Perusahaan Energi Perancis Hentikan Pembayaran ke Militer Myanmar
Elshinta
Jumat, 28 Mei 2021 - 12:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Perusahaan Energi Perancis Hentikan Pembayaran ke Militer Myanmar
VOA Indonesia - Perusahaan Energi Perancis Hentikan Pembayaran ke Militer Myanmar
Militer Myanmar kehilangan sumber pemasukan. Total, perusahaan minyak Perancis, Rabu (26/5), mengatakan pembayaran tunai untuk perusahaan patungan dengan militer telah dihentikan akibat kekacauan di negara itu.  Total ditekan aktivis prodemokrasi “agar berhenti mendanai junta” sejak kudeta militer pada Februari yang disusul dengan penumpasan brutal terhadap pembangkangan sipil. Lebih dari 800 orang tewas oleh militer, menurut kelompok pemantau dalam negeri.  Total mengatakan keputusan menghentikan pembayaran dibuat dalam pertemuan pemegang saham pada 12 Mei dari Moattama Gas Transportation Company, MGTC, joint-venture yang memiliki jaringan pipa yang menghubungkan lapangan gas Yadana dengan Thailand. Penghentian pembayaran diusulkan Total yang memiliki penyertaan saham 31 persen dalam MGTC. Mitranya dari Amerika, Chevron memiliki 28 persen. Perusahaan Thailand PTTEP memiliki 25 persen sedangkan 15 persen dimiliki BUMN Myanmar, Myanmar Oil and Gas Enterprise.  “Mengingat konteks ketidakstabilan di Myanmar, distribusi tunai kepada para pemegang saham perusahaan itu telah dihentikan” efektif mulai 1 April. Total “mengecam kekerasan dan pelecehan HAM di Myanmar” dan akan mematuhi sanksi terhadap junta dari Uni Eropa atau Amerika.”  Total pada 2019 membayar sekitar $230 juta kepada penguasa Myanmar, dan $176 pada 2020 dalam bentuk pajak dan hak produksi, menurut laporan finansial perusahaan itu. Harian Perancis Le Monde memerinci keterlibatan Total di MGTC pada awal Mei. “Keuntungan besar dari operasi gas alam itu tidak disalurkan ke pemerintahan Myanmar, tetapi sebagian besar diambil perusahaan yang dikendalikan seluruhnya oleh militer,” lapor Le Monde. [jm/ka]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menhan AS Dukung Pencegahan Terintegrasi untuk Redam Agresi China di Asia Tengara
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, Selasa (27/7) melakukan pembahasan untuk meredam agresi China di...
Pengasuhan Yatim Piatu akibat COVID Diupayakan Berbasis Keluarga
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Sejak pandemi merebak, banyak anak mendadak yatim piatu setelah orang tua mereka meninggal akibat CO...
Setidaknya 32 Wartawan Masih Ditahan di Myanmar
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Kudeta militer di Myanmar telah menghancurkan media di negara itu, dengan setidaknya 32 wartawan yan...
Perluas Kemitraan Indo-Amerika, Menlu AS Melawat ke New Delhi
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Amerika dan India menegaskan kembali komitmen untuk memperdalam kemitraan keamanan dalam lawatan Men...
Ribuan Warga Syiah Rayakan Hari Raya
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Ribuan warga Yaman hari Rabu (28/7) berpawai di Sanaa untuk merayakan Hari Raya "Idul Ghadir", hari ...
Kepala UNAMA: Tanpa Perundingan dengan Kabul, Taliban Kehilangan Legitimasi
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Kepala Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) Deborah Lyons mengatakan Taliban akan kehilangan legi...
Pegawai Pemerintah Federal AS Kembali Wajib Kenakan Masker
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Pegawai federal di Washington DC dan beberapa kota lain hari Rabu (28/7) mulai kembali mengenakan ma...
Polisi Rusia Geledah Rumah Wartawan Investigatif
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Polisi di Rusia hari Rabu (28/7) menggeledah rumah pemimpin redaksi kantor media investigasi yang ba...
Perancis: “Kajian Teknis” terhadap Spyware Masih Berlanjut
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Juru bicara pemerintah Perancis hari Rabu (28/7) mengatakan “kajian teknis masih berlangsung” te...
Israel Sambut Pembicaraan Damai dengan Palestina
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan mengatakan menyambut baik upaya melakukan perundingan damai ...
Live Streaming Radio Network