AS Akan Segera Kirim 4 Juta Dosis Vaksin Moderna ke Indonesia
Elshinta
Senin, 05 Juli 2021 - 09:23 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
AS Akan Segera Kirim 4 Juta Dosis Vaksin Moderna ke Indonesia
VOA Indonesia - AS Akan Segera Kirim 4 Juta Dosis Vaksin Moderna ke Indonesia
Penasehat Keamanan Nasional Amerika Jake Sullivan hari Jumat (2/7) mengatakan akan menyumbangkan empat juta dosis vaksin Moderna untuk Indonesia.Hal ini disampaikannya dalam pembicaraan telpon dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, sebagaimana pernyataan tertulis Gedung Putih.  “Mr. Sullivan menggarisbawahi dukungan Amerika pada rakyat Indonesia yang sedang melawan lonjakan kasus Covid-19.Mr. Sullivan mengatakan Amerika akan menyumbangkan empat juta dosis vaksin Moderna pada indonesia dan akan dikirimkan sesegera mungkin melalui COVAX,” demikian petikan pernyataan yang diterima VOA pada hari Sabtu (3/7). Reuters mengutip pertanyaan tersebut melaporkan bahwa kedua pejabat itu juga membahas rencana AS untuk meningkatkan bantuan sebagai upaya menanggapi  COVID-19 Indonesia yang lebih luas, kata pernyataan itu.  “Sullivan menyoroti pentingnya posisi pemerintahan Biden-Harris di Indonesia, Asia Tenggara dan mengakhiri pandemi secara lebih luas dan menjanjikan dukungan berkelanjutan dan keterlibatan tingkat tinggi,” kata pernyataan itu.  Lewat Twitter, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membenarkan pembicaraan telpon itu dan bantuan vaksin yang akan diberikan Amerika.“Kami gembira dengan pembicaraan telpon yang baik dengan Penasehat Keamanan Nasional Amerika Jack Sullivan (2/7).Sangat menghargai keputusan pemerintah Amerika yang akan menambah satu juta dosis vaksin bagi Indonesia.”  Pemerintah Indonesia sedang berjuang melawan salah satu wabah virus corona terburuk di Asia. Indonesia telah mencatat 25.830 kasus dan 539 kematian pada hari Jumat (2/7).  Pemerintah saat ini sebagian besar mengandalkan vaksin dari Sinovac Biotech dari China, tetapi telah berupaya meragamkan sumber pasokan.  Penny K. Lukito, Kepala Badan Obat dan Makanan (BPOM), mengatakan Jumat (2/7),  pihaknya mengizinkan vaksin Moderna untuk penggunaan darurat.  Washington telah bersaing dengan Beijing untuk memperdalam pengaruh geopolitik melalui diplomasi vaksin. Meskipun mereka mengatakan tidak berbagi vaksin untuk mendapatkan bantuan atau mengekstraksi konsesi, tetapi untuk menyelamatkan nyawa dan mengakhiri pandemi.  Pemerintahan Biden berjanji bulan lalu untuk membagikan 80 juta vaksin buatan AS secara global di tengah kekhawatiran kesenjangan tingkat vaksinasi antara negara maju dan berkembang.  AS juga telah mengumumkan rencana untuk menyediakan vaksin ke negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Filipina, Vietnam, Thailand, Laos, Papua Nugini, dan Kamboja.  AS mengatakan akan membeli 500 juta vaksin Pfizer/BioNTech untuk dibagikan ke Uni Afrika dan 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. [ah/ps]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Perlu Segera Dibangun Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang Baru 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo mendesak perlunya penataan ulang sistem ketahanan kesehatan global yang baru pa...
Italia Minta Pakistan Ekstradisi Orang Tua Remaja yang Hilang
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Italia, Kamis (23/9) mengatakan pihaknya telah meminta Pakistan untuk mengekstradisi orang tua dari ...
Phil Grabsky, Shoaib Sharifi Rekam Peristiwa 20 Tahun di Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
My Childhood My Country: 20 Years in Afghanistan (“Masa Kecilku, Negeraku: 20 Tahun di Afghanistan...
Ketimpangan dalam Vaksin Virus Corona Jadi Fokus di Majelis Umum PBB 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Chad Mahamat Idriss Deby dan Presiden Uganda Yower...
Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Seorang penyelidik PBB di Myanmar telah menuduh junta militer negara itu melakukan serangan sistemat...
Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Amerikan Antony Blinken hari Kamis (23/9) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB u...
Kecam Deportasi Tak Manusiawi Migran Haiti, Utusan Khusus AS Mundur
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Utusan Khusus Amerika untuk Haiti Daniel Foote Kamis siang (23/9) mengundurkan diri dan mengecam ker...
Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington...
Irak Hadapi
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Irak Barham Salih pada Kamis (23/9) mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "pertempur...
Blinken Pahami Pengunduran Diri Utusan AS untuk Haiti
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan ia memahami ketidaksepakatan utusan khusus Amerika unt...
Live Streaming Radio Network