Diaspora India di AS Sedih Saksikan Lonjakan COVID di Negara Asalnya
Elshinta
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Diaspora India di AS Sedih Saksikan Lonjakan COVID di Negara Asalnya
VOA Indonesia - Diaspora India di AS Sedih Saksikan Lonjakan COVID di Negara Asalnya
Diaspora India yang tinggal di Amerika menyaksikan dengan ngeri ketika India berjuang melawan gelombang kedua COVID-19 yang menghancurkan, sementara di AS vaksinasi berlangsung dengan gencar. Bagi orang India yang tinggal di Amerika, berita menyedihkan setiap hari dari tanah air mengingatkan mereka bahwa pandemi masih jauh dari selesai. Salah seorang dari mereka adalah Varsha Mehta yang tinggal di Virginia. “Memilukan. Mereka tidak memiliki tempat tidur. Orang-orang sekarat… setiap hari 4.000 orang sekarat. Situasi yang tidak terbayangkan," ujarnya. Warga Amerika lainnya yang juga keturunan India, Nikhio, mengatakan demokrasi terbesar di dunia itu tidak dipersiapkan secara memadai dalam menghadapi pandemi ini. Sedangkan Sriker menyalahkan pemerintah India. “Tentu saja dalam keluarga saya terdapat orang-orang tua yang sudah divaksinasi atau setidaknya mendapat dosis pertama, tetapi kita bisa melihat bahwa vaksinasi belum cukup ampuh, dan mungkin kita bisa mengatakan bahwa itu kesalahan pemerintah. Mereka tidak berkomitmen untuk memperoleh sumber daya yang diperlukan sebelum pemerintah mencabut semua pembatasan dan mengatakan bahwa COVID sudah tidak ada di India sekarang, kita akan baik-baik saja.”   Dengan lebih dari 20,2 juta kasus, India memiliki jumlah infeksi COVID-19 tertinggi kedua setelah Amerika dan jumlah kematian tertinggi ketiga setelah AS dan Brazil. Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, Selasa (4/5), mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika terus mengirim bantuan ke India. “Enam pengiriman melalui udara yang didanai USAID sudah meninggalkan Amerika, lima di antaranya sudah sampai di India. Kiriman ini termasuk pasokan kesehatan, oksigen, pasokan oksigen, masker N95, tes diagnostik cepat, dan obat-obatan." Tapi bagi banyak warga di India bantuan tersebut mungkin terlambat. Diaspora India di AS juga membantu dengan mengumpulkan dana guna meringankan penderitaan banyak warga India. Bagi lebih dari 4 juta keturunan India di AS, mereka menyaksikan perbedaan yang sangat kontras. Di AS vaksinasi meningkat, sementara di India pandemi meraja lela. Presiden AS Joe Biden menargetkan 70 persen dari semua orang dewasa di Amerika sekurangnya mendapat satu suntikan vaksin COVID-19 dalam dua bulan ke depan. Berbicara di Gedung Putih hari Selasa, Biden menguraikan tujuan terbarunya untuk memvaksinasi lebih banyak warga. “Sasaran kita pada 4 Juli adalah 70% orang dewasa Amerika mendapat setidaknya satu suntikan dan 160 juta orang Amerika telah divaksinasi penuh. Itu berarti memberikan hampir 100 juta suntikan, sebagian suntikan pertama, yang lainnya suntikan kedua, dalam 60 hari mendatang. Tentu saja, warga AS masih bisa mendapat vaksinasi setelah 4 Juli, tetapi seharusnya tidak ada yang menunda. Mari kita coba mencapai sasaran 70% itu, setidaknya satu suntikan sebelum hari itu," kata Biden. Biden, Selasa, juga mengatakan pemerintah bersiap untuk segera mulai memvaksinasi anak-anak jika badan pengawas pangan dan obat-obatan AS (FDA) mengizinkan vaksin dengan dua suntikan buatan Pfizer untuk siswa berusia antara 12 dan 15 tahun. [my/ka]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UE Rekomendasikan Negara Anggota Cabut Pembatasan Turis AS
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Uni Eropa, Rabu (16/6) mengumumkan rekomendasi kepada negara-negara anggotanya untuk mencabut pembat...
Hadiah Ayam hingga Apartemen, Upaya Genjot Vaksinasi COVID-19 di Asia
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Ayam, sapi, cuti dibayar, bahkan apartemen seharga sejuta dolar, adalah deretan hadiah yang ditawark...
AS Awasi Pengaruh China di PBB
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (16/6), memastikan kepa...
Usai Bertemu Putin, Biden Bersikap Realistis
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakhiri pertemuan...
Putin: Pemimpin Oposisi Navalny Dijatuhi Hukuman yang Tepat
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (16/6), mengatakan pemimpin oposisi yang dipenjara, Alexey Naval...
Iran Bersiap Gelar Pilpres di Tengah Krisis Ekonomi, Ketegangan Nuklir
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Warga Iran, Jumat (18/6), akan pergi ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih presiden ...
Demo Masyarakat Adat di Brazil Diwarnai Tembakan Anak Panah
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Ratusan penduduk asli Brazil berunjuk rasa di luar gedung Kongres di Brasilia, Rabu (16/6), menentan...
Polisi Hong Kong Gerebek Kantor Apple Daily yang Prodemokrasi
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Polisi Hong Kong menggerebek kantor pusat surat kabar prodemokrasi Apple Daily pada hari Kamis (17/...
Australia Semakin Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Australia telah menaikkan usia yang direkomendasikan bagi penggunaan vaksin AstraZeneca dari 50 menj...
Jepang Pertimbangkan Permohonan Suaka Kiper Myanmar
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Seorang anggota tim sepak bola nasional Myanmar yang bermain pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022...
Live Streaming Radio Network