagangan Internasional Inggris Anne-Marie Trevelyan berada di New Delhi dan akan bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal. Negosiasi yang sebenarnya akan dimulai pekan depan, kata para pejabat. Kedua belah pihak berharap kesepakatan itu akan memberi manfaat besar bagi beberapa industri, mulai dari makanan dan minuman hingga teknologi terbarukan yang mutakhir. Kesepakatan itu berpotensi menggandakan ekspor Inggris ke India dan meningkatkan perdagangan dua arah sebesar $38 miliar per tahun pada tahun 2035, kata sebuah pernyataan pemerintah Inggris. "Kesepakatan dengan India adalah peluang emas untuk menempatkan bisnis Inggris di barisan depan karena ekonomi India terus tumbuh pesat," kata Trevalyan, seraya menambahkan bahwa Inggris ingin memanfaatkan kelas menengah yang sedang tumbuh di negara terbesar ketiga di Asia itu. Kunjungannya itu menandakan upaya Inggris, setelah meninggalkan Uni Eropa pada 2016, untuk memfokuskan kebijakan perdagangannya di kawasan Indo-Pasifik. India, yang pernah menjadi koloni Inggris, dipandang sebagai lokasi yang menguntungkan mengingat ketidakpastian hubungan dengan Tiongkok. Investasi dari perusahaan-perusahaan India telah menciptakan 95.000 lapangan pekerjaan di Inggris, kata pernyataan itu. Inggris sedang mengupayakan kesepakatan yang memangkas hambatan untuk melakukan bisnis dan perdagangan, termasuk pemotongan tarif ekspor untuk mobil buatan Inggris dan wiski Scotch. Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Financial Times, Kamis, Trevelyan mengatakan “semuanya ada di meja untuk didiskusikan, termasuk memperluas akses visa untuk pelajar India dan pekerja terampil. Ia mengatakan ia ingin kesepakatan itu tercapai pada awal 2023. Menurut Kementerian Luar Negeri India, India dan Inggris berfokus pada lima bidang utama --  kontak antarmanusia, perdagangan, pertahanan dan keamanan, iklim, dan kesehatan. [ab/uh]    
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selandia Baru Bagikan Uang Ekstra untuk Perangi Badai Inflasi
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Pemerintah Selandia Baru, Kamis (19/5), mengatakan akan membagikan ratusan dolar tambahan kepada leb...
Cacar Monyet Menyebar di Eropa; AS Laporkan Kasus Pertama
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Departemen Kesehatan Masyarakat Massachusetts Rabu (18/5) mengatakan telah mengukuhkan satu kasus in...
Uji Coba Obat Suntik untuk Penyandang HIV Berlangsung di Afrika
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Uji coba obat suntik antiretroviral sedang berlangsung di Kenya, Uganda dan Afrika Selatan. Obat yan...
Politik ‘Nama Terlarang’ Masih Berlaku di Iran
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Pada 14 Februari lalu, Pengadilan Tinggi Marrand di provinsi Azerbaijan Timur, Iran, memutuskan bahw...
Piala Dunia di Qatar akan Tugaskan Tiga Wasit Perempuan 
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Wasit perempuan akan mencetak sejarah dalam gelaran Piala Dunia tahun ini dengan menjadi wasit dalam...
Taliban: Presenter TV Perempuan Afghanistan Wajib Kenakan Penutup Wajah
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Pemerintah Taliban di Afghanistan, pada hari Kamis (19/5), memerintahkan saluran televisi di negara ...
Biden Dukung Permohonan Swedia dan Finlandia Jadi Anggota NATO
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Presiden AS Joe Biden pada hari Kamis (19/5) menyambut antusias permohonan Swedia dan Finlandia untu...
Biden Melawat ke Korea Selatan dan Jepang, Tekankan Prioritas AS di Indo-Pasifik
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Presiden AS Joe Biden melawat ke Korea Selatan dan Jepang Kamis (19/5), setelah menjamu para pemimpi...
Petani di Kayin, Myanmar Hadapi Serangan Membabi Buta
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Di Myanmar, jumlah serangan udara yang dilancarkan oleh tentara dan pemboman serampangan meningkat p...
Twitter Berupaya Bersihkan Disinformasi Soal Perang
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Twitter meningkatkan upayanya untuk melawan penyebaran disinformasi dengan kebijakan baru yang menin...
InfodariAnda (IdA)