Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Elshinta
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
ABC.net.au - Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden

"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"

Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato publik pertamanya sejak meninggalkan Gedung Putih.

Berbicara langsung tanpa perantara media sosial, Trump membatasi dirinya dengan hanya melontarkan beberapa pernyataan di klub Florida, Mar-A-Lago, di mana dia menghabiskan sebagian besar waktunya selama ini.

Tetapi saat Konferensi Tindakan Politik Konservatif 2021 berlangsung, Trump untuk pertama kalinya sejak menjelang kerusuhan 6 Januari di Washington berdiri di atas panggung dan berbicara di depan orang banyak.

Inilah yang kami pelajari dari pidatonya.

Trump mengisyaratkan berlaga pada Pemilu 2024?

Trump tidak butuh waktu lama sebelum ia memutuskan untuk mencalonkan diri dalam nominasi Partai Republik pada 2024.

Setelah beberapa saat menyerang pemerintahan Biden, dia berkata "perjalanan luar biasa yang kita mulai bersama empat tahun lalu masih jauh dari selesai".

"Siapa tahu, saya bahkan mungkin memutuskan untuk mengalahkan mereka untuk ketiga kalinya," kata Trump, mengulangi kebohongannya bahwa dia memenangkan pemilu 2020.

Hal yang sama ia lakukan saat menutup pidato berdurasi 90 menit itu.

"Seorang presiden Republik akan kembali ke Gedung Putih dengan penuh kemenangan. Saya ingin tahu, siapa orang itu?" tanyanya kepada orang banyak, yang, menyambutnya dengan bangkit dari tempat duduk dan bertepuk tangan meriah, menjawab dengan jelas siapa yang mereka inginkan.

"Siapa, siapa, siapa orang itu, saya bertanya-tanya?"

Kami belum bisa mengetahui apakah Trump ingin mendapat celah kembali ke Gedung Putih. Dan karena ambiguitas ini berarti akan ada kolom yang berseri di media cetak dan durasi yang panjang di televisi yang dicurahkan untuk mengeksplorasi pertanyaan itu selama beberapa tahun ke depan.

Senyumannya ketika membiarkan pertanyaan terbuka menunjukkan bahwa itulah yang diinginkan sang mantan presiden untuk saat ini.

Tapi dia tidak akan mendirikan partai politiknya sendiri untuk berlaga dalam Pemilu.

Jelas bahwa Trump tidak akan melepaskan diri dari partai Republik dalam perjalanan politiknya di masa mendatang.

"Kita tidak akan membuat partai baru," katanya.

"Kita punya Partai Republik. Partai ini akan makin menyatu dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

"Saya tidak membuat partai baru."

The Wall Street Journal melaporkan pada akhir Januari bahwa Trump telah membahas rencana mendirikan "Partai Patriot".

Namun gelembung pemikiran Trump tidak bertahan lama, setelah New York Times melaporkan bahwa segera setelahnya ia mundur dari gagasan tersebut.

Pidato ini menegaskan bahwa rencana Trump untuk masa depan politik ada pada Partai Republik.

Sebulan menghilang dari sorotan belum mampu meredam amarahnya karena kalah Pemilu

Setelah membahasnya dalam pembukaan pidatonya, memasuki jam kedua pidatonya Trump kembali membuka pintu air sejumlah klaim palsu yang sama bahwa ia telah memenangkan pemilu 2020.

Trump kalah dalam pemilihan dengan selisih lebih dari 7 juta suara, setelah Joe Biden memenangkan electoral college 306-232.

Tidak ada bukti baru penyimpangan Pemilu yang disampaikan Trump dalam pidatonya, selain keluhan dan kebohongan yang sama yang diulangi oleh mantan presiden dan pendukungnya pada hari-hari setelah pemilihan.

Sepanjang pidatonya kadang orang-orang meneriakkan: "Anda pemenangnya!"

Demokrat, beberapa Republikan dan ahli ekstremisme dan disinformasi mengatakan bahwa retorika membantu menciptakan kondisi yang menyebabkan kerusuhan 6 Januari yang mematikan di Capitol Hill.

Demokrat bukan satu-satunya target Trump.

Sebagian besar pidato Trump dihabiskan untuk menyerang pemerintahan Biden, yang menurut mantan presiden itu telah menjadi "malapetaka" (rating Joe Biden dalam kinerja mencapai lebih dari angka 50 persen, sesuatu yang tidak dapat dicapai Trump dalam empat tahun selama ia berkantor di gedung putih).

Tapi Partai Republik juga tidak luput dari amarahnya. Seperti yang sudah diduga, mantan presiden Trump masih menjaga jarak dengan partai yang masih didukungnya.

Satu per satu, Trump membacakan nama-nama petinggi Partai Republik yang telah memberikan suara menentangnya dalam pemakzulan kedua baru-baru ini serta memberi mereka label RINOs - Republicans In Name Only.

Dan dalam gema serangannya terhadap mantan wakil presidennya, Mike Pence, (yang Trump katakan "tidak bernyali" untuk membatalkan hasil pemilu), Trump mengecam Mahkamah Agung AS karena berulang kali mengesampingkan klaimnya atas penipuan pemilu.

"Mereka (SCOTUS) tidak punya nyali untuk melakukan apa yang harus dilakukan," katanya.

Beberapa ejekan paling keras dari kerumunan ditujukan untuk Pemimpin Minoritas Senat Republik Mitch McConnell, yang menyebut Trump "secara praktis dan moral bertanggung jawab memprovokasi" kerusuhan 6 Januari.

Setelah mengumumkan bahwa dia sekarang akan bekerja untuk memilih pemimpin Republik yang "kuat, tangguh, dan cerdas", Trump mengklaim partainya bersatu.

"Satu-satunya pemisah adalah segelintir orang yang telah membajak politik di Washington DC dan semua orang, di seluruh negeri," katanya.

Trumpisme tidak berubah (meskipun kalah Pemilu)

Trump mengklaim dalam pidatonya bahwa dia semakin sering mendengar istilah "Trumpisme", kemudian melanjutkan untuk mendefinisikan apa yang dia yakini, dimulai dengan "sesuatu yang hebat".

Definisi lainnya adalah platform yang sama yang telah memenangkannya pada Pemilu 2016, tetapi menyebabkan kerugian besar pada paruh waktu 2018 dan berakhir pada kehilangan Gedung Putih dan Senat Partai Republik pada tahun 2020.

Bahkan lagu pengiring, God Bless the USA saat dia berjalan memasuki panggung dan YMCA ketika dia selesai, sama dengan lagu pengiring tour pemilu 2020-nya.

Masih panjang perjalanan dan waktu yang diperlukan sampai bentuk pemilihan pendahuluan Republik 2024 mulai terbentuk.

Tetapi hari ini Trump menjelaskan bahwa dia menginginkan visinya, retorikanya, dan namanya bagaimanapun caranya menjadi pusat dari acara tersebut.

Trump mengatakan dia menginginkan para pemimpin Republik "yang setia kepada para pemilih yang akan bekerja dengan bangga untuk visi yang disusun hari ini".

"Apakah Kalian mengerti?" dia bertanya pada orang banyak. Sebelumnya mereka meneriakkan "kami mencintaimu".

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumlah Penduduk Australia Berkurang Pertama Kalinya Sejak Perang Dunia Pertama
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Jumlah pendatang ke Australia berkurang karena perbatasan Australia yang ditutup. Jika masalah ini t...
Peserta WHV Asal Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Australia
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Dikenal sebagai pekerja keras, Arie Putra ingin membahagiakan orangtuanya dengan bekerja di Australi...
Novel Intan Paramaditha Masuk Nominasi Penghargaan Buku Terbaik di Australia
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Kisahnya bermula dari sepasang sepatu merah dan persekutuan dengan jin. Tapi akhir ceritanya tergant...
Ikan Mas: Disantap di Indonesia, Dianggap Hama di Australia
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Sebuah penelitian di Australia menemukan 360 juta ikan mas tinggal di saluran air saat musim hujan. ...
Mayoritas Pekerja di Australia Ingin Tetap Bisa Bekerja dari Rumah
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Survei terbaru menunjukkan lingkungan kerja yang ideal bagi warga Australia adalah campuran bekerja ...
Apakah Vaksinasi Akan Membantu Pemulihan Pasien Long COVID?
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Beberapa orang yang telah sembuh dari COVID merasakan gejala berkepanjangan. Tapi sebagian mengaku k...
Penerbangan Internasional ke Melbourne Dibuka Kembali Setelah Paskah
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Penerbangan internasional ke Bandara Melbourne akan dibuka kembali. Apakah perbaikan sudah dilakukan...
Kisah Perempuan Diminta Kerja di Pertanian Australia Hanya Menggunakan Pakaian Dalam
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Sejumlah perempuan backpacker yang bekerja di pertanian Australia mengaku telah mengalami pelecehan ...
Why cant I have sex?: Tantangan Orangtua Indonesia di Australia Ajarkan Seks
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Bagi orang tua asal Indonesia ada tantangan ekstra yang harus dihadapi saat membicarakan topik seks ...
Setidaknya 200 Ekor Sapi di Australia Hanyut Akibat Banjir New South Wales
Rabu, 31 Maret 2021 - 16:10 WIB
Pasangan suami istri masih dalam misi menyelamatkan sapi-sapi mereka yang terbawa arus sungai akibat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV