PBB Desak Negara-negara Serius Tangani Isu Perbudakan dan Rasisme Masa Lalu
Elshinta
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PBB Desak Negara-negara Serius Tangani Isu Perbudakan dan Rasisme Masa Lalu
DW.com - PBB Desak Negara-negara Serius Tangani Isu Perbudakan dan Rasisme Masa Lalu

Komisaris Tinggi Hak Asasi Mansuia PBB Michelle Bachelet mendesak negara-negara untuk mengambil "berbagai langkah reparasi" untuk mengatasi warisan perbudakan, pemerintahan kolonial dan diskriminasi rasial.

Michelle Bachelet mengatakan hal itu ketika memperkenalkan laporan terbaru PBB tentang rasisme di seluruh dunia dan dampaknya terhadap warga keturunan Afrika.

Laporan itu mulai disusun setelah peristiwa terbunuhnya pria kulit hitam George Floyd oleh seorang perwira polisi kulit putih di Minneapolis, negara bagian Minnesota, AS, pada tahun 2020. Peristiwa itu memicu aksi protes besar di dalam dan luar negeri dan meluas sebagai gerakan Black Live Matters.

Poin-poin penting yang disorot Komisaris Tinggi HAM PBB

Selama penelitian untuk menyusun laporan itu, PBB "tidak dapat menemukan satu pun contoh negara yang secara komprehensif menangani masa lalunya atau memperhitungkan dampaknya terhadap kehidupan warga keturunan Afrika saat ini," kata Michelle Bachelet.

Ini terlepas dari beberapa upaya yang dilajukan dengan cara menyatakan permohonan maaf, melakukan litigasi maupun mengenang masa-masa itu.

Michelle Bachelet merekomendasikan agar negara-negara "membuat, memperkuat, dan sepenuhnya mendanai proses komprehensif - dengan partisipasi penuh dari masyarakat yang terkena dampak - untuk menyebarkan kebenaran tentang apa yang telah dilakukan, dan kerugian yang terus ditimbulkannya."

Pejabat AS tanggapi isu perbudakan dan rasisme

Selanjutnya Michelle Bachelet mengatakan, proses itu "penting untuk menyembuhkan masyarakat kita dan memberikan keadilan atas kejahatan yang mengerikan" dan itu akan "mengubah masa depan."

Wakil duta besar AS di Jenewa, Benjamin Moeling, menyambut baik "laporan yang berwawasan luas dan terus terang" dalam sebuah pernyataan video.

"Amerika Serikat menangani tantangan ini, di dalam dan luar negeri, secara jujur dan transparan, dengan mengatasi masalah-masalah mendasar dari diskriminasi rasial dan penggunaan kekuatan berlebihan dalam kepolisian," kata Benjamin Moeling.

Sementara itu, Di AS masih terjadi perdebatan tentang gagasan reparasi atas perbudakan dan dampak-dampak diskriminasi sosial dan yudisial yang disebabkannya.

hp/pkp (afp, ap)



Mengatasi warisan rasisme, kolonialisme, dan perbudakan masa lalu dengan langkah-langkah seperti repatriasi dan lainnya akan "mengubah masa depan kita," kata Komisaris Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
HRW: Bendungan di Kamboja Hancurkan Kehidupan Puluhan Ribu Orang
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Organisasi internasional hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW), menyebutkan bendungan Lower Ses...
Bersepeda Solusi bagi Kemacetan dan Polusi di Mesir
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
ibu kota Mesir, Kairo, yang pada 2025 diprediksi akan menampung hingga 24 juta penduduk. Untuk menga...
Robot Jangkau Lokasi Yang Terlalu Berbahaya bagi Manusia
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Tragedi meledaknya reaktor nuklir di Fukushima mengingatkan kita tentang ancaman paparan zat radioak...
Penyandang Disabilitas dan Transpuan sebagai Model Fesyen
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Dunia mode sejak lama dikritik karena abai terhadap mereka yang dianggap tidak mewakili standar keca...
Kenali Pusar Anda
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Apakah pusarmu "masuk" atau "keluar"? Semua orang memiliki pusar, tetapi tidak ada yang sama. Kenapa...
Pakar Kuliner UGM: Nasi Goreng Indonesia Istimewa karena Beraneka Ragam
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Nasi goreng bukan hanya sekadar jadi salah satu kuliner unggulan nusantara yang disukai oleh banyak ...
Lewat Novel Sejarah, Penulis Akmal Nasery Basral Hidupkan Kembali Tokoh Kemerdekaan
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Di tengah perayaan HUT Kemerdekaan Ke-76 Republik Indonesia, penulis Akmal Nasery Basral, 53, berhar...
Pasangan Ini Bantu Ribuan Keluarga di Bali Bertahan Hidup saat Pandemi
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Di tengah pandemi COVID-19 yang kembali mengamuk, solidaritas warga justru tampak semakin menguat. S...
BNPT Perlu Waspada Euforia Taliban oleh Simpatisan Indonesia
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Keberhasilan Taliban menguasai ibu kota Kabul dan hampir seluruh wilayah di Afganistan dalam hitunga...
Angkot Indonesia di Jerman: Keburu Jauh, Apa Salah Jurusan?
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Warna-warni yang mencolok mendominasi sebuah angkutan kota (angkot) yang melaju di jalanan Kota Köl...
Live Streaming Radio Network