Berkisah Tentang Anne Frank, Debut Film Animasi di Festival Film Cannes
Elshinta
Jumat, 23 Juli 2021 - 09:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Berkisah Tentang Anne Frank, Debut Film Animasi di Festival Film Cannes
DW.com - Berkisah Tentang Anne Frank, Debut Film Animasi di Festival Film Cannes

Buku Harian Anne Frank, kisah pencurahan harapan dan impian seorang gadis muda Yahudi ketika bersembunyi dari kejaran Nazi di Amsterdam, Belanda, selama Perang Dunia II, pernah diadaptasi menjadi film pemenang Oscar satu dekade atau lebih setelah buku itu diterbitkan tahun 1947. Sekarang, hampir 75 tahun kemudian, cerita itu kembali tampil ke layar lebar, kali ini sebagai film animasi "Where Is Anne Frank" di ajang bergengsi Festival Film Cannes.

Versi cerita ini berfokus pada Kitty, teman imajiner dan alter-ego Anne Frank, yang menjadi curahan hati gadis itu di buku hariannya. Bertempat di Amsterdam masa kini, Kitty berangkat untuk menemui Anne Frank dengan merenungkan kembali isi buku harian itu. Film ini juga tentang romansa, petualangan, tentang seorang remaja cerdas yang mencintai kehidupan, yang menjaga adiknya Margot dan sering berkonflik dengan ibunya.

Muncul di Eropa masa kini, Kitty juga bertemu dengan orang-orang muda lain yang berada dalam bahaya dan melarikan diri dari konflik. "Ini mengingatkan Kitty pada Anne, dan fakta bahwa Anne tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri selama waktu persembunyiannya yang relatif singkat," kata sutradara Israel Ari Folman. "Pengalaman ini mengubah Kitty menjadi seorang aktivis. Pada saat yang sama, dia menyadari kekuatannya untuk mempromosikan gerakan membela hak-hak anak."

Menarik remaja mengenal kisah Anne Frank

Direktur artistik film itu, Lena Grubman, mengatakan bahwa tujuan penggunaan animasi adalah untuk membuat film ini "lebih mudah diakses" generasi remaja muda, yang tumbuh dengan internet dan yang mungkin cenderung tidak membaca buku Anne Frank. Film yang menceritakan kisah Anne Frank sepenuhnya dalam gambar dan animasi ini menggunakan gaya animasi yang hidup, dengan menggunakan 159.000 gambar yang dibuat di 15 negara.

Hasil akhirnya telah dipuji oleh para kritikus pada debut di Festival Film Cannes pekan lalu. "Kitty, teman imajiner yang disebutkan dalam buku harian Anne Frank, melompat dari halaman buku menjadi seorang gadis versi pena-dan-tinta yang hidup dalam darah dan daging dalam karya Ari Folman yang mengesankan," tulis Hollywood Reporter.

Film ini juga menarik penonton muda melalui sketsa bergaya budaya pop yang lucu, seperti ketika penyanyi superstar Justin Bieber muncul di Museum Anne Frank. Film ini juga menampilkan soundtrack meriah Karen O dari band Yeah Yeah Yeahs.

Refleksi kontemporer tentang pengungsi muda

Berbekal buku harian Anne Frank, Kitty dibantu dalam pencariannya oleh Peter, yang menjalankan tempat penampungan rahasia untuk pengungsi tanpa dokumen. Bersama-sama, mereka menelusuri kembali kehidupan Anne bersama keluarganya hingga akhir yang tragis, saat dia menjadi korban Holocaust.

"[Kitty] juga menemukan situasi saat ini di Eropa, dibanjiri pengungsi dari seluruh dunia, melarikan diri dari zona perang," jelas Ari Folman.

Kecewa dengan ketidakadilan yang dialami pengungsi anak-anak, Kitty ingin memenuhi misi Anne dan memberikan harapan bagi generasi mendatang.

"Setelah Kitty mengetahui bahwa Anne telah meninggal, dan kemudian menemukan batu pusara di Bergen-Belsen yang bertuliskan namanya, dia menulis surat kepadanya dan berjanji untuk mewujudkan impian Anne, untuk menyelamatkan setiap orang yang dapat diselamatkan," kata Folman. "Dan dia berjanji untuk memenuhi mimpi Anne untuk jatuh cinta. Ini semacam sumpah persahabatan di antara kedua gadis itu."

(hp/ae)



Sebagai tanggapan terhadap meningkatnya antisemitisme, film animasi "Where Is Anne Frank" arahan sutradara Israel Ari Folman membahas perjuangan para pengungsi muda masa kini.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
HRW: Bendungan di Kamboja Hancurkan Kehidupan Puluhan Ribu Orang
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Organisasi internasional hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW), menyebutkan bendungan Lower Ses...
Bersepeda Solusi bagi Kemacetan dan Polusi di Mesir
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
ibu kota Mesir, Kairo, yang pada 2025 diprediksi akan menampung hingga 24 juta penduduk. Untuk menga...
Robot Jangkau Lokasi Yang Terlalu Berbahaya bagi Manusia
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Tragedi meledaknya reaktor nuklir di Fukushima mengingatkan kita tentang ancaman paparan zat radioak...
Penyandang Disabilitas dan Transpuan sebagai Model Fesyen
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Dunia mode sejak lama dikritik karena abai terhadap mereka yang dianggap tidak mewakili standar keca...
Kenali Pusar Anda
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Apakah pusarmu "masuk" atau "keluar"? Semua orang memiliki pusar, tetapi tidak ada yang sama. Kenapa...
Pakar Kuliner UGM: Nasi Goreng Indonesia Istimewa karena Beraneka Ragam
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Nasi goreng bukan hanya sekadar jadi salah satu kuliner unggulan nusantara yang disukai oleh banyak ...
Lewat Novel Sejarah, Penulis Akmal Nasery Basral Hidupkan Kembali Tokoh Kemerdekaan
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Di tengah perayaan HUT Kemerdekaan Ke-76 Republik Indonesia, penulis Akmal Nasery Basral, 53, berhar...
Pasangan Ini Bantu Ribuan Keluarga di Bali Bertahan Hidup saat Pandemi
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Di tengah pandemi COVID-19 yang kembali mengamuk, solidaritas warga justru tampak semakin menguat. S...
BNPT Perlu Waspada Euforia Taliban oleh Simpatisan Indonesia
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Keberhasilan Taliban menguasai ibu kota Kabul dan hampir seluruh wilayah di Afganistan dalam hitunga...
Angkot Indonesia di Jerman: Keburu Jauh, Apa Salah Jurusan?
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Warna-warni yang mencolok mendominasi sebuah angkutan kota (angkot) yang melaju di jalanan Kota Köl...
Live Streaming Radio Network