Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Elshinta
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
ABC.net.au - Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka

Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu telah berkumpul sambil cemas dan khawatir menunggu kabar soal nasib anak-anak mereka.

  • Para penculik menggiring gadis-gadis itu seperti binatang, menurut saksi mata
  • Sebuah kamp militer dan pos pemeriksaan juga diserang untuk mencegah respon tentara
  • Pada hari Sabtu, orang-orang bersenjata membebaskan 27 remaja laki-laki yang pekan lalu diculik dari sekolah mereka

Ini adalah peristiwa penculikan yang terbaru dari serangkaian penculikan sekolah massal di negara Afrika Barat itu.

Para orangtua yang khawatir mendatangi Sekolah Menengah Pertama untuk Perempuan milik Pemerintah di bagian utara Nigeria pada hari Minggu dengan penjagaan polisi.

Aliyu Ladan Jangebe mengatakan lima putrinya yang berusia antara 12 dan 16 tahun berada di sekolah ketika para penculik menyerbu masuk.

Empat orang dibawa pergi tetapi satu melarikan diri, setelah bersembunyi di kamar mandi bersama tiga gadis lainnya, katanya kepada The Associated Press.

"Kami sedang tidak dalam suasana hati yang baik karena kami memiliki lima anak dan satu saja yang aman."

"Kami hanya bisa bersyukur kepada Tuhan… tapi kami tidak bahagia."

"Kami tidak bisa membayangkan situasi mereka," katanya tentang anak-anak perempuan lainnya yang masih hilang.

Dia mengatakan, menurut penduduk desa terdekat para penculik menggiring gadis-gadis itu seperti hewan ternak.

Seorang penduduk mengatakan orang-orang bersenjata itu juga menyerang kamp militer dan pos pemeriksaan terdekat, untuk mencegah tentara merespon penculikan massal ini.

Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari mengatakan prioritas pemerintah saat ini adalah mengembalikan semua sandera tanpa cedera.

Polisi dan militer telah memulai operasi gabungan untuk menyelamatkan siswi-siswi itu, kata seorang juru bicara polisi.

Paus dan PBB berharap para gadis segera dibebaskan

Penculikan murid-murid perempuan itu telah menyebabkan kemarahan internasional.

Paus Fransiskus mengecam penculikan itu dan berdoa untuk pembebasan cepat para gadis itu, dalam pidato publiknya di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu.

"Saya berdoa untuk gadis-gadis ini, agar mereka segera kembali ke rumah," kata Paus Fransiskus, yang meminta orang-orang untuk bersatu dan mendoakan.

Pekan lalu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengutuk keras penculikan itu dan menyerukan "pembebasan segera dan tanpa syarat" para siswi dan pemulangan ke keluarga mereka dengan selamat.

Serangan terhadap sekolah sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia dan hak anak-anak, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Para bandit mungkin akan merencanakan lebih banyak penculikan

Nigeria telah menyaksikan beberapa serangan dan penculikan sejenis dalam beberapa tahun terakhir.

Pada hari Sabtu, 24 siswa, enam staf dan delapan kerabat dibebaskan setelah diculik pada 17 Februari dari Government Science College Kagara di negara bagian Niger.

Pada bulan Desember, lebih dari 300 anak sekolah dari sebuah sekolah menengah di Kankara, di barat laut Nigeria, diculik dan kemudian dibebaskan.

Pemerintah mengatakan tidak ada uang tebusan yang dibayarkan untuk pembebasan para murid itu.

Penculikan paling terkenal terjadi pada April 2014, ketika 276 gadis diculik oleh pemberontak jihadis Boko Haram dari sekolah menengah di Chibok di negara bagian Borno.

Lebih dari 100 di antaranya masih hilang.

Boko Haram menentang sistem pendidikan barat dan para pengikutnya sering menargetkan sekolah.

Kelompok bersenjata terorganisasi lainnya, yang secara lokal disebut bandit sering menculik siswa untuk mendapatkan uang.

Pemerintah mengatakan sekelompok besar pria bersenjata di negara bagian Zamfara diketahui menculik demi uang dan mendesak pembebasan anggotanya yang ditahan di penjara.

Para analis memperingatkan jaringan kriminal Nigeria mungkin akan merencanakan lebih banyak penculikan seperti itu, jika mereka tidak dihukum.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News dalam Bahasa Inggris.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumlah Penduduk Australia Berkurang Pertama Kalinya Sejak Perang Dunia Pertama
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Jumlah pendatang ke Australia berkurang karena perbatasan Australia yang ditutup. Jika masalah ini t...
Peserta WHV Asal Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Australia
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Dikenal sebagai pekerja keras, Arie Putra ingin membahagiakan orangtuanya dengan bekerja di Australi...
Novel Intan Paramaditha Masuk Nominasi Penghargaan Buku Terbaik di Australia
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Kisahnya bermula dari sepasang sepatu merah dan persekutuan dengan jin. Tapi akhir ceritanya tergant...
Ikan Mas: Disantap di Indonesia, Dianggap Hama di Australia
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Sebuah penelitian di Australia menemukan 360 juta ikan mas tinggal di saluran air saat musim hujan. ...
Mayoritas Pekerja di Australia Ingin Tetap Bisa Bekerja dari Rumah
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Survei terbaru menunjukkan lingkungan kerja yang ideal bagi warga Australia adalah campuran bekerja ...
Apakah Vaksinasi Akan Membantu Pemulihan Pasien Long COVID?
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Beberapa orang yang telah sembuh dari COVID merasakan gejala berkepanjangan. Tapi sebagian mengaku k...
Penerbangan Internasional ke Melbourne Dibuka Kembali Setelah Paskah
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Penerbangan internasional ke Bandara Melbourne akan dibuka kembali. Apakah perbaikan sudah dilakukan...
Kisah Perempuan Diminta Kerja di Pertanian Australia Hanya Menggunakan Pakaian Dalam
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Sejumlah perempuan backpacker yang bekerja di pertanian Australia mengaku telah mengalami pelecehan ...
Why cant I have sex?: Tantangan Orangtua Indonesia di Australia Ajarkan Seks
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Bagi orang tua asal Indonesia ada tantangan ekstra yang harus dihadapi saat membicarakan topik seks ...
Setidaknya 200 Ekor Sapi di Australia Hanyut Akibat Banjir New South Wales
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Pasangan suami istri masih dalam misi menyelamatkan sapi-sapi mereka yang terbawa arus sungai akibat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV