Hong Kong Akan Larang Penerbangan dari Australia Selama Dua Minggu
Elshinta
Kamis, 13 Januari 2022 - 14:27 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Hong Kong Akan Larang Penerbangan dari Australia Selama Dua Minggu
ABC.net.au - Hong Kong Akan Larang Penerbangan dari Australia Selama Dua Minggu

Hong Kong akan melarang penerbangan dari delapan negara, termasuk Australia, selama dua minggu mulai Sabtu (08/01).

Pihak otoritas di Hong Kong memperketat aturan pembatasan COVID-19 domestik karena pihak berwenang khawatir akan gelombang baru infeksi virus corona di kota itu.

Pembatasan terbaru diumumkan ketika otoritas kesehatan menjelajahi kota untuk melacak kontak pasien COVID-19, yang beberapa di antaranya berada di atas kapal Royal Caribbean.

Kapal ini diperintahkan untuk mempersingkat layanan "pelayaran tanpa tujuan' dan kembali ke pelabuhan.

Penerbangan masuk dari Australia, Kanada, Prancis, India, Pakistan, Filipina, Inggris dan Amerika Serikat, termasuk penumpang transit, akan dilarang mulai 8 Januari hingga 21 Januari, kata pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, kepada wartawan.

Carrie mengatakan pemerintah akan melarang makan di dalam ruangan setelah pukul 18:00 mulai Jumat ((07/01), dan menutup kolam renang, pusat olahraga, bar dan klub, serta museum, dan tempat-tempat lain setidaknya selama dua minggu.

"Kami belum melihat gelombang kelima, tapi kita berada di ambangnya," kata Carrie.

Wilayah yang menjadi salah satu pusat keuangan global ini berpegang pada strategi nol-COVID dengan sebagian besar strategi mengisolasi diri dari dunia dan menegakkan aturan karantina yang ketat dan mahal.

Transmisi lokal pertama dari varian Omicron pada 31 Desember telah mengakhiri rangkaian tiga bulan tanpa kasus transmisi komunitas di Hong Kong.

Sejak itu, pihak berwenang bergegas melacak dan menguji ratusan orang yang telah melakukan kontak dengan beberapa pasien Omicron.

Meski demikian, ada satu pasien yang tidak memiliki hubungan yang diketahui, sehingga meningkatkan kekhawatiran wabah besar.

"

"Kami khawatir mungkin ada rantai transmisi senyap di masyarakat," kata Carrie.

"

"Beberapa kasus yang akhirnya terkonfirmasi positif punya banyak aktivitas sebelum menyadari bahwa mereka terinfeksi."

Pelayaran tanpa tujuan terperangkap dalam klaster COVID

Pelacakan kontak terbaru dipicu oleh seorang pasien yang berdansa dengan sekitar 20 temannya di sebuah taman pada Malam Tahun Baru.

Salah satu dari dua rekannya diketahui sebagai pembantu rumah tangga dan dinyatakan positif dalam tes pendahuluan.

Majikan pekerja tersebut dan delapan kontak eratnya kemudian melakukan perjalanan pesiar pada 2 Januari.

Salah satu aturan pengendalian virus corona di Hong Kong adalah dengan membatasi pelayaran untuk perjalanan singkat di perairan terdekat. Kapal diminta untuk beroperasi pada kapasitas yang dikurangi dan hanya penumpang yang divaksinasi yang dites negatif diizinkan naik.

Kapal Spectrum of the Seas, yang kembali sehari lebih awal, membawa sekitar 2.500 penumpang dan 1.200 staf.

Sembilan penumpang yang diketahui sebagai kontak erat diisolasi dari penumpang lainnya dan tes awal yang dilakukan selama perjalanan memberikan hasil negatif, kata pihak berwenang.

"Spectrum of the Seas mengambil langkah-langkah yang tepat di bawah pedoman oleh Departemen Kesehatan," kata Royal Caribbean kepada Reuters dalam sebuah pernyataan.

Sembilan kontak erat kemudian dirujuk ke pusat karantina, sementara penumpang dan staf lainnya harus menjalani beberapa tes wajib dalam beberapa hari mendatang, kata pemerintah.

Selain itu, orang-orang yang telah mengunjungi belasan tempat di seluruh Hong Kong pada waktu yang hampir bersamaan dengan kontak erat dengan pasien baru-baru ini telah diberitahu untuk wajib tes, kata pemerintah dalam pernyataan terpisah.

Victoria Park, di pusat kota Hong Kong, museum seni modern M+ yang baru dibuka, dermaga feri, restoran, toko, klinik termasuk di antara tempat-tempat yang terdaftar menjadi tempat yang terpapar.

Gabriel Leung, dekan kedokteran Universitas Hong Kong dan penasihat pemerintah, mengatakan kepada media publik RTHK mungkin ada "lima hingga 10 rantai transmisi tak terlihat" di kota itu.

"Kita tidak punya waktu untuk dibuang percuma," kata Gabriel Leung.

"Kita perlu tindakan segera untuk memutus penyebaran virus."

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Australia Menduga Ada Keterkaitan Penemuan Kokain di Indonesia dan Australia
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Polisi Australia sedang menyelidiki apakah penyitaan kokain terbesar di Indonesia ada hubungannya d...
Korban COVID-19 di AS Tembus Satu Juta Jiwa, Korea Utara Umumkan Kematian Pertama karena Omicron 
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan warganya untuk tetap waspada COVID, setelah tingkat kematia...
Para Supir Trem Akan Unjuk Gigi dan Adu Kemampuan Mereka Mengemudi di Kejuaraan Eropa
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Melbourne dianggap sebagai ibu kota trem Australia, tetapi bagaimana kemahirannya di panggung intern...
 Bagaimana Hubungan Filipina dengan AS dan China di Bawah Pemerintahan Bongbong Marcos ?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr hampir dipastikan akan menjadi presiden Filipina berikutnya...
Penyakit Mulut dan Kuku: Australia Tawarkan Vaksin untuk Indonesia di Tengah Kurangnya Dokter Hewan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Pemerintah Australia telah menawarkan bantuan dana kepada Indonesia untuk mendapatkan vaksin guna m...
Ribuan Alpukat Dibiarkan Membusuk di Australia karena Kelebihan Pasokan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Gambar alpukat dibuang dari bak sebuah truk dan dibiarkan membusuk di utara negara bagian Queensland...
Kebijakan Plin-Plan Larangan Ekspor Sawit Indonesia Menguntungkan Malaysia
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Kebijakan ekspor minyak sawit mentah Indonesia yang masih tidak jelas membuat Malaysia sekarang munc...
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini Meninggal karena Kecelakaan Mobil Menjelang Pemilu 2022
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini, Sam Basil, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di bagian utar...
Mengapa Kemenangan Anak Diktator Filipina Sebagai Presiden Disambut Gegap Gempita?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Dalam beberapa minggu lagi, Faye Faustino akan berulang tahun ke-53, dan ia mengatakan hasil pemilih...
WHO Mempertanyakan Kebijakan Pemberantasan COVID ke Titik Nol yang Dijalankan China
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kebijakan ...
InfodariAnda (IdA)