Kenali Kanker dengan Tes Pernapasan
Elshinta
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:46 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kenali Kanker dengan Tes Pernapasan
DW.com - Kenali Kanker dengan Tes Pernapasan

Hidung anjing bisa mendeteksi kanker paru-paru. Anjing bernama Bizzi memang dilatih untuk itu. Hewan ini bisa membedakan antara embusan napas biasa dan yangmengandung kanker.

Hidung elektronik juga bisa. Reseptor bau yang dibuat manusia ini bisa mengenali perbedaan antara sehat dan sakit.

Prof. Rembert Koczulla mengungkap, ide bahwa orang bisa mengenali, atau mendiagnosis penyakit lewat udara yang diembuskan seseorang, sudah sangat tua. Ahli pulmologi di klinik universitas Marburg itu mengatakan, tepatnya sejak zaman Hippokrates, sekitar 400 sebelum Masehi.

Deteksi penyakit lewat udara

Akhirnya ide ini sekarang tiba di dunia kedokteran modern. Bahkan sudah lumayan dipercaya, bahwa beberapa penyakit bisa dideteksi lewat udara yang diembuskan orang.

Kanker paru-paru adalah penyakit kanker kedua paling sering, yang menyerang pria. Sedangkan pada perempuan, ini kanker ketiga paling sering. Setiap tahunnya, di Jerman lebih dari 50.000 orang terkena kanker jenis ini. Masalahnya, simtom seperti batuk, sesak napas serta kehilangan bobot tubuh baru muncul belakangan.

Pada citra rontgen, kanker paru-paru juga baru bisa dikenali kalau sudah hampir terlambat. Jadi rontgen tidak bisa digunakan untuk pengenalan dini.

Yang bisa menunjukkan jelas perubahan pada paru-paru adalah tomografi terkomputasi. Dengan sistem ini, kanker paru-paru bisa dikenali secara dini. Namun kadang-kadang hasilnya salah pula.

Diagnosis salah

"Bahayanya adalah kekhawatiran, karena orang melihat sesuatu di dalam paru-paru, orang langsung harus memeriksakan diri.“ Stefan Delorme, pakar radiologi di Pusat Penelitian Kanker Jerman mengatakan, sebaik apapun penyaringannya, akhirnya ada saja pasien yang dioperasi, walaupun tumor yang ditemukan tidak berbahaya. “Jadi mereka dioperasi padahal tak perlu.“

Oleh sebab itu, ahli radiologi meneliti, bagaimana diagnosis bisa diperbaiki lewat pendataan lain, misalnya: sesering apa ia merokok, atau apakah ada faktor keturunan.

Harus ada sistem yang terdiri dari beberapa penelitian yang saling bersusulan selama bertahun-tahun. Begitu diungkap Dr. Stefan Delorme. “Jika itu ada, banyak efek merugikan dari pemeriksaan yang salah bisa dihilangkan, yaitu orang dioperasi walaupun orang tidak menderita kanker.“

Peneliti juga masih mencari kemungkinan baru untuk mengenali kanker paru-paru. Di sinilah anjing seperti Bizzi memainkan peranan penting. Dalam rangka studi ilmiah Bizzi belajar untuk mendeteksi kanker.

Anjing identifikasi bau kanker

Anjing mampu mengidentifikasi bau kanker, dan menunjukkannya, jika ia belajar untuk melakukannya, jelas dokter hewan Inge Neubert, sambil menambahkan, “Jika orang memang mengkondisikan anjing itu.“ Kalau sudah dilatih, anjing bahkan bisa mendeteksi jejak kecil dari kanker, yaitu dari bebauan khusus yang dilepas sel kanker.“

Untuk penelitian itu, orang-orang yang menderita kanker paru-paru dan yang sehat mengembuskan udara lewat secarik tekstil khusus. Pada tekstil itu, partikel dari udara yang diembuskan tertinggal.

Inilah yang diberikan untuk dicium anjing yang sudah dilatih. Jika Bizzi mendeteksi kanker, ia harus berbaring. Bizzi dan sejumlah anjing lainnya ternyata bisa melakukannya dengan baik.

Prof. Rembert Koczulla menjelaskan, "Yang mengagumkan adalah, anjing menciumnya dengan tepat, dan tidak terpengaruh bau-bau lain di sekitarnya.“ Jadi tidak peduli apa yang sudah dimakan orang itu, juga berapa usianya, anjing berfokus untuk mengenali kanker.

Hidung elektronik juga handal

Peneliti juga melakukan riset beda hidung anjing dengan hidung elektronik. Sensor bau elektronik seperti itu bisa diprogram untuk mengenali pola tertentu dalam udara yang diembuskan. Tapi hidung elektronik juga harus belajar terlebih dahulu, apa yang harus dikenali. Setelah itu barulah mesin bisa mengenali, apakah sebuah sampel mengandung pola bau kanker paru-paru atau tidak.

"Jika anjing dan hidung elektronik dibandingkan, orang bisa melihat, keduanya berfungsi baik,“ kata Prof. Koczulla. Tapi hidung elektronik mungkin sedikit lebih baik, karena anjing kadang rentan terhadap faktor lain, misalnya emosi majikannya, atau juga hal lain yang tidak bisa kita mengerti. (ml/yp)



Semakin dini kanker paru-paru didiagnosis, semakin tinggi kesempatan sembuhnya. Peneliti sekarang mengerjakan metode baru pengenalan dini. Yaitu dengan bantuan anjing.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gula Aren Obat Diabetes dari Indonesia, Akan Berlaga di Pertemuan Puncak Sains Berlin 2021
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Pengidap diabetes mellitus harus berjuang mengatasi keseharian yang membosankan, untuk menjaga kadar...
SpaceX Inspiration4: Era Misi Luar Angkasa Warga Sipil Dimulai
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Misi SpaceX Inspiration4 bisa dibilang lebih dari sekadar sebuah wisata luar angkasa, bukan hanya ka...
iPhone 13 Resmi Dirilis, Perluas Konektivitas 5G dan Chip Baru
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Apple Inc meluncurkan iPhone 13 dan iPad Mini baru pada Selasa (14/09), memperluas konektivitas 5G d...
Awal Sebuah Harapan Setelah Gugatan Polusi Udara Dikabulkan Sebagian.
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (16/09) resmi mengabulkan sebagian gugatan pencemaran uda...
Kapan Vaksin Covid-19 Akan Tersedia?
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Di seluruh dunia saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin. 50 diantaranya sudah melakukan uji klini...
Masalah-masalah yang Jadi Isu Penting Uni Eropa Tahun 2021
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Temuan dalam survei Eurobarometer yang ditugaskan oleh Uni Eropa (UE) baru-baru ini sangat jelas: Wa...
Instagram Berupaya Mencegah Kerusakan Mental Pada Remaja Perempuan
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Laporan dari Wall Street Journal mengutip riset Facebook yang menunjukkan fitur foto-sentris Instagr...
Visi Christo dan Jeanne-Claude Membungkus Arc de Triomphe Jadi Kenyataan
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Hari masih pagi di Paris, baru ada sedikit turis di jalan utama Champs Elysees yang biasanya ramai. ...
Hari PMI: Berbagi Sekantong Darah untuk Selamatkan Nyawa
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Di hari jadi ke-76 yang jatuh pada 17 September, banyak tantangan yang masih dihadapi Palang Merah I...
Merindukan “Duel Maut“ Zaman Helmut Schmidt vs Franz Josef Strauss
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Angela Merkel memilih untuk tidak lagi jadi kanselir, jabatan yang melekat padanya selama 16 tahun k...
Live Streaming Radio Network