Auckland Lanjutkan PPKM Selama 2 Minggu
Elshinta
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Auckland Lanjutkan PPKM Selama 2 Minggu
VOA Indonesia - Auckland Lanjutkan PPKM Selama 2 Minggu
Pemerintah Selandia Baru mengumumkan kota terbesarnya akan tetap terkunci setidaknya selama dua minggu lagi, meskipun beberapa pembatasan akan dilonggarkan pada hari Selasa (21/9). Auckland telah berada dalam penguncian paling ketat selama lebih dari sebulan, kurun waktu terlama sejak pandemi dimulai. Selandia Baru telah mengambil pendekatan toleransi nol untuk mengatasi penyebaran virus corona dan telah berusaha untuk sepenuhnya menghilangkan wabah varian delta. Tetapi wabah itu ternyata sulit menghilang, dan kota itu terus melaporkan sekitar 20 kasus baru setiap hari. Wabah itu telah menyebar ke luar Auckland setelah seorang tahanan yang terinfeksi bebas dengan uang jaminan dan pulang ke desanya di sebuah kota kecil. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada hari Senin (20/9) bahwa dia yakin penguncian itu berhasil dan menurutnya tidak ada penularan yang tidak terdeteksi secara luas. “PPKM Level 4 telah memberikan hasil pada apa yang perlu kita lakukan. Kebijakan ini telah membantu kita mengatasi wabah. Dan, sekarang sementara kita melanjutkan pendekatan tanpa toleransi terhadap kasus, Level 3 masih memberikan aturan yang sangat penting dan ketat yang membantu kita terus melakukan pekerjaan penting itu,” jelasnya. Mulai Selasa (21/9), warga Auckland akan dapat membeli makanan di restoran dan membawanya pulang, dan beberapa tempat kerja dapat dibuka kembali. Tetapi kebanyakan orang masih akan diminta untuk tinggal dan bekerja dari rumah, dan sekolah-sekolah akan tetap tutup. [lt/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Perlu Segera Dibangun Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang Baru 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo mendesak perlunya penataan ulang sistem ketahanan kesehatan global yang baru pa...
Italia Minta Pakistan Ekstradisi Orang Tua Remaja yang Hilang
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Italia, Kamis (23/9) mengatakan pihaknya telah meminta Pakistan untuk mengekstradisi orang tua dari ...
Phil Grabsky, Shoaib Sharifi Rekam Peristiwa 20 Tahun di Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
My Childhood My Country: 20 Years in Afghanistan (“Masa Kecilku, Negeraku: 20 Tahun di Afghanistan...
Ketimpangan dalam Vaksin Virus Corona Jadi Fokus di Majelis Umum PBB 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Chad Mahamat Idriss Deby dan Presiden Uganda Yower...
Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Seorang penyelidik PBB di Myanmar telah menuduh junta militer negara itu melakukan serangan sistemat...
Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Amerikan Antony Blinken hari Kamis (23/9) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB u...
Kecam Deportasi Tak Manusiawi Migran Haiti, Utusan Khusus AS Mundur
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Utusan Khusus Amerika untuk Haiti Daniel Foote Kamis siang (23/9) mengundurkan diri dan mengecam ker...
Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington...
Irak Hadapi
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Irak Barham Salih pada Kamis (23/9) mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "pertempur...
Blinken Pahami Pengunduran Diri Utusan AS untuk Haiti
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan ia memahami ketidaksepakatan utusan khusus Amerika unt...