Kasus COVID Meningkat Lagi di Beberapa Negara Bagian India
Elshinta
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kasus COVID Meningkat Lagi di Beberapa Negara Bagian India
DW.com - Kasus COVID Meningkat Lagi di Beberapa Negara Bagian India

Setelah gelombang kedua Pandemi COVID yang mematikan menyergap India pada bulan April dan Mei, kasus dilaporkan terus menurun di seluruh negeri dalam beberapa bulan terakhir, bahkan ketika pembatasan juga dilonggarkan.Namun kondisinya berbeda di negara bagian Maharashtra di barat dan negara bagian Kerala diselatan India. Beberapa bulan terakhir dua negara bagian itu mencatat lagi lonjakan kasus corona.

Pada hari Rabu, Maharashtra melaporkan 3.783 kasus baru corona dan 56 kematian, menjadikan jumlah total kasus infeksi menjadi lebih 6.500.000 dan jumlah korban meninggal lebih dari 138.000. Kerala mengkonfirmasi total kasus infeksi lebih dari 4.400.000 dengan hampir 23.000 kasus kematian.

Para ahli telah memperingatkan potensi gelombang ketiga yang akan menyerang pada bulan Oktober, di tengah musim festival yang akan datang, dimulai festival Hindu Ganesh Chaturthi yang berlangsung selama 11 hari dimulai hari Jumat.

Pemerintah negara bagian juga telah melakukan antisipasi, dengan memberlakukan langkah-langkah untuk meredam acara yang dihadiri massa dalam jumlah besar. "Gelombang ketiga tidak akan datang, itu sudah ada di sini," kata Wali Kota Mumbai Kishori Pednekar dengan nada ironi kepada wartawan, Selasa.

India tingkatkan langkah kesehatan

Pemerintah pusat di New Delhi dalam pertemuan pekan lalu menegaskan, tidak ada ruang untuk merasa puas dalam hal kesiapan menghadapi gelombang pandemi berikutnya.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan, upaya sedang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur rumah sakit dan ketersediaan oksigen, sebagai bagian dari Paket Tanggap Darurat COVID II pemerintah.

Rijo M. John, seorang ekonom kesehatan yang berbasis di Kerala mengatakan: "Kasus di Kerala tinggi karena masih memiliki proporsi tinggi populasi yang tidak terinfeksi, dan varian delta masih terus menyebar."

Tetapi setelah lonjakan tinggi, John mengatakan jumlah kasus di Maharashtra dan Kerala mulai stabil. "Kasus [terutama dalam rata-rata 7 hari] tidak meningkat ... Di kedua negara bagian, itu stabil atau menurun," katanya kepada DW.

Tingginya vaksinasi memberikan harapan

Program vaksinasi India juga meningkat meskipun dengan awal yang lambat. Negara ini sekarang memiliki jumlah tertinggi di dunia, individu yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID. Namun, dengan populasi total yang sangat besar, jumlah yang divaksinasi tetap di bawah 14%.

"Jika gelombang ketiga terjadi, kami lebih siap, terutama untuk kelompok lanjut usia mengingat jumlah vaksinasi yang tinggi,” ujar Niranjan Patil, seorang dokter di Mumbai kepada DW. Dia menambahkan bahwa rumah sakit swasta yang dikelolanya sekarang memiliki "rejimen pengobatan dan strategi perawatan yang lebih baik" di samping infrastruktur yang ditingkatkan.

"Namun, kita harus lebih siap untuk orang yang tidak divaksinasi, dan untuk perawatan pasien anak," katanya.

Baik Maharashtra dan Kerala memiliki jumlah inokulasi yang tinggi. Maharashtra berada di posisi teratas di antara negara bagian di India dalam jumlah orang dewasa yang telah menerima dua dosis vaksin.

Namun munculnya berbagai varian baru corona masih menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli kesehatan.

Pihak berwenang India sedang mengumpulkan lebih banyak data, untuk memutuskan apakah akan memberikan suntikan booster alias vaksin dosis ketiga, seperti yang telah dilakukan beberapa negara.

Tidak rencanakan "lockdown” baru

Otoritas negara bagian Maharashtra dan Kerala sejauh ini tidak memandang perlu diberlakukannya "lockdown” baru.

Beberapa pembatasan dan jam malam masih berlaku, tetapi "lockdown” baru, bisa berisiko tinggi bagi ekonomi negara.

"Menurut saya tidak ada kebutuhan untuk ‘lockdown' lagi," kata John kepada DW.

"Sistem pelayanan kesehatan Kerala mampu mengelola penyebaran saat ini, dengan kasus rawat inap yang relatif lebih sedikit, sebagian besar karena peningkatan vaksinasi di Kerala. Di Maharashtra juga, tidak ada tanda-tanda peningkatan kasus dan "lockdown” tidak diperlukan lagi," katanya.

Perpecahan utara-selatan India

Kasus COVID relatif tetap rendah di seluruh India. Studi menunjukkan hal menarik adanya pembagian utara-selatan, antara Maharashtra dan negara bagian selatan lainnya yang memiliki beban kasus tinggi, dan negara bagian utara yang mengalami penurunan kasus.

Beberapa ahli kesehatan mengkaitkan hal ini dengan tingkat pengujian dan pelacakan yang lebih tinggi di negara bagian bersangkutan.

Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan, India tampaknya telah mencapai tahap endemik, di mana penduduk belajar untuk hidup dengan virus.

"Karena ukuran dan heterogenitas populasi dan status imunitas di berbagai bagian wilyahan di India juga berbeda-beda, sangat mungkin bahwa situasinya dapat berlanjut seperti ini, dengan pasang surut kasus di berbagai wilayah di India," katanya.

"Khususnya di kawasan dengan populasi yang lebih rentan, kelompok-kelompok yang mungkin kurang terpengaruh oleh gelombang pertama dan kedua, atau daerah dengan tingkat cakupan vaksinasi yang rendah, dapat mengalami puncak kasus infeksi corona untuk beberapa bulan ke depan," pungkas Swaminathan.

(sc/as)



Di saat kasus COVID-19 di sebagian besar India terus turun, negara bagian Maharashtra dan Kerala sebaliknya mencatat jumlah kasus yang relatif tinggi meskipun vaksinasi semakin meningkat. Apa pemicunya?
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Stasiun TV di Indonesia Yang Menyiarkan Inovator
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Bali TV (Denpasar) : setiap Sabtu jam 16:30 Elshinta TV (Jakarta) : setiap Senin – Kamis jam...
Gula Aren Obat Diabetes dari Indonesia, Akan Berlaga di Pertemuan Puncak Sains Berlin 2021
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Pengidap diabetes mellitus harus berjuang mengatasi keseharian yang membosankan, untuk menjaga kadar...
SpaceX Inspiration4: Era Misi Luar Angkasa Warga Sipil Dimulai
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Misi SpaceX Inspiration4 bisa dibilang lebih dari sekadar sebuah wisata luar angkasa, bukan hanya ka...
iPhone 13 Resmi Dirilis, Perluas Konektivitas 5G dan Chip Baru
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Apple Inc meluncurkan iPhone 13 dan iPad Mini baru pada Selasa (14/09), memperluas konektivitas 5G d...
Awal Sebuah Harapan Setelah Gugatan Polusi Udara Dikabulkan Sebagian.
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (16/09) resmi mengabulkan sebagian gugatan pencemaran uda...
Citra Fantastis Jagad Raya Dari Teleskop Ruang Angkasa Hubble
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Teleskop Luar Angkasa Hubble selama lebih 30 tahun mengirimkan gambar-gambar menakjubkan dari sudut ...
Kisah Finalis Puteri Indonesia dari Papua Barat Hadapi Diskriminasi dan Rasisme
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Saat SMA, Olvah Alhamid perempuan asal Timika, Papua Barat, pindah ke Surabaya, Jawa Timur untuk men...
Kapan Vaksin Covid-19 Akan Tersedia?
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Di seluruh dunia saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin. 50 diantaranya sudah melakukan uji klini...
Masalah-masalah yang Jadi Isu Penting Uni Eropa Tahun 2021
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Temuan dalam survei Eurobarometer yang ditugaskan oleh Uni Eropa (UE) baru-baru ini sangat jelas: Wa...
Kasus COVID Meningkat Lagi di Beberapa Negara Bagian India
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Setelah gelombang kedua Pandemi COVID yang mematikan menyergap India pada bulan April dan Mei, kasus...