Berkisah Tentang Anne Frank, Debut Film Animasi di Festival Film Cannes
Elshinta
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:46 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Berkisah Tentang Anne Frank, Debut Film Animasi di Festival Film Cannes
DW.com - Berkisah Tentang Anne Frank, Debut Film Animasi di Festival Film Cannes

Buku Harian Anne Frank, kisah pencurahan harapan dan impian seorang gadis muda Yahudi ketika bersembunyi dari kejaran Nazi di Amsterdam, Belanda, selama Perang Dunia II, pernah diadaptasi menjadi film pemenang Oscar satu dekade atau lebih setelah buku itu diterbitkan tahun 1947. Sekarang, hampir 75 tahun kemudian, cerita itu kembali tampil ke layar lebar, kali ini sebagai film animasi "Where Is Anne Frank" di ajang bergengsi Festival Film Cannes.

Versi cerita ini berfokus pada Kitty, teman imajiner dan alter-ego Anne Frank, yang menjadi curahan hati gadis itu di buku hariannya. Bertempat di Amsterdam masa kini, Kitty berangkat untuk menemui Anne Frank dengan merenungkan kembali isi buku harian itu. Film ini juga tentang romansa, petualangan, tentang seorang remaja cerdas yang mencintai kehidupan, yang menjaga adiknya Margot dan sering berkonflik dengan ibunya.

Muncul di Eropa masa kini, Kitty juga bertemu dengan orang-orang muda lain yang berada dalam bahaya dan melarikan diri dari konflik. "Ini mengingatkan Kitty pada Anne, dan fakta bahwa Anne tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri selama waktu persembunyiannya yang relatif singkat," kata sutradara Israel Ari Folman. "Pengalaman ini mengubah Kitty menjadi seorang aktivis. Pada saat yang sama, dia menyadari kekuatannya untuk mempromosikan gerakan membela hak-hak anak."

Menarik remaja mengenal kisah Anne Frank

Direktur artistik film itu, Lena Grubman, mengatakan bahwa tujuan penggunaan animasi adalah untuk membuat film ini "lebih mudah diakses" generasi remaja muda, yang tumbuh dengan internet dan yang mungkin cenderung tidak membaca buku Anne Frank. Film yang menceritakan kisah Anne Frank sepenuhnya dalam gambar dan animasi ini menggunakan gaya animasi yang hidup, dengan menggunakan 159.000 gambar yang dibuat di 15 negara.

Hasil akhirnya telah dipuji oleh para kritikus pada debut di Festival Film Cannes pekan lalu. "Kitty, teman imajiner yang disebutkan dalam buku harian Anne Frank, melompat dari halaman buku menjadi seorang gadis versi pena-dan-tinta yang hidup dalam darah dan daging dalam karya Ari Folman yang mengesankan," tulis Hollywood Reporter.

Film ini juga menarik penonton muda melalui sketsa bergaya budaya pop yang lucu, seperti ketika penyanyi superstar Justin Bieber muncul di Museum Anne Frank. Film ini juga menampilkan soundtrack meriah Karen O dari band Yeah Yeah Yeahs.

Refleksi kontemporer tentang pengungsi muda

Berbekal buku harian Anne Frank, Kitty dibantu dalam pencariannya oleh Peter, yang menjalankan tempat penampungan rahasia untuk pengungsi tanpa dokumen. Bersama-sama, mereka menelusuri kembali kehidupan Anne bersama keluarganya hingga akhir yang tragis, saat dia menjadi korban Holocaust.

"[Kitty] juga menemukan situasi saat ini di Eropa, dibanjiri pengungsi dari seluruh dunia, melarikan diri dari zona perang," jelas Ari Folman.

Kecewa dengan ketidakadilan yang dialami pengungsi anak-anak, Kitty ingin memenuhi misi Anne dan memberikan harapan bagi generasi mendatang.

"Setelah Kitty mengetahui bahwa Anne telah meninggal, dan kemudian menemukan batu pusara di Bergen-Belsen yang bertuliskan namanya, dia menulis surat kepadanya dan berjanji untuk mewujudkan impian Anne, untuk menyelamatkan setiap orang yang dapat diselamatkan," kata Folman. "Dan dia berjanji untuk memenuhi mimpi Anne untuk jatuh cinta. Ini semacam sumpah persahabatan di antara kedua gadis itu."

(hp/ae)



Sebagai tanggapan terhadap meningkatnya antisemitisme, film animasi "Where Is Anne Frank" arahan sutradara Israel Ari Folman membahas perjuangan para pengungsi muda masa kini.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gula Aren Obat Diabetes dari Indonesia, Akan Berlaga di Pertemuan Puncak Sains Berlin 2021
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Pengidap diabetes mellitus harus berjuang mengatasi keseharian yang membosankan, untuk menjaga kadar...
SpaceX Inspiration4: Era Misi Luar Angkasa Warga Sipil Dimulai
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Misi SpaceX Inspiration4 bisa dibilang lebih dari sekadar sebuah wisata luar angkasa, bukan hanya ka...
iPhone 13 Resmi Dirilis, Perluas Konektivitas 5G dan Chip Baru
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Apple Inc meluncurkan iPhone 13 dan iPad Mini baru pada Selasa (14/09), memperluas konektivitas 5G d...
Awal Sebuah Harapan Setelah Gugatan Polusi Udara Dikabulkan Sebagian.
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (16/09) resmi mengabulkan sebagian gugatan pencemaran uda...
Kapan Vaksin Covid-19 Akan Tersedia?
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Di seluruh dunia saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin. 50 diantaranya sudah melakukan uji klini...
Masalah-masalah yang Jadi Isu Penting Uni Eropa Tahun 2021
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Temuan dalam survei Eurobarometer yang ditugaskan oleh Uni Eropa (UE) baru-baru ini sangat jelas: Wa...
Instagram Berupaya Mencegah Kerusakan Mental Pada Remaja Perempuan
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Laporan dari Wall Street Journal mengutip riset Facebook yang menunjukkan fitur foto-sentris Instagr...
Visi Christo dan Jeanne-Claude Membungkus Arc de Triomphe Jadi Kenyataan
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Hari masih pagi di Paris, baru ada sedikit turis di jalan utama Champs Elysees yang biasanya ramai. ...
Hari PMI: Berbagi Sekantong Darah untuk Selamatkan Nyawa
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Di hari jadi ke-76 yang jatuh pada 17 September, banyak tantangan yang masih dihadapi Palang Merah I...
Merindukan “Duel Maut“ Zaman Helmut Schmidt vs Franz Josef Strauss
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB
Angela Merkel memilih untuk tidak lagi jadi kanselir, jabatan yang melekat padanya selama 16 tahun k...
Live Streaming Radio Network