UNOCHA: Gagal Perpanjang Bantuan Kemanusiaan Lintas Batas, Perparah Penderitaan Warga Sipil Suriah
Elshinta
Kamis, 08 Juli 2021 - 09:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
UNOCHA: Gagal Perpanjang Bantuan Kemanusiaan Lintas Batas, Perparah Penderitaan Warga Sipil Suriah
VOA Indonesia - UNOCHA: Gagal Perpanjang Bantuan Kemanusiaan Lintas Batas, Perparah Penderitaan Warga Sipil Suriah
Kantor Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOCHA) menyatakan kegagalan untuk memperpanjang persetujuan Dewan Keamanan bagi bantuan kemanusiaan lintas batas melewati tenggat waktu 10 Juli 2021 akan menambah penderitaan warga sipil dan akan menjadi lebih parah dari yang terjadi selama 10 tahun keberlangsungan konflik ini. Jutaan warga Suriah bergantung pada bantuan lintas perbatasan PBB yang diberikan di bawah otorisasi Dewan Keamanan. Satu dekade perang dan keterpurukan ekonomi mengakibatkan lebih dari 13 juta orang di Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan. Kebutuhan paling kritis ada di barat laut negara Arab itu, dimana 4,2 juta orang kebanyakan perempuan dan anak-anak terperangkap di zona perang di sepanjang wilayah perbatasan dengan Turki. Operasi kemanusiaan PBB di Suriah saat ini merupakan yang terbesar di dunia. Untuk bagian barat laut, sebuah area di luar kendali pemerintah Suriah, PBB mengirimkan 1.000 truk dari Turki yang melintasi perbatasan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan makanan, obat-obatan, vaksin COVID-19, dan bantuan keselamatan jiwa lainnya. [mg/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Perlu Segera Dibangun Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang Baru 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo mendesak perlunya penataan ulang sistem ketahanan kesehatan global yang baru pa...
Italia Minta Pakistan Ekstradisi Orang Tua Remaja yang Hilang
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Italia, Kamis (23/9) mengatakan pihaknya telah meminta Pakistan untuk mengekstradisi orang tua dari ...
Phil Grabsky, Shoaib Sharifi Rekam Peristiwa 20 Tahun di Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
My Childhood My Country: 20 Years in Afghanistan (“Masa Kecilku, Negeraku: 20 Tahun di Afghanistan...
Ketimpangan dalam Vaksin Virus Corona Jadi Fokus di Majelis Umum PBB 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Chad Mahamat Idriss Deby dan Presiden Uganda Yower...
Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Seorang penyelidik PBB di Myanmar telah menuduh junta militer negara itu melakukan serangan sistemat...
Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Amerikan Antony Blinken hari Kamis (23/9) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB u...
Kecam Deportasi Tak Manusiawi Migran Haiti, Utusan Khusus AS Mundur
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Utusan Khusus Amerika untuk Haiti Daniel Foote Kamis siang (23/9) mengundurkan diri dan mengecam ker...
Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington...
Irak Hadapi
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Irak Barham Salih pada Kamis (23/9) mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "pertempur...
Blinken Pahami Pengunduran Diri Utusan AS untuk Haiti
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan ia memahami ketidaksepakatan utusan khusus Amerika unt...
Live Streaming Radio Network