Usai Bertemu Putin, Biden Bersikap Realistis
Elshinta
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Usai Bertemu Putin, Biden Bersikap Realistis
VOA Indonesia - Usai Bertemu Putin, Biden Bersikap Realistis
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakhiri pertemuan mereka di Jenewa. Biden menggambarkan pertemuan itu berlangsung “baik” dan “positif.”  Namun, secara lebih realistis, Biden kemudian mengatakan bahwa beberapa bulan mendatang akan menjadi sebuah “uji” apakah hubungan di antara kedua negara bisa membaik.  “Saya tidak berada di sini dan mengatakan karena Putin dan saya setuju maa kami akan melakukan hal-hal ini, bahwa itu semua tiba-tiba akan berhasil,” kata Biden dalam konferensi pers setelah pertemuannya selama lebih dari empat jam dengan Putin.  “Yang saya katakan adalah saya rasa ada sebuah prospek murni untuk secara signifikan memperbaiki hubungan diantara kedua negara kami, tanpa kami mengorbankan hal tunggal apapun terkait prinsip dan nilai kami,” kata Biden. Dalam konferensi persnya, menyusul pertemuan itu, Putin yang berbicara lewat penerjemah, juga menggambarkan pertemuan itu sebagai “konstruktif.” Dia mengatakan tidak ada “permusuhan,” dan menyebut pemimpin AS itu sebagai seorang yang “konstruktif, seimbang, berpengalaman, dan politisi yang matang.” Seusai pertemuan itu Gedung Putih dan Kremlin menerbitkan pernyataan yang isinya identik, serta mencatat bahwa “dalam masa-masa tegang sekalipun” kedua negara telah menunjukkan bahwa mereka mampu membuat kemajuan dalam “sasaran bersama yang hendak menjamin kepastian di lingkungan strategis, mengurangi risiko terjadinya konflik bersenjata, dan ancaman perang nuklir.”  Kedua negara mengatakan mereka akan mulai melakukan konsultasi seputar stabilitas strategis guna mengelola hubungan mereka. Dalam konperensi pers itu, Putin mengatakan sebagai negara yang memiliki kekuatan nuklir, Amerika Serikat dan Rusia punya tanggung jawab khusus untuk mempertahankan hubungan mereka.  “Perluasan perjanjian START yang baru Februari lalu merupakan contoh dari komitmen kami terhadap pengendalian senjata nuklir.Hari ini kami mempertegas prinsip bahwa perang nuklir tidak bisa dimenangkan pihak manapun dan tidak pernah boleh terjadi,” kata Gedung Putih dan Kremlin dalam pernyataannya. [jm/em]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menkes Ungkap Penyebab Kematian Pasien COVID-19 Isoman
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
Pemerintah mengungkapkan bahwa penyebab kematian pasien COVID-19 saat isoman bukan hanya karena penu...
Pengunjung Dapat Kembali Cicipi Sampel Makanan di Toko-Toko di AS
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
Sebelum masa pandemi COVID-19, kebanyakan pengunjung toko di Amerika dapat mencicipi berbagai sampel...
Buruh: PPKM Tidak Berjalan Efektif di Pabrik
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
Hasil survei internal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebutkan 99 persen dari seribu...
Penggemar Turki Gembira Atas Kembalinya Pertandingan Gulat Minyak Bersejarah
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
Tahun lalu, pandemi COVID-19 memaksa Turki membatalkan salah satu pertandingan olahraga tertua di du...
Mahasiswa Selandia Baru Kembangkan Material Papan Skateboard Dari Dedaunan
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
Dua orang mahasiswa Selandia Baru mengembangkan bahan ramah lingkungan yang terbuat dari daun kubis ...
Kelompok-kelompok Medis Serukan Vaksinasi COVID Wajib
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
Di tengah lonjakan kasus virus corona di AS, kelompok-kelompok medis besar pada Senin (26/7) menyeru...
Hampir 800 Ribu Anak Indonesia Belum Diimunisasi DPT
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
Hampir 800 ribu anak di Indonesia diperkirakan belum diimunisasi DPT atau bagian dari imunisasi dasa...
Biden, Kadhimi Sepakati Perjanjian untuk Akhiri Misi Tempur AS di Irak
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi hari Senin (26/7) menyepakati seb...
Tindak Keras Demonstran, AS dan 20 Negara Lain Kecam Kuba
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
AS dan 20 negara lain pada Senin (26/7) mengecam Kuba karena menindak keras ribuan demonstran yang m...
Kasus COVID-19 di Asia Tenggara Capai Titik Tertinggi Baru
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:05 WIB
Thailand melaporkan rekor infeksi virus corona Senin (26/7), sementara Malaysia mencatat lebih dari ...
Live Streaming Radio Network