Kapan Vaksin Covid-19 Akan Tersedia?
Elshinta
Jumat, 28 Mei 2021 - 12:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kapan Vaksin Covid-19 Akan Tersedia?
DW.com - Kapan Vaksin Covid-19 Akan Tersedia?

Di seluruh dunia saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin. 50 diantaranya sudah melakukan uji klinis, untuk mengetes kandidat potensial vaksin virus corona penyebab Covid-19. Untuk penggunaan darurat, saat ini empat vaksin telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat FDA.

Perusahaan Bio-farmasi Jerman BioNTech yang digandeng Pfizer dari AS, yang pertama mengumumkan kandidat vaksin mereka yang diberi nama BNT162b2 terbukti punya keampuhan 95%. Disusul perusahaan bio-farmasi AS, Moderna yang mengumumkan kandidat vaksinnya, mRNA-1273 memiliki keampuhan hingga 94,5%.

Sejauh mana kemajuan pengembangan vaksin?

BioNTech sudah menguji coba kandidat vaksinnya pada tahapan ketiga dengan lebih dari 43.500 responden. Moderna melaporkan melakukan uji coba tahap tiga pada lebih dari 30.000 responden. Sementara Sinovac dari Cina melakukan uji klinis tahap ketiga pada 29.000 responden.

Selebihnya, sebagian besar kandidat vaksin Covid-19 masih berada dalam tahapan uji pra-klinis. Dalam arti, ujicoba baru dilakukan di laboratorium dan dites pada binatang, bukan pada manusia.

Jika uji klinis dinyatakan sukses, sebuah perusahaan bisa mengajukan permohonan resmi ke jawatan regulasi, untuk mendapat izin penggunaan oleh publik.

Sejauh ini ada tiga jawatan regulasi obat, vaksin dan makanan yang reputasinya diakui secara global, yakni : The Food and Drug Administration (FDA) di AS, European Medicines Agency (EMA) di Eropa, dan Pharmaceuticals and Medical Device Agency di Jepang.

Perusahaan mana yang sudah uji klinis tahap lanjut?

Saat berita ini dirilis, ada lebih dari 100 tim peneliti di seluruh dunia, yang meneliti dan mengembangkan vaksin Covid-19. Sejauh ini ada 26 tim atau perusahaan yang sudah memasuki fase tiga yang merupakan tahapan akhir uji klinis kandidat potensial vaksin Covid-19.

Lima perusahaan tercatat melakukan uji klinis secara ekstensif dengan sampel skala besar.

  • Perusahaan Belgia, Janssen Pharmaceutical, melakukan uji coba kandidat vaksinnya pada sekitar 74.500 orang di AS, Argentina, Brazil, Colombia dan Belgia. Vaksinnya berbasis vektor virus non-replicating, yang tidak tidak bisa berkembang biak dalam tubuh manusia.
  • University of Oxford berkolaborasi dengan AstraZeneca di Inggris, melakukan uji klinis tahap 3 kandidat vaksinnya pada 57.000 orang di AS, Chile, Peru dan Inggris. Vaksinnya berbasis vektor virus non-replicating.
  • Perusahaan Cina Sinopharm bekerjasama dengan Beijing Institute dan Wuhan Institute, melakukan uji klinis bersama pada sekitar 55.000 orang responden di Bahrain, Yordania, Mesir Maroko, Argentina dan Peru. Vaksinnya berbasis virus yang inaktif.
  • Perusahaan Jerman BioNTech melakukan uji klinis pada 50.000 orang responden di AS, Argentina dan Brazil. Vaksinnya berbasis teknologi paling anyar messenger RNA atau mRNA.
  • Perusahaan Cina lainnya, CanSino, melakukan ujicoba kandidat vaksinnya pada sekitar 41.000 orang di Pakistan.
  • Perusahaan AS Novavax sedang menguji vaksinnya, yang berbasis subunit protein, pada 45.000 orang di AS, Meksiko, Puerto Rico, Afrika Selatan, dan Australia.

Kapan vaksin tersedia?

Normalnya, perlu beberapa tahun untuk mengembangkan vaksin yang efektif dan aman. Di masa lalu, rata-rata dibutuhkan waktu antara 10 hingga 12 tahun bahkan lebih lama lagi. Misalnya pengembangan vaksin HIV sudah dilakukan sejak awal tahun 1980-an, namun hingga kini tidak menunjukkan keberhasilan.

Dalam kasus pengembangan vaksin Covid-19, ada anomali. Para peneliti ibaratnya tancap gas, ngebut untuk mengejar waktu, menimbang pandemi yang sudah menginfeksi dan membunuh jutaan orang. Walau ada tekanan pandemi, World Health Organization (WHO) tetap menegaskan, tidak ada kompromi dalam masalah keamanan vaksin.

Kini para peneliti mengupayakan akselerasi, agar dalam masa pandemi, waktu untuk pengembangan dan keluarnya izin rata-rata bisa dituntaskan dalam 16 bulan.

Namun itu baru tahapan awal. Jika uji coba fase tiga sukses dan vaksin diberi izin serta diproduksi secara massal, para periset mulai dengan fase empat, yakni memonitor progresnya pada orang yang mendapat vaksinasi.

Prioritas dan alokasi vaksin perdana

Jika sebuah vaksin sudah mengantungi izin, tidak serta merta semua orang bisa divaksinasi. Pasalnya, mula-mula vaksinnya harus diproduksi secara massal. Vaksin Covid-19 misalnya, BioNTech dan Moderna mengklaim, hingga akhir tahun akan mampu memproduksi ratusan juta dosis. Diperkirakan hingga akhir tahun 2021 sudah bisa diproduksi miliaran dosis vaksin Covid-19.

Setelah itu ada rantai logistik yang rumit dan panjang, mengingat produk vaksin dan obat-obatan perlu penanganan khusus dan teknologi tinggi. Para politisi dan lembaga dunia kemudian harus memutuskan, siapa saja yang mendapat prioritas vaksinasi perdana.

Namun pada akhirnya, masing-masing individu yang harus memilih, mau divaksin atau tidak? Banyak warga di Jerman misalnya, menolak tegas imunisasi alias vaksinasi dengan beragam alasan. Namun riset di 35 negara menunjukkan, mayoritasnya justru meminta segera mendapat vaksinasi Covid-19.

Tidak ada vaksin efektif 100%

Juga yang harus dipahami orang awam, tidak ada vaksin atau obat yang aman atau menjamin keampuhan hingga 100%. Selain itu, vaksin Covid-19 juga dibuat dengan beragam cara dan teknologi. Artinya, keampuhan atau efek sampingannya akan berbeda pada tiap vaksin dan tiap individu.

Para ilmuwan menekankan, vaksinasi bertujuan memicu sistem kekebalan tubuh pada virus SARS-Cov-2 pemicu Covid-19 dan juga menyimpan memorinya. Dengan itu, jika di kemudian hari terpapar virus yang asli, sistem imunitas tubuh bisa memeranginya.

Juga diwanti-wanti, tidak ada kekebalan tubuh yang abadi terhadap virus yang terus mengalami mutasi sesuai hukum evolusi. Kekebalan tubuh terhadap virus corona terus menurun seiring waktu, dan ada kemungkinan tubuh terinfeksi ulang. Namun diharap, gejalanya tidak parah, karena tubuh sudah dipersiapkan menghadapinya.

Gianna Grün (as/gtp)



Sejumlah perusahaan di seluruh dunia terus mencoba mengembangkan vaksin anti SARS-Cov-2 pemicu Covid-19 yang efektif dan aman. Bagaimana kemajuannya dan kapan dunia akan memiliki vaksin Covid-19?
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemain Game Profesional: Kaya Tapi Hadapi Risiko
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Main game semakin disukai untuk rileks, untuk bersosialisasi dan untuk beralih dari kesibukan sehari...
Membujur di Tepian Laut, Kota-kota Pesisir Hadapi Ancaman Mematikan
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Pesisir laut selama berabad-abad jadi pusat lalu lintas perdagangan antar negara, pembangunan, dan p...
Uni Eropa Bersiap Akhiri Produksi Kendaraan Berbahan Bakar Fosil
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Masa operasional mobil bermesin bahan bakar minyak bumi di Eropa sepertinya tinggal menghitung hari....
Rekor Suhu Terpanas Dunia dalam Sejarah
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Entah itu di Lapland, Kanada atau India, suhu musim panas tahun ini lebih panas dari biasa. Bahkan b...
Waspada Kemungkinan Terciptanya Varian Baru Virus Corona asal Indonesia
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Pekan ini Indonesia terus mencetak rekor kenaikan jumlah harian kasus COVID-19 yang tercatat 47,899 ...
PBB Desak Negara-negara Serius Tangani Isu Perbudakan dan Rasisme Masa Lalu
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Komisaris Tinggi Hak Asasi Mansuia PBB Michelle Bachelet mendesak negara-negara untuk mengambil &quo...
Jangan Menyerah, Ayo Berbagi Cerita Perjuangan Hadapi Pandemi
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Di masa-masa awal pandemi COVID-19, Harpini Winastuti, 85, duduk diam termenung di rumahnya. Saat it...
Membaca Kembali Kemerdekaan Timor Leste
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Dari pembicaraan di dataran tinggi Dieng yang beriklim sejuk dan rumah bagi sekian banyak candi-cand...
Berkisah Tentang Anne Frank, Debut Film Animasi di Festival Film Cannes
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Buku Harian Anne Frank, kisah pencurahan harapan dan impian seorang gadis muda Yahudi ketika bersemb...
Industri Film Bollywood India Tidak Lepas dari Terjangan Krisis COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:21 WIB
Sebagai industri film terbesar di dunia dilihat dari jumlah film yang diproduksi, industri film Boll...
Live Streaming Radio Network