Presiden Vietnam dan Presiden Kuba Bertemu di Havana
Elshinta
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Presiden Vietnam dan Presiden Kuba Bertemu di Havana
VOA Indonesia - Presiden Vietnam dan Presiden Kuba Bertemu di Havana
Presiden Vietnam  mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Kuba Miguel Díaz-Canel pada Minggu (19/9), sehari setelah Vietnam menyatakan akan mulai menggunakan vaksin COVID-19 buatan Kuba. Pemimpin Vietnam itu tiba di Havana hari Sabtu (18/9), hanya beberapa jam setelah otoritas kesehatan di Vietnam menyetujui penggunaan vaksin Abdala dalam perjuangan mereka melawan virus corona. Vaksin itu dibuat oleh Pusat Rekayasa Genetika dan Bioteknologi Kuba. Vietnam sekarang ini menghadapi peningkatan kasus COVID-19 dan baru sedikit di atas 6,5 persen populasinya yang telah divaksinasi penuh, menurut data dari Johns Hopkins University. Media setempat melaporkan bahwa Nguyen Xuan Phuc dijadwalkan mengunjungi mausoleum mendiang pemimpin Kuba Fidel Castro di kota Santiago. Ia juga akan berpartisipasi dalam dialog bisnis terkait Pelabuhan Mariel, di mana terletak Zona Bebas yang dipromosikan oleh otoritas Kuba. Kuba adalah satu-satunya negara Amerika Latin yang memiliki vaksin COVID-19 buatan sendiri dan sedang mengembangkan kampanye vaksinasi besar-besaran untuk rakyatnya di tengah-tengah wabah ini. Pemerintah berharap 90 persen populasinya telah diimunisasi pada bulan November mendatang. Pihak berwenang Kuba sekarang ini bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia untuk mendapatkan dukungan bagi vaksinnya. Presiden Vietnam dijadwalkan meninggalkan Kuba pada Senin (20/9). [uh/lt]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Perlu Segera Dibangun Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang Baru 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo mendesak perlunya penataan ulang sistem ketahanan kesehatan global yang baru pa...
Italia Minta Pakistan Ekstradisi Orang Tua Remaja yang Hilang
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Italia, Kamis (23/9) mengatakan pihaknya telah meminta Pakistan untuk mengekstradisi orang tua dari ...
Phil Grabsky, Shoaib Sharifi Rekam Peristiwa 20 Tahun di Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
My Childhood My Country: 20 Years in Afghanistan (“Masa Kecilku, Negeraku: 20 Tahun di Afghanistan...
Ketimpangan dalam Vaksin Virus Corona Jadi Fokus di Majelis Umum PBB 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Chad Mahamat Idriss Deby dan Presiden Uganda Yower...
Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Seorang penyelidik PBB di Myanmar telah menuduh junta militer negara itu melakukan serangan sistemat...
Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Amerikan Antony Blinken hari Kamis (23/9) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB u...
Kecam Deportasi Tak Manusiawi Migran Haiti, Utusan Khusus AS Mundur
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Utusan Khusus Amerika untuk Haiti Daniel Foote Kamis siang (23/9) mengundurkan diri dan mengecam ker...
Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington...
Irak Hadapi
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Irak Barham Salih pada Kamis (23/9) mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "pertempur...
Blinken Pahami Pengunduran Diri Utusan AS untuk Haiti
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan ia memahami ketidaksepakatan utusan khusus Amerika unt...