Mahasiswa Selandia Baru Kembangkan Material Papan Skateboard Dari Dedaunan
Elshinta
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mahasiswa Selandia Baru Kembangkan Material Papan Skateboard Dari Dedaunan
VOA Indonesia - Mahasiswa Selandia Baru Kembangkan Material Papan Skateboard Dari Dedaunan
Dua orang mahasiswa Selandia Baru mengembangkan bahan ramah lingkungan yang terbuat dari daun kubis dan biji rami (flax) yang dalam waktu dekat bisa digunakan untuk pembuatan papan ski, kayak dan skateboard (papan luncur) berkualitas tinggi. Mereka berencana menggunakannya untuk mengganti material fiberglass tradisional dan serat karbon. Papan skateboard harus tahan banting. Dua mahasiswa di University of Canterbury, Selandia Baru, Ben Scales dan William Murrell, yakin mereka bisa membuat papan yang lebih tahan lama dengan serat tanaman. Setelah bereksperimen di bengkel garasi mereka, keduanya menciptakan bahan komposit alami baru. Scales, mahasiswa desain produk berusia 21 tahun, mengatakan bahwa versi pertama material ciptaan mereka berkualitas cukup baik. “Prototipenya adalah papan skateboard bio-komposit harakeke. Jadi, 25 persen serat harakeke dan 75 persen asam polilaktat daur ulang, yang merupakan plastik yang berasal dari pati jagung. Biasanya digunakan dalam teknik cetak 3D, dan kami menemukan bahwa bahan itu cocok untuk papan skateboard karena menyerap benturan dan guncangan jauh lebih banyak ketimbang, katakanlah, skateboard dari serat karbon atau skateboard kayu konvensional,” jelasnya. Serat itu diekstraksi dari tanaman Harakeke, biji rami asli Selandia Baru, dan campuran berbagai resin. Daun kubis, yang mirip dengan daun pohon palem, juga menjadi bahan utama. Mereka berencana menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan itu untuk membuat papan ski, snowboard dan kayak, yang saat ini dibuat dari fiberglass dan serat karbon. Keduanya menarik minat calon mitra bisnis di luar negeri. Scales mengatakan, “Mereka terdiri dari perusahaan Eropa produsen kapal hingga papan ski, dan beberapa perusahaan startup luar negeri yang mencoba untuk membangun industri transportasi pribadi dengan produk sepeda elektrik dan semacamnya, dan mereka mencari bahan ramah lingkungan yang tidak tersedia dalam industri seperti itu. Jadi, mereka ingin menggunakan material kami begitu kami selesai mempersiapkannya, yang semoga saja siap dalam waktu dekat.” Jika mereka berhasil, kedua mahasiswa itu dapat menghidupkan kembali industri serat rami Selandia Baru, dan mengembalikan tradisi suku asli M?ori sebelum penjajahan Eropa. [rd/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Partai Dukungan Kremlin Memimpin dalam Pemilu Parlemen Rusia
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Partai Rusia Bersatu dukungan Kremlin yang berkuasa mengklaim telah meraih mayoritas super dua per t...
Presiden Vietnam dan Presiden Kuba Bertemu di Havana
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Presiden Vietnam  mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Kuba Miguel Díaz-Canel pada Minggu (19/9)...
PM Australia Bertolak ke AS, Hadiri Pertemuan dengan Presiden Biden
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison terbang ke Amerika Serikat pada hari Senin (20/9) untuk per...
Pfizer: Vaksin COVID-nya Aman dan Efektif untuk Anak-Anak Usia 5-11
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Pfizer menyatakan vaksin COVID-19 buatannya aman dan efektif untuk anak-anak berusia 5-11 tahun. Pe...
Auckland Lanjutkan PPKM Selama 2 Minggu
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Pemerintah Selandia Baru mengumumkan kota terbesarnya akan tetap terkunci setidaknya selama dua ming...
Penembakan di Kampus Rusia, Sedikitnya 8 Tewas
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Seorang mahasiswa melepaskan tembakan di sebuah kampus universitas di Rusia Tengah, Senin (20/9), se...
Migran Haiti Mencari Berbagai Cara Mencapai Perbatasan AS-Meksiko
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Ribuan migran dari Haiti dan sebagian lagi dari Kuba dan Afrika terus mencari cara untuk mencapai pe...
Migran Diselamatkan dari Kapal di Laut Tengah
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Sebuah kapal penyelamat yang dioperasikan oleh organisasi Dokter Tanpa Tapal Batas (Médecins Sans F...
Pemerintah Perpanjang PPKM per Level Selama 2 Pekan
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Pemerintah terus memperpanjang kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) per lev...
BTS Bicara di Majelis Umum PBB
Selasa, 21 September 2021 - 07:34 WIB
Kelompok musik terkenal Korea Selatan "BTS" hari Senin (20/9) menyampaikan harapan tentang perubahan...
Live Streaming Radio Network