Pasokan Batu Bara Global Anjlok karena Indonesia Menangguhkan Ekspor
Elshinta
Kamis, 13 Januari 2022 - 14:27 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pasokan Batu Bara Global Anjlok karena Indonesia Menangguhkan Ekspor
ABC.net.au - Pasokan Batu Bara Global Anjlok karena Indonesia Menangguhkan Ekspor

Keputusan Pemerintah Indonesia menangguhkan ekspor batu bara bisa berpeluang bagi Australia untuk kembali menjual batu bara ke China.

Indonesia adalah pengekspor terbesar komoditas batu bara dengan memperdagangkan sebanyak 40 persen pasokan batu bara di dunia dan di tahun 2020 saja mengirimkan 400 juta ton ke sejumlah negara.

Indonesia akan melarang ekspor batu bara sementara selama bulan Januari, menyebabkan pasokan 30 juta ton batu bara di dunia akan terganggu.

Alasan penghentian ekspor sementara ini adalah karena pasokan yang rendah di pembangkit listrik dalam negeri dan dikhawatirkan dapat menyebabkan pemadaman.

Namun efeknya akan terasa di negara mitra dagang utama Indonesia yaitu China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Analis riset senior MineLife, Gavin Wendt, mengatakan meski keputusan Indonesia membuat pasar menjadi kaget, tapi sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan karena mencerminkan agenda ekonomi nasionalis Pemerintah Indonesia..

"

"Ini Pemerintah yang sangat proaktif dalam melaksanakan undang-undang untuk melindungi kepentingan Indonesia," katanya.

"

"Kami telah melihatnya di masa lalu, dalam beberapa tahun terakhir, saat Pemerintah Indonesia membatasi dan secara efektif menghentikan ekspor bahan mentah."

"Mereka ingin menghasilkan komponen nilai tambah, tidak hanya menjadi pemasok komoditas mentah untuk ekspor."

Jadi peluang untuk Australia

Keputusan tersebut membuat India dan China dalam keadaan tidak pasti, sementara perusahaan tambang di Indonesia sudah mati-matian berusaha berdialog dengan Pemerintah untuk membatalkan larangan ekspor tersebut.

Kondisi pasokan energi China juga diperburuk oleh larangan impor batu bara dari Australia, sehingga China kesulitan mendapatkan impor batu bara berkualitas tinggi.

Gavin mengatakan dengan Indonesia yang menangguhkan ekspor batu bara menjadi peluang bagi Australia untuk bisa kembali masuk ke China.

"

"China mungkin akan menimbang kembali hubungannya dengan Australia, tetapi China seperti yang kita tahu sangat tidak terduga dan tidak semua langkahnya sepenuhnya logis," katanya.

"

"Saya pikir pasti ada peluang untuk membuka kembali dialog antara China dan Australia mengenai ekspor batu bara termal. Ini tergantung pada apakah keadaan seperti ini berlanjut dan apakah sikap Indonesia tetap pada keputusannya saat ini."

Harga tinggi diperkirakan akan berlanjut

Ledakan ekonomi setelah pandemi tampaknya akan terus berlanjut, dengan pasar energi diperkirakan akan tetap kuat sepanjang tahun 2022. 

Alasannya karena masih ada ketidakpastian terkait dengan pasokan batu bara, gas, dan minyak.

"Anda harus ingat, tentu saja, pasar sudah gelisah memasuki tahun baru dari sisi penawaran. [Sementara] permintaan sangat, sangat tinggi," kata Gavin.

"Pasar, pemerintah, dan konsumen sangat mengkhawatirkan penetapan harga karena hal itu berdampak langsung ke kenaikan biaya untuk rumah tangga dan bisnis. Jadi ini masalah yang sangat besar."

Artikel ini diproduksi oleh Mariah Papadopoulos dari ABC News.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Patut Dicoba: Warga Indonesia Rela ke Pedalaman Australia Demi Mendapatkan Status Penduduk Tetap
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Christoper Reno Budiman mengaku hidupnya berubah 180 derajat sejak pindah ke Kangaroo Island, Austra...
Program Penjualan Minyak Goreng Indonesia Dilakukan di 10 Ribu Lokasi Untuk Menurunkan Harga Pasaran
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi mengatakan harga minyak goreng akan stabil segera setel...
Ferdinand Marcos Jr Ingin Filipina Hindari
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Presiden terpilih Filipina Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr mengatakan hubungan negaranya ...
Warga Australia yang Isolasi COVID Bisa Memilih Lewat Telepon dalam Pemilu Hari Sabtu
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Komisi Pemilihan Umum Australia (AEC) mengubah aturan pemungutan suara untuk memungkinkan pemilih ya...
Anggota TNI AD Terlibat Latihan Militer Bersama bagi Misi Kemanusiaaan di Australia
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Di sebuah pulau tidak bernama yang dilanda badai topan tropis, prajurit TNI AD bergabung dengan tent...
Pasien Anak yang Diduga Usus Buntu Meninggal di Melbourne, Orang Tuanya Menuntut Jawaban Rumah Sakit
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Ketika Chandra Sekhar Lanka dan Satya Tarapureddi membawa putri mereka Amrita ke Monash's Chi...
Harus Punya Nyali: Bagaimana Pekerja Museum Australia Mengamankan Bangkai Paus untuk Diteliti
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Sebagai kepala divisi mamalia pada Museum Australia Selatan, David Stemmer terkadang harus berkutat ...
Kami tak Mau Dibungkam: Mahasiswa Asing di Australia Berjuang Melawan Majikan yang Curang
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Kasus pekerja asing di Australia yang dibayar rendah oleh majikannya masih sering terjadi. Bahkan k...
Remaja Usia 18 Tahun Ditetapkan Tersangka Penembakan 10 Orang di Amerika Serikat
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Agen federal Amerika Serikat telah mewawancarai orang tua remaja kulit putih berusia 18 tahun yang...
Australia Tidak Akan Mengirim Duta Besar ke Myanmar Dalam Penolakan Kekuasaan Junta Militer
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Australia menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Myanmar karena tidak mendukung dan menolak...
InfodariAnda (IdA)