Ketegangan Memuncak Jelang Parade Yahudi Ekstrem Kanan di Yerusalem
Elshinta
Rabu, 16 Juni 2021 - 10:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ketegangan Memuncak Jelang Parade Yahudi Ekstrem Kanan di Yerusalem
DW.com - Ketegangan Memuncak Jelang Parade Yahudi Ekstrem Kanan di Yerusalem

Demonstrasi kelompok ultranasionalis Yahudi siap digelar pada Selasa (15/6) sore waktu setempat. Aksi ini dikecam oleh Hamas sebagai sebuah "provokasi”, yang sebagai balasan menyerukan "hari kemarahan” di Gaza dan Tepi Barat Yordan.

"Kami memperingatkan reaksi berbahaya yang bisa muncul dari niat rezim pendudukan untuk mengizinkan pemukim ekstremis untuk melakukan Parade Bendera di Yerusalem,” tulis Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, lewat akun Twitternya.

Seperti dikutip media Israel, Haaretz , Senin (14/6) harian Lebanon, al-Akhbar, melaporkan Hamas telah mengabarkan kepada Mesir bahwa reaksi terhadap demonstrasi di Yerusalem akan "identik” dengan apa yang terhadi pada Mei silam, ketika roket berterbangan dari Gaza ke arah Yerusalem.

Laporan itu menyebut Hamas sudah "menyiagakan” kekuatan militernya, namun perkembangan konflik akan bergantung pada "tindakan Israel.”

Jumat (11/6) silam, kepolisian Yerusalem bersepakat dengan koordinator aksi demonstrasi untuk menggeser rencana parade dari Kamis ke Selasa (16/6). Pembatalan dipicu kegagalan kedua pihak menyepakati rute demonstrasi, yang dikhawatirkan akan memicu pecahnya kerusuhan baru dengan warga Arab.

Parade kaum Yahudi ultranasionalis itu sedianya direncanakan pada 10 Mei silam, dan melintasi kawasan kota tua di Yerusalem. Namun rencana itu dibatalkan menyusul bentrokan etnis dan serangan roket oleh Hamas, yang menyulut perang selama 11 hari.

Aksi demonstrasi tandingan Palestina

Kelompok kanan sempat menuduh pemerintah Israel tunduk pada Hamas saat mengubah rute parade. "Waktu sudah datang bagi Israel untuk mengancam Hamas, bukan Hamas yang mengancam Israel,” tulis politisi kanan garis keras, Itamar Ben-Gvir, via Twitter.

Parade Bendera di Yerusalem sekaligus menjadi ujian pertama bagi pemerintahan baru Israel di bawah Perdana Menteri Naftali Bennett yang resmi menjabat sejak Minggu (13/6).

Omar Bar-Lev, politisi Partai Buruh yang ditunjuk Bennett sebagai menteri dalam negeri, Senin (14/6) memberikan izin bagi penyelenggaraan aksi demonstrasi di Yerusalem.

Sejauh ini polisi belum memublikasikan rute resmi Parade Bendera. Namun media-media Israel melaporkan, para demonstran akan diizinkan berkumpul di luar Gerbang Damaskus, tapi dilarang melintasi pemukiman warga Arab.

Rencananya, penduduk Jalur Gaza akan menggelar protes tandingan pada hari yang sama. Sementara Hamas dan faksi Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas menyerukan warga Palestina menyemuti Kota Tua Yerusalem untuk menghadang parade.

"Ketegangan kembali meningkat di Yerusalem, di tengah situasi politik dan keamanan yang sangat rapuh, ketika PBB dan Mesir masih berusaha mengukuhkan gencatan senjata,” tulis Utusan Khusus Timur Tengah untuk PBB, Tor Wennesland, di Twitter.

"Saya mengimbau semua pihak untuk bertindak secara bertanggungjawab, dan menghindari semua bentuk provokasi yang bisa mengarah pada konfrontasi.”

Sejauh ini militer Israel telah menyiagakan sistem penghalau rudal, Iron Dome, ke sejumlah titik di luar Yerusalem, lapor harian Haaretz. Kepolisian juga sudah berjaga-jaga di sekitar Kota Tua. Sementara Kedutaan Amerika Serikat di Yerusalem melarang pegawai dan keluarganya memasuki Kota Tua pada hari Selasa.

rzn/as (rtr,afp)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Klaim Vaksin Johnson & Johnson Efektif Melawan Varian Delta
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Perusahaan farmasi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Johnson & Johnson, mengungkapkan bahwa...
Usai Pecahkan Rekor Suhu Terpanas, Desa Kanada Hangus Dilalap Api
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Setelah didera gelombang panas mematikan selama tiga hari berturut-turut, warga Lytton di Kanada seb...
Pemain Game Profesional: Kaya Tapi Hadapi Risiko
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Main game semakin disukai untuk rileks, untuk bersosialisasi dan untuk beralih dari kesibukan sehari...
Membujur di Tepian Laut, Kota-kota Pesisir Hadapi Ancaman Mematikan
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Pesisir laut selama berabad-abad jadi pusat lalu lintas perdagangan antar negara, pembangunan, dan p...
Uni Eropa Bersiap Akhiri Produksi Kendaraan Berbahan Bakar Fosil
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Masa operasional mobil bermesin bahan bakar minyak bumi di Eropa sepertinya tinggal menghitung hari....
Mahasiswa Indonesia Teliti Pengolahan Air di Jerman
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Sebenarnya Eliezer Justinus Kurnia tidak punya rencana untuk berkuliah di Jerman, setelah tamat S1 d...
PBB Desak Negara-negara Serius Tangani Isu Perbudakan dan Rasisme Masa Lalu
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Komisaris Tinggi Hak Asasi Mansuia PBB Michelle Bachelet mendesak negara-negara untuk mengambil &quo...
Jangan Menyerah, Ayo Berbagi Cerita Perjuangan Hadapi Pandemi
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Di masa-masa awal pandemi COVID-19, Harpini Winastuti, 85, duduk diam termenung di rumahnya. Saat it...
Membaca Kembali Kemerdekaan Timor Leste
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Dari pembicaraan di dataran tinggi Dieng yang beriklim sejuk dan rumah bagi sekian banyak candi-cand...
Berkisah Tentang Anne Frank, Debut Film Animasi di Festival Film Cannes
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Buku Harian Anne Frank, kisah pencurahan harapan dan impian seorang gadis muda Yahudi ketika bersemb...
Live Streaming Radio Network