Tindak Keras Demonstran, AS dan 20 Negara Lain Kecam Kuba
Elshinta
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tindak Keras Demonstran, AS dan 20 Negara Lain Kecam Kuba
VOA Indonesia - Tindak Keras Demonstran, AS dan 20 Negara Lain Kecam Kuba
AS dan 20 negara lain pada Senin (26/7) mengecam Kuba karena menindak keras ribuan demonstran yang menuntut kebebasan. Washington menyerukan Havana untuk membebaskan para demonstran itu dan memulihkan akses internet di negara itu. “Hari ini, negara-negara demokrasi di seluruh dunia bersatu untuk mendukung rakyat Kuba, menyerukan pemerintahan Kuba untuk menghormati tuntutan HAM Kuba,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pernyataan. Dia mengatakan pemerintah Kuba, yang telah menangkap ratusan demonstran, “telah merespon, bukan dengan mengakui suara rakyatnya sendiri, tapi dengan membungkam suara-suara itu lewat penahanan sepihak dan pengadilan tanpa jaminan proses hukum.” Pernyataan gabungan itu mengatakan bahwa puluhan ribu warga Kuba yang turun ke jalan-jalan pada 11 Juli “mempraktekkan kebebasan berekspresi dan berkumpul, hak-hak yang tertera” dalam piagam HAM internasional. “Kami mendesak pemerintah Kuba untuk mendengarkan suara dan tuntutan rakyat Kuba,” kata pernyataan gabungan itu. “Masyarakat internasional tidak akan mengurangi dukungan pada rakyat Kuba dan mereka yang memperjuangkan kebebasan dasar yang berhak dimiliki rakyat.” Selain AS, negara-negara lain yang memberikan pernyataan itu adalah Austria, Brasil, Kolombia, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Ekuador, Estonia, Guatemala, Yunani, Honduras, Israel, Latvia, Lithuania, Kosovo, Montenegro, Macedonia Utara, Polandia, Korea Selatan dan Ukraina. [nm/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Perlu Segera Dibangun Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang Baru 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo mendesak perlunya penataan ulang sistem ketahanan kesehatan global yang baru pa...
Italia Minta Pakistan Ekstradisi Orang Tua Remaja yang Hilang
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Italia, Kamis (23/9) mengatakan pihaknya telah meminta Pakistan untuk mengekstradisi orang tua dari ...
Phil Grabsky, Shoaib Sharifi Rekam Peristiwa 20 Tahun di Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
My Childhood My Country: 20 Years in Afghanistan (“Masa Kecilku, Negeraku: 20 Tahun di Afghanistan...
Ketimpangan dalam Vaksin Virus Corona Jadi Fokus di Majelis Umum PBB 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Chad Mahamat Idriss Deby dan Presiden Uganda Yower...
Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Seorang penyelidik PBB di Myanmar telah menuduh junta militer negara itu melakukan serangan sistemat...
Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Amerikan Antony Blinken hari Kamis (23/9) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB u...
Kecam Deportasi Tak Manusiawi Migran Haiti, Utusan Khusus AS Mundur
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Utusan Khusus Amerika untuk Haiti Daniel Foote Kamis siang (23/9) mengundurkan diri dan mengecam ker...
Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington...
Irak Hadapi
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Irak Barham Salih pada Kamis (23/9) mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "pertempur...
Blinken Pahami Pengunduran Diri Utusan AS untuk Haiti
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan ia memahami ketidaksepakatan utusan khusus Amerika unt...
Live Streaming Radio Network