Mengungkap Rahasia Fort Detrick: Dibangun Berbasis Nazi Jerman dan Pasukan Jepang Unit 731
Elshinta
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:10 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mengungkap Rahasia Fort Detrick: Dibangun Berbasis Nazi Jerman dan Pasukan Jepang Unit 731
CRI - Mengungkap Rahasia Fort Detrick: Dibangun Berbasis Nazi Jerman dan Pasukan Jepang Unit 731

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian pada 26 Juli lalu menyatakan, beberapa waktu yang lalu, suara rasional masyarakat internasional yang mengkritik pemolitisasian masalah penelusuran sumber Covid-19 oleh Amerika Serikat(AS) dan menuntut diadakannya penyelidikan terhadap laboratorium biologi Fort Detrick AS terus bertambah. Pihak AS hendaknya segera menunjukkan sikap yang transparan dan bertanggung jawab, serta mengundang para ahli WHO untuk berkunjung ke AS, dalam rangka mengadakan penyelidikan terhadap laboratorium biologi Fort Detrick, dan mengembalikan kenyataan kepada dunia. Rahasia apa saja yang disembunyikan oleh pangkalan penelitian senjata biokimia Fort Detrick tentara AS? Cerita ini dimulai dari permulaannya:

Pada tahun 1941, mantan Komandan AD AS Henry Lewis Stimson mendapat informasi rahasia bahwa tentara Jepang telah menggunakan senjata bakteri di Tiongkok dan mengakibatkan korban jiwa warga sipil dalam jumlah besar. Stimson segera menyuruh 9 ilmuwan untuk melakukan evaluasi terhadap informasi rahasia tersebut, setelah menerima laporan dari tim ahli, dia segera menyerahkan surat kepada Presiden AS saat itu, Franklin Delano Roosevelt.

Tak lama kemudian, setelah mendapat otoritas dari Roosevelt, tentara AS memutuskan untuk menghidupkan sebuah proyek rahasia untuk mengembangkan senjata biologi. Setelah persiapan selama dua tahun, kamp Detrick diresmikan, dan ditunjuk sebagai markas besar laboratorium perang biologi AD.

Tahun 1945, seiring dengan berakhirnya Perang Dunia II, bertolak dari pertimbangan geopolitik, Presiden Roosevelt yang sebelumnya menyebut “kami tidak boleh memberikan perlindungan kepada orang Jerman siapa pun, karena di antaranya terdapat kriminal perang”, tiba-tiba mengubahkan keputusan tersebut, dan memberi 100 lebih paspor AS kepada tentara AS, supaya mereka dapat membawa para ilmuwan Nazi ke wilayah AS dengan cara penandatanganan kontrak perekrutan.

Tentara AS secara akumulatif telah merekrut 2.000 lebih ilmuwan, di antaranya terdapat ahli biokimia Jerman Erich Traub, yang pernah melakukan pekerjaan budidaya bakteri hidup atas perintah Heinrich Luitpold Himmler, kepala SS (Skuadron Pelindung) pasukan elit partai Nazi Jerman. Di bawah pedoman Traub, para petugas Fort Detrick membawa koper yang memuat bakteri berjalan di Washington dan Los Angeles, dan memasang bom kimia yang mengandung bakteri Bacillus subtilis di stasiun Metro New York untuk menguji waktu dan lingkup infeksi.

Yang sama-sama “dilindungi” oleh Fort Detrick masih terdapat pemimpin unit 731 tentara bakteri Jepang Shiro Ishii. Tahun 1946, Shiro Ishii diamankan secara rahasia oleh tentara AS. AS tidak hanya tidak menyiasati pidana Shiro, tapi mengajak dia menjabat sebagai penasihat senjata biologi di laboratorium Fort Detrick. Hampir tidak ada anggota unit 731 yang dihukum pidana termasuk Shiro.

Para ahli Fort Detrick hanya membayar 700 Dolar US kepada Shiro dan mendapatkan 8.000 lebih tampilan slide seputar “eksperimen bakteri yang dilakukan terhadap manusia dan binatang” serta sejumlah besar data-data mengenai eksperimen tubuh manusia, bakteri, perang bakteri dan eksperimen gas beracun. Dokumen-dokumen tersebut telah menjadi referensi dan bahan penting bagi AS dalam melakukan penelitian senjata bakteri di Fort Detrick.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gala Festival Bulan Purnama CMG Pertama Kali Disiarkan Langsung di Dalam dan Luar Negeri
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Malam Gembira atau Gala Festival Bulan Paripurna China Media Group (CMG) 2021 akan digelar pada 21 S...
Kemenlu: Tiongkok Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Mantan Presiden Aljazair Boutefilka
Selasa, 21 September 2021 - 07:33 WIB
XINHUA: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian pada hari Minggu kemarin (19/9) mengatakan b...
Lebih Dari 1 Miliar Warga Tiongkok Tervaksinasi Lengkap
Selasa, 21 September 2021 - 07:33 WIB
XINHUA: Dikabarkan dari Kantor Pencegahan dan Pengendalian Wabah Koalisi Dewan Negara Tiongkok, terh...
“ISIS” Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan di Ibukota Provinsi Nangarhar
Selasa, 21 September 2021 - 07:32 WIB
Pada hari Minggu malam (19/9) waktu setempat, “ISIS-Khorasan”, mengumumkan bertanggung j...
Direktur CMG Kirim Salam Perayaan Hari Tiongciu Kepada Tokoh-tokoh Sahabat Dalam dan Luar Negeri
Selasa, 21 September 2021 - 07:31 WIB
CMG: Menjelang perayaan hari raya tradisional Tiongciu, Direktur China Media Group (CMG) Shen Haixio...
Presiden Tiongkok Akan Hadiri Debat Umum SMUPBB Ke-76
Selasa, 21 September 2021 - 07:31 WIB
 Presiden Tiongkok Xi Jinping akan menghadiri Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB Ke-76 dan meny...
Xi Jinping Berikan Ucapan Selamat Kepada Presiden Nepal Atas Perayaan Hari Nasional Nepal
Selasa, 21 September 2021 - 07:31 WIB
Presiden Tiongkok Xi Jinping hari ini (20/9) memberikan ucapan selamat kepada Presiden Nepal Bidhya ...
Hasil Pemilihan Panitia Pemilihan Hong Kong Diumumkan
Selasa, 21 September 2021 - 07:31 WIB
Hasil pemilihan normal Panitia Pilihan Hong Kong 2021 diungkapkan pagi tadi hari ini (20/9), sebanya...
Pesawat Antariksa Kargo “Tianzhou-3” Diluncurkan ke Angkasa
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Dikabarkan Kantor Proyek Penerbangan Antariksa Berawak Tiongkok, pukul 15.10 hari ini (20/9) waktu B...
Jubir Kemenlu Tiongkok Tanggapi Hasil Pemilu Duma Negara Rusia
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Menurut informasi dari situs web Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari ini (20/9), Juru Bicara ...
Live Streaming Radio Network