PM Morrison Desak Australia Hentikan Lockdown Jika Vaksinasi Sudah Cukup
Elshinta
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PM Morrison Desak Australia Hentikan Lockdown Jika Vaksinasi Sudah Cukup
ABC.net.au - PM Morrison Desak Australia Hentikan Lockdown Jika Vaksinasi Sudah Cukup

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan supaya para menteri utama negara bagian untuk tidak takut mencabut lockdown saat tingkat vaksinasi di wilayah mereka sudah mencapai titik tertentu.

Pemerintah di tingkat federal dan negara bagian sudah menyetujui rencana nasional bulan lalu untuk membuka kembali Australia jika tingkat vaksinasi sudah mencapai 80 persen.

Namun, peningkatan jumlah kasus varian Delta di Sydney membuat beberapa menteri utama khawatir dan mengatakan bahwa kalau pun tingkat vaksinasi itu sudah tercapai, mereka masih akan menggunakan lockdown untuk menurunkan tingkat kasus penularan baru.

Hari Senin (23/08), PM Scott Morrison mengatakan negara bagian harus  mempersiapkan diri menghadapi peningkatan jumlah kasus COVID-19.

"Kita harus mengubah cara berpikir kita.  Kasus bukan menjadi masalah lagi. Target kita adalah bagaimana mengurusi masalah penyakit serius, siapa yang harus di bawa ke rumah sakit, kemampuan ICU, dan kemampuan kita menangani itu semua."

PM Morrison mengatakan pemodelan yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa lockdown lebih banyak memberikan dampak negatif dibandingkan positif ketika target vaksinasi sudah dicapai.

PM Morrison juga mengatakan 'kecil kemungkinan' Australia akan kembali ke masa di mana 'tidak ada kasus COVID sama sekali."

Uji coba karantina di rumah di Adelaide

Sementara itu, pemerintah negara bagian Australia Selatan di Adelaide akan mulai melakukan uji coba karantina di rumah bagi warga yang baru datang dari negara bagian lain atau dari luar negeri sebagai bagian dari penanganan pandemi COVID-19.

Mulai minggu ini di Adelaide warga Australia Selatan yang baru kembali dari New South Wales dan Victoria yang sedang mengalami lockdown karena banyaknya kasus COVID, diperbolehkan melakukan karantina di rumah, dan bukan lagi di hotel yang ditentukan.

Ketentuan tersebut kemudian akan dibuka bagi kedatangan internasional.

Menteri Utama Australia Selatan Steven Marshall mengatakan mereka membawa usulan tersebut kepada Kabinet Nasional Australia sekitar 'satu atau dua bulan lalu'.

"Kami akan memulai minggu ini dengan mereka yang datang dari Sydney dan Melbourne, sebagai uji coba, sebelum kami melakukannya untuk kedatangan internasional di minggu-minggu mendatang."

Premier Marshall mengatakan aplikasi yang bisa mengenali wajah dan bisa mendeteksi posisi seseorang akan digunakan untuk  melacak mereka yang menjalani karantina.

Mereka akan dikontak secara acak dan harus memberikan bukti keberadaan mereka dalam waktu 15 menit.

"Dengan semakin banyak orang menjalani karantina, akan dibutuhkan banyak tenaga polisi untuk melakukan pengecekan, dan karena itu kami akan menggunakan teknologi dalam uji coba ini." katanya kepada ABC Radio Adelaide.

"Saya sangat bangga, kami di Australia Selatan bisa menggunakan teknologi untuk menguasai virus corona ini.

Qantas memberikan hadiah bagi yang divaksinasi

Sementara itu maskapai penerbangan utama Australia Qantas akan membuka undian berhadiah sebagai insentif untuk meningkatkan jumlah mereka yang divaksinasi di Australia.

Qantas akan menyediakan penerbangan gratis dan akomodasi gratis bagi mereka yang sudah divaksinasi.

Mulai dari sekarang sampai akhir tahun 2021, seluruh warga Australia yang berusia 18 tahun ke atas yang sudah divaksinasi penuh bisa memasukkan nama mereka ke 'mega prize draw".

Sepuluh orang nantinya akan memenangkan hadiah satu tahun naik pesawat gratis ke 60 destinasi, termasuk ke luar negeri, dan akomodasi gratis (345 hotel berbeda ambil bagian).

"Dampak pandemi terhadap industri perjalanan dan terhadap anggota kelompok bisnis Qantas Group membuat kami memiliki kepentingan bagi keberhasilan program vaksinasi," kata Direktur Eksekutif Qantas Alan Joyce.

"Bagi kami, mencapai tingkat vaksinasi di angka 70-80 persen akan berarti ribuan orang bisa kembali bekerja."

Pengumuman mengenai hadiah dari Qantas ini muncul di saat maskapai tersebut mengatakan seluruh awak kabin, pilot dan pekerja di bandara sudah harus divaksinasi pada bulan November 2021.

Dalam survei terhadap staf, sekitar 4 persen pekerja mengatakan mereka tidak mau divaksinasi atau tidak bisa melakukan vaksinasi karena alasan lain.

"Bagi yang tidak mau divaksinasi, kami berpandangan industri penerbangan bukan lapangan kerja yang cocok untuk mereka."

Menurut Alan Joyce, warga Australia hanya harus melihat bagaimana keadaan di beberapa negara di mana tingkat vaksinasi yang tinggi sudah membuat keadaan membaik.

"Saya sudah berbicara dengan rekan-rekan di maskapai penerbangan Eropa, beberapa diantara mereka sudah hampir kembali normal seperti sebelum pandemi," katanya.

"Ini adalah contoh yang bagus bagi kita."

Vaksin Pfizer bagi mereka yang berusia 12 tahun ke atas

Sementara itu anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas yang terdaftar dalam Skema Difabilitas Australia (NDIS) mulai pekan ini akan bisa mendapatkan vaksin Pfizer.

Menurut Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt, mulai hari Rabu sekitar 40 ribu anak-anak tersebut akan mendapatkan vaksinasi COVID.

"Ini akan memberikan perlindungan yang penting untuk anak."

Saat ini di Australia vaksin Pfizer hanya tersedia bagi anak-anak dalam kelompok umur 12-15 yang sudah memiliki masalah kesehatan atau warga aborigin atau Torres Strait Islander.

Badan yang mengizinkan peredaran obat di Australia The Therapeutic Goods Administration (TGA) sudah menyetujui penggunaan vaksin Pfizer bagi warga Australia yang berusia 12 tahun ke atas, namun pemerintah masih menunggu nasihat dari Kelompok Teknis Mengenai Imunisasi (ATAGI) sebelum membuka akses bagi seluruh kelompok umur.

Di akhir Agustus seluruh warga Australia yang berusia 16 tahun ke atas berhak mendapatkan vaksin Pfizer, vaksin yang jadi pilihan utama bagi mereka yang berusia di bawah 60 tahun.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Indonesia Dinyatakan Bersalah Soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo dan pejabat lainnya di Indonesia dinyatakan bersalah atas kelalaian m...
China Semakin Perkuat Militernya, Seberapa Kuat Negara Barat?
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Saat Australia memilih kekuatan nuklir sebagai bagian pertahanan dan garis pertempuran sedang ditari...
Indonesia Mencermati dengan Penuh Kehati-hatian Soal Kapal Selam Nuklir Australia
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Kementerian Luar Negeri Indonesia mencermati secara hati-hati rencana Pemerintah Australia untuk mem...
Ada Sejumlah Pria Tak Mau Divaksinasi Karena Takut Buah Zakar Membengkak
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Selasa kemain, penyanyi ternama Nicki Minaj mengajukan pertanyaan yang mungkin belum ada dalam piki...
Dua Buronan Kasus Terorisme Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ali Kalora, militan ekstremis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme yang paling di...
Saya Petarung: Manny Pacquiao Mencalonkan Diri Menjadi Presiden Filipina 2022
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ikon tinju dan senator Filipina Manny Pacquiao mengatakan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden...
Priya Dipaksa Menyaksikan Pacarnya Dibakar Hidup-hidup. Itu Salah Satu Alasannya Tak Bisa Pulang ke Sri Lanka
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Image: The Tamil family has been granted three more months but beyond that is anyone's guess. A...
Hal Apa Saja yang Mengejutkan Pendatang Tentang Australia?
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ada beberapa hal yang kemungkinan besar muncul di benak seseorang yang hendak pindah ke Australia: m...
PM Australia Mengontak Presiden Jokowi untuk Menenangkan Indonesia Soal Kapal Selam Nuklir
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Perdana Menteri Scott Morrison menghubungi Presiden Joko Widodo kemarin setelah Kementerian Luar Neg...
Ribuan Pekerja Kontruksi Berunjuk Rasa Melbourne, Kebanyakan Anti-vaksin
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Lebih dari seribu pengunjuk rasa yang sebagian besar anti-vaksinasi memadati pusat kota Melbourne, A...