Bank-bank Pembangunan G-7 Janjikan $80 Milyar untuk Perusahaan-perusahaan Afrika
Elshinta
Selasa, 15 Juni 2021 - 09:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Bank-bank Pembangunan G-7 Janjikan $80 Milyar untuk Perusahaan-perusahaan Afrika
VOA Indonesia - Bank-bank Pembangunan G-7 Janjikan $80 Milyar untuk Perusahaan-perusahaan Afrika
Bank-bank pembangunan besar dari negara-negara terkaya di dunia membuat janji penting bersama pada Senin (14/6) untuk memompakan 80 milyar dolar ke perusahaan-perusahaan dan proyek-proyek Afrika dalam lima tahun ke depan. Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperkirakan sub-Sahara Afrika akan perlu 425 milyar dolar tambahan antara sekarang dan 2025 untuk melawan COVID-19 dan mengurangi tingkat kemiskinan yang kini semakin diperparah karena pandemi. Kawasan itu juga terimbas perubahan iklim. Janji 80 milyar dolar hari Senin (14/6) itu menandai pertama kalinya Institusi Keuangan Pembangunan (DFI) dari AS, Eropa dan negara kaya G-7 lainnya membuat komitmen kolektif untuk benua Afrika. David Marchick, direktur operasi Korporasi Keuangan Pembangunan Internasional AS (DFC) mengatakan berinvestasi di Afrika kini merupakan "prioritas utama" di bawah pemerintahan Biden. Sementara kepala Bank Investasi Eropa, Werner Hoyer, yang menyuntikkan lebih dari 5 milyar euro ke Afrika tahun lalu, mengatakan siap untuk berkolaborasi lebih jauh dengan mitra-mitra Afrika dan multilateral. Langkah itu diambil di tengah upaya negara-negara Barat untuk melawan semakin besarnya pengaruh ekonomi dan politik China dan Rusia di Afrika yang memiliki populasi dan sumber daya yang besar. [vm/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
100 Demonstran Didakwa Menghina Raja Thailand 
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Lebih dari 100 pengunjuk rasa didakwa berdasar undang-undang penghinaan terhadap kerajaan Thailand s...
Studi: Vaksin Dua Dosis Kurangi Risiko Tertular Varian Delta 50-60%
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti di Inggris menemukan risiko penularan dari varian Delt...
2030, Singapura Akan Tambah Jumlah CCTV Jadi Lebih dari 200 Ribu
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, Selasa (3/8), mengatakan negara tersebut berencana men...
PM Malaysia Tolak Mundur Setelah Sekutu Utama Tolak Dukungan
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menolak untuk mengundurkan diri, Rabu (4/8), setelah sekut...
Diplomat Brunei Ditunjuk Sebagai Utusan ASEAN untuk Myanmar
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Para menteri luar negeri negara-negara Asia Tenggara, Rabu (4/8), memilih Menteri Luar Negeri Kedua ...
New York Times: FDA Akan Beri Persetujuan Penuh Vaksin Pfizer pada September
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Badan Pengawasan Makanan dan Obat AS (FDA) menargetkan untuk memberi persetujuan penuh bagi vaksin C...
Penjabat Menhan Afghanistan Jadi Target Serangan Bom, 8 Tewas
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Sebuah serangan bom yang menarget penjabat menteri pertahanan Afghanistan menewaskan sedikitnya dela...
Atlet Olimpiade Belarus Tsimanouskaya Bertolak ke Wina
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Seorang atlet Olimpiade Belarus yang mengatakan ia menghadapi hukuman jika kembali ke negaranya, har...
Kepala USAID Desak Pembukaan Akses Bantuan Kemanusiaan di Tigray
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Kepala Badan Pembangunan Internasional AS Samantha Power, Rabu (4/8) dijadwalkan bertemu dengan para...
Pemerintah Belum Putuskan Sertifikat Vaksinasi Jadi Syarat Kegiatan Masyarakat
Kamis, 05 Agustus 2021 - 09:11 WIB
Satgas Penanganan COVID-19 menilai vaksinasi belum mampu gantikan efektifitas penerapan protokol kes...
Live Streaming Radio Network