Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Elshinta
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
ABC.net.au - Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat

Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia justru mengalami booming. Nilai hasil panen mencapai AU$66 miliar atau sekitar Rp660 triliun.

Pada saat yang sama, Biro Pertanian dan Ekonomi Sumberdaya dan Sains (ABARES) menyebutkan harga pangan melonjak lebih dari 15 persen, karena konsumen membayar lebih mahal untuk daging merah.

Lembaga pemerintah yang mengurusi komoditas pertanian ini menjelaskan kondisi cuaca yang baik dan panen biji-bijian yang melimpah mendorong peningkatan nilai makanan dan serat sebsar 8 persen dibandingkan tahun lalu.

Laporan ABARES yang dirilis hari ini menunjukkan hasil produksi pertanian tahun 2020/21 meningkat senilai AU$5 miliar.

Menurut Direktur Utama ABARES Dr Jared Greenville, pendapatan usaha pertanian rata-rata tahun ini diperkirakan meningkat 18 persen menjadi AU$184.000 setahun petani tanaman dan ternak, serta AU$190.000 untuk peternak sapi perah.

"Sektor pertanian mampu mengatasi dampak pandemi COVID-19, umumnya disebabkan oleh kondisi musim yang baik di pesisir timur (Australia) selama musim tanam yang lalu," jelasnya.

Ia menambahkan hasil panen gandum mencatatkan rekor terbesar begitu pula dengan hasil panen tanaman musim dingin.

Menurut Dr Greenville, pendapatan tunai para petani di New South Wales yang paling tinggi, di atas rata-rata 10 tahun.

Sementara pendapatan petani di negara bagian lainnya rata-rata juga mengalami kenaikan meskipun tidak setinggi di NSW.

Hasil produksi peternakan menurun

Meskipun hasil panen biji-bijian seperti gandum meningkat, hasil produksi peternakan justru menurun sekitar 8 persen.

Terlepas dari adanya kenaikan harga domba dan sapi, tahun lalu para peternak enggan mengirim ternak mereka ke pejagalan dan memilih menyimpannya untuk pembibitan.

Padahal, penyebaran penyakit flu babi Afrika di negara-negara Asia yang telah memusnahkan ratusan juta ekor babi, telah mendorong permintaan daging domba dan sapi.

Faktor-faktor ini telah menjadikan harga daging merah di pasar domestik Australia mengalami kenaikan.

Penurunan nilai sektor peternakan juga berkontribusi pada penurunan total nilai ekspor pertanian menjadi AU$46 miliar.

Tahun 2020/21 merupakan tahun ketiga penurunan pendapatan ekspor hasil pertanian Australia.

Nilai ekspor ke mitra dagang paling berharga pertanian Australia, China, diperkirakan akan turun tahun depan, saat China memberlakukan tarif atas jelai dan anggur mulai diterapkan.

Tahun depan turun kembali

Dr Greenville menjelaskan, kondisi cuaca yang membaik tahun ini akan membantu petani meningkatkan produksi mereka seperti tahun lalu.

Namun, katanya, ada beberapa hambatan yang akan menghambat sektor ini, sehingga nilai total produksi diperkirakan turun menjadi AU$63,3 miliar pada tahun 2021/22.

Dia memperkirakan petani di negara bagian Victoria dan New South Wales tidak akan bisa mencapai hasil panen seperti tahun 2020/21.

Di sisi lain, Dr Greenville menyebutkan para peternak akan fokus mengembangkan pembibitan ternak domba dan sapi mereka, sehingga stok hewan yang siap dikirim ke pejagalan akan lebih sedikit.

Secara keseluruhan, ABARES memperkirakan terjadinya penurunan harga yang akan diterima petani untuk sebagian besar komoditas, kecuali kapas dan wol yang diperkirakan akan pulih kembali.

Menurut ABARES, nilai industri buah-buahan, kacang-kacangan dan sayuran akan mencakup lebih dari 20 persen nilai bruto produksi pertanian dalam lima tahun ke depan.

Terlepas dari kekhawatiran bahwa pembatasan COVID-19 telah menghambat jumlah pekerja panen di Australia, namun Dr Greenville mengatakan keuntungan di sektor ini tetap bertahan.

Ia menyebutkan dampak dari kekurangan tenaga kerja juga belum sepenuhnya terasa.

Terlepas dari kondisi perdagangan dan akses pasar dan kekurangan tenaga, Dr Greenville mengatakan cuaca tetap faktor paling dominan dalam sektor pertanian Australia.

"Produksi ibarat raja. Kondisi cuaca musiman sangat mendorong hasil pertanian Australia," ujarnya.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumlah Penduduk Australia Berkurang Pertama Kalinya Sejak Perang Dunia Pertama
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Jumlah pendatang ke Australia berkurang karena perbatasan Australia yang ditutup. Jika masalah ini t...
Peserta WHV Asal Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Australia
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Dikenal sebagai pekerja keras, Arie Putra ingin membahagiakan orangtuanya dengan bekerja di Australi...
Novel Intan Paramaditha Masuk Nominasi Penghargaan Buku Terbaik di Australia
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Kisahnya bermula dari sepasang sepatu merah dan persekutuan dengan jin. Tapi akhir ceritanya tergant...
Ikan Mas: Disantap di Indonesia, Dianggap Hama di Australia
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Sebuah penelitian di Australia menemukan 360 juta ikan mas tinggal di saluran air saat musim hujan. ...
Mayoritas Pekerja di Australia Ingin Tetap Bisa Bekerja dari Rumah
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Survei terbaru menunjukkan lingkungan kerja yang ideal bagi warga Australia adalah campuran bekerja ...
Apakah Vaksinasi Akan Membantu Pemulihan Pasien Long COVID?
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Beberapa orang yang telah sembuh dari COVID merasakan gejala berkepanjangan. Tapi sebagian mengaku k...
Penerbangan Internasional ke Melbourne Dibuka Kembali Setelah Paskah
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Penerbangan internasional ke Bandara Melbourne akan dibuka kembali. Apakah perbaikan sudah dilakukan...
Kisah Perempuan Diminta Kerja di Pertanian Australia Hanya Menggunakan Pakaian Dalam
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Sejumlah perempuan backpacker yang bekerja di pertanian Australia mengaku telah mengalami pelecehan ...
Why cant I have sex?: Tantangan Orangtua Indonesia di Australia Ajarkan Seks
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Bagi orang tua asal Indonesia ada tantangan ekstra yang harus dihadapi saat membicarakan topik seks ...
Setidaknya 200 Ekor Sapi di Australia Hanyut Akibat Banjir New South Wales
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Pasangan suami istri masih dalam misi menyelamatkan sapi-sapi mereka yang terbawa arus sungai akibat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV