Novak Djokovic Masih di Tahanan Imigrasi Melbourne Bersama Pencari Suaka
Elshinta
Kamis, 13 Januari 2022 - 14:27 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Novak Djokovic Masih di Tahanan Imigrasi Melbourne Bersama Pencari Suaka
ABC.net.au - Novak Djokovic Masih di Tahanan Imigrasi Melbourne Bersama Pencari Suaka

Drama ditolaknya visa masuk Novak Djokovic, petenis nomor satu dunia terus berlanjut. Bahkan kini telah berkembang menjadi masalah politik dan hubungan Australia dengan Serbia.

Bagi dunia politik di dalam negeri Australia, terjadi pertentangan dan saling menyalahkan soal pemberian visa antara Pemerintah negara bagian Victoria dengan Pemerintah Federal Australia.

Pemerintah negara bagian Victoria mengaku mereka tidak tahu jika Pemerintah Federal Australia sudah melakukan korespondensi dengan organisasi Tennis Australia, yang isinya menyebutkan pemain tenis yang tidak divaksinasi tidak bisa mendapatkan izin pengecualian untuk masuk Australia jika mereka baru tertular COVID-19.

Sebelumnya, setibanya Djokovic di bandara Melbourne, visanya ditolak karena dianggap tidak memiliki dokumen pelengkap yang dibutuhkan untuk menunjukkan ia sudah mendapat izin pengecualian.

Tapi bukannya kembali ke negara asalnya, Djokovic justru mengambil jalur hukum agar bisa diizinkan masuk ke Australia mengikuti turnamen Australian Open, yang akan dimulai hari Senin mendatang.

Proses hukumnya yang menentukan apakah ia akan deportasi atau boleh masuk langsung diajukan, tapi keputusannya akan ditunda hingga Senin pagi pukul 10.

Tapi Menteri Dalam Negeri Australia, Karen Andrews, mengatakan tidak ada yang menghalangi Djokovic pulang ke negaranya, jika ia memilih tidak ingin melanjutkan kasus hukumnya.

"

"Djokovic bukan ditahan di Australia, dia bebas pulang kapan saja dia mau dan Australian Border Force bisa membantunya," kata Menteri Karen.

"

Ia juga mengatakan Djokovic punya visa yang sudah dikeluarkan, tapi Australian Border Force yang memutuskan ia tidak memenuhi persyaratan, karena belum divaksinasi.

Pria berusia 34 tahun itu sebelumnya telah diberikan izin pengecualian tidak vaksinasi
oleh lembaga Tennis Australia dan Pemerintah Victoria
, yang kemudian dianggapnya ia akan bisa masuk Australia.

Pengacara imigrasi Carina Ford mengatakan ABF dapat memindahkan Djokovic ke hotel lain, bahkan dengan fasilitas latihan tenis, tetapi harus mengubah jenis penahanan yang dikenakan kepadanya.

"Bisa saja membuat sebuah pengecualian, meski ini jadi kasus yang sangat tidak biasa," katanya.

"

"Kita melihat kerasnya sistem di Australia dalam banyak hal, dan terlepas dari pandangannya soal vaksinasi tapi kami melihat Djokovic sebagai seseorang yang ditahan.”

"

Djokovic ditahan di Park Hotel di Carlton, tempat di mana sekelompok pencari suaka juga sudah ditahan dalam waktu yang lama.

Kamis malam kemarin, polisi menangkap dua perempuan yang menuliskan sesuatu di tembok Park Hotel dan mendaki gedung.

Kedua perempuan tersebut diyakini bagian dari pengunjuk rasa yang mendukung para pencari suaka yang ditahan di hotel tersebut, bukan bagian dari kelompok pendukung Djokovic yang juga berkumpul di sana.

Seorang penonton Melbourne Summer Set di Rod Laver Arena tadi malam diminta oleh pihak keamanan untuk tidak membawa poster yang memprotes deportasi Djokovic.

Menurut Tennis Australia, poster tersebut melanggar syarat dan ketentuan tiket untuk acara tersebut.

Penulis berdarah Serbia-Amerika yang banyak menulis soal tenis, Ana Mitric mengatakan ada banyak dukungan untuk Djokovic di negara asalnya.

"Ini menjadi contoh yang sangat, sangat mudah, soal klaim dari rakyat Serbia yang menganggap ini sebagai apa yang dirasakan warga kami soal perlakuan yang diterima kepada warga Serbia seperti di tahun 90-an," katanya.

Sementara di negara asalnya, ayah Djokovic, Srdjan Djokovic, menuduh Pemerintah Australia menggunakan putranya untuk melancarkan serangan bermotif politik melawan Serbia.

"Mereka menahannya di penangkaran," katanya saat konferensi pers di restorannya yang diberi nama putranya sendiri di Belgrade, ibu kota Serbia.

"Mereka menginjak-injak Novak untuk menginjak-injak seluruh Serbia dan orang-orang Serbia."

Artikel ini dirangkum dan diproduksi oleh Mariah Papadopoulos dari laporan ABC News

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus Cacar Monyet Pertama Diperkirakan Diidap Seorang Pria di Sydney yang Baru Pulang dari Eropa
Sabtu, 21 Mei 2022 - 08:41 WIB
Pihak berwenang bidang kesehatan di Sydney mengatakan bahwa seorang pria berusia 40-an mungkin men...
Patut Dicoba: Warga Indonesia Rela ke Pedalaman Australia Demi Mendapatkan Status Penduduk Tetap
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Christoper Reno Budiman mengaku hidupnya berubah 180 derajat sejak pindah ke Kangaroo Island, Austra...
Program Penjualan Minyak Goreng Indonesia Dilakukan di 10 Ribu Lokasi Untuk Menurunkan Harga Pasaran
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi mengatakan harga minyak goreng akan stabil segera setel...
Ferdinand Marcos Jr Ingin Filipina Hindari
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Presiden terpilih Filipina Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr mengatakan hubungan negaranya ...
Warga Australia yang Isolasi COVID Bisa Memilih Lewat Telepon dalam Pemilu Hari Sabtu
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Komisi Pemilihan Umum Australia (AEC) mengubah aturan pemungutan suara untuk memungkinkan pemilih ya...
Anggota TNI AD Terlibat Latihan Militer Bersama bagi Misi Kemanusiaaan di Australia
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:12 WIB
Di sebuah pulau tidak bernama yang dilanda badai topan tropis, prajurit TNI AD bergabung dengan tent...
Pasien Anak yang Diduga Usus Buntu Meninggal di Melbourne, Orang Tuanya Menuntut Jawaban Rumah Sakit
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Ketika Chandra Sekhar Lanka dan Satya Tarapureddi membawa putri mereka Amrita ke Monash's Chi...
Harus Punya Nyali: Bagaimana Pekerja Museum Australia Mengamankan Bangkai Paus untuk Diteliti
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Sebagai kepala divisi mamalia pada Museum Australia Selatan, David Stemmer terkadang harus berkutat ...
Kami tak Mau Dibungkam: Mahasiswa Asing di Australia Berjuang Melawan Majikan yang Curang
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Kasus pekerja asing di Australia yang dibayar rendah oleh majikannya masih sering terjadi. Bahkan k...
Remaja Usia 18 Tahun Ditetapkan Tersangka Penembakan 10 Orang di Amerika Serikat
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Agen federal Amerika Serikat telah mewawancarai orang tua remaja kulit putih berusia 18 tahun yang...
InfodariAnda (IdA)