Kelompok Madani Desak PBB Berlakukan Embargo Senjata Terhadap Myanmar
Elshinta
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kelompok Madani Desak PBB Berlakukan Embargo Senjata Terhadap Myanmar
VOA Indonesia - Kelompok Madani Desak PBB Berlakukan Embargo Senjata Terhadap Myanmar
Lebih dari 200 kelompok masyarakat madani dan hak-hak asasi manusia (HAM) di seluruh dunia telah menyerukan kepada Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar memberlakukan embargo senjata terhadap Myanmar.  Harapannya langkah itu akan mencegah pihak militer di sana melakukan lebih banyak pembunuhan dan kekejaman.  “Kegagalan DK PBB untuk sekedar membahas sebuah embargo senjata terhadap junta di sana merupakan sebuah kelalaian yang menyolok dari tanggung jawabnya terhadap rakyat Myanmar," kata Louis Charbonneau, Direktur Human Rights Watch untuk urusan PBB, kepada para reporter, Rabu (5/5). DK telah menerbitkan empat pernyataan keprihatinan sejak militer Myanmar melancarkan kudeta pada 1 Februari, dan menggulingkan pemerintahan sipil serta menahan beberapa pemimpinnya dalam pertikaian siapa yang memenangkan pemilihan November. Pada 24 April ASEAN menyelenggarakan sebuah KTT sehubungan situasi di Myanmar, serta menerbitkan pernyataan lima butir.  Namun, jenderal-jenderal di Myanmar tidak mempedulikan kedua lembaga ini dan masih terus menggunakan kekerasan untuk memadamkan protes-protes, serta juga melakukan serangan termasuk serangan udara, dan bersenjata terhadap kelompok-kelompok etnis.  Pemantau HAM mengatakan, lebih dari 760 warga sipil telah tewas, termasuk 51 anak-anak, dan lebih dari 4600 lainnya telah ditangkap dalam tindakan penindasan selanjutnya. [jm/lt]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UE Rekomendasikan Negara Anggota Cabut Pembatasan Turis AS
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Uni Eropa, Rabu (16/6) mengumumkan rekomendasi kepada negara-negara anggotanya untuk mencabut pembat...
Hadiah Ayam hingga Apartemen, Upaya Genjot Vaksinasi COVID-19 di Asia
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Ayam, sapi, cuti dibayar, bahkan apartemen seharga sejuta dolar, adalah deretan hadiah yang ditawark...
AS Awasi Pengaruh China di PBB
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (16/6), memastikan kepa...
Usai Bertemu Putin, Biden Bersikap Realistis
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakhiri pertemuan...
Putin: Pemimpin Oposisi Navalny Dijatuhi Hukuman yang Tepat
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (16/6), mengatakan pemimpin oposisi yang dipenjara, Alexey Naval...
Iran Bersiap Gelar Pilpres di Tengah Krisis Ekonomi, Ketegangan Nuklir
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Warga Iran, Jumat (18/6), akan pergi ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih presiden ...
Demo Masyarakat Adat di Brazil Diwarnai Tembakan Anak Panah
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Ratusan penduduk asli Brazil berunjuk rasa di luar gedung Kongres di Brasilia, Rabu (16/6), menentan...
Polisi Hong Kong Gerebek Kantor Apple Daily yang Prodemokrasi
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Polisi Hong Kong menggerebek kantor pusat surat kabar prodemokrasi Apple Daily pada hari Kamis (17/...
Australia Semakin Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Australia telah menaikkan usia yang direkomendasikan bagi penggunaan vaksin AstraZeneca dari 50 menj...
Jepang Pertimbangkan Permohonan Suaka Kiper Myanmar
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:22 WIB
Seorang anggota tim sepak bola nasional Myanmar yang bermain pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022...
Live Streaming Radio Network