Kawanan Pria Bersenjata Bunuh 3 Pekerja Media Perempuan Afghanistan
Elshinta
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kawanan Pria Bersenjata Bunuh 3 Pekerja Media Perempuan Afghanistan
VOA Indonesia - Kawanan Pria Bersenjata Bunuh 3 Pekerja Media Perempuan Afghanistan
Sejumlah pejabat di Afghanistan, Selasa (2/3) menyatakan sekelompok pria bersenjata tak dikenal telah membunuh tiga pegawai perempuan saluran televisi lokal dalam serangan terpisah di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur. Para saksi mata dan polisi menyatakan ketiga korban sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja ketika penyerang menarget mereka di beberapa bagian Jalalabad, ibukota provinsi itu dan berhasil melarikan diri. Ketiga perempuan yang terbunuh bekerja untuk TV Enikass milik swasta, yang beroperasi di kota tersebut. Salah seorang korban ditarik keluar dari kendaraan yang ditumpanginya sebelum ditembak mati, kata Zalmay Latifi, kepala perusahaan media itu. Gubernur provinsi Nangarhar Ziaulhaq Amarkhil mengatakan kepada para wartawan bahwa seorang perempuan lanjut usia yang sedang lewat juga terluka. Tidak ada pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas insiden penembakan mematikan sore itu. Seorang juru bicara dari kelompok Taliban membantah terlibat dalam pembunuhan tersebut. Kepala polisi Nangarhar Juma Gul Hemat mengatakan seorang tersangka bersenjata ditahan dan penyelidikan sedang dilakukan. Serangan hari Selasa itu adalah yang terbaru dari gelombang pembunuhan terarah yang sedang berlangsung terhadap tokoh-tokoh terkenal di Afghanistan, termasuk jurnalis, aktivis LSM, cendekiawan agama, hakim, dan pejabat pemerintah. Kekerasan tersebut memaksa banyak warga bersembunyi sementara beberapa telah meninggalkan negara itu. Sebagian besar serangan terjadi di Kabul, ibukota Afghanistan. Pemerintah Afghanistan dan para pejabat AS menuduh Taliban berada di balik kekerasan itu, tuduhan yang terus-menerus dibantah oleh kelompok pemberontak itu. Serangan terbaru itu terjadi ketika utusan khusus Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, kembali ke Kabul minggu ini dalam upaya memajukan proses perdamaian di Afghanistan. Khalilzad dilaporkan telah ditugaskan oleh Presiden Joe Biden untuk merundingkan kembali kesepakatan Februari 2020 dengan Taliban yang mengharuskan 2.500 tentara Amerika ditarik dari negara itu selambatnya 1 Mei 2021. [mg/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
200 Warga Indonesia Telah Tinggalkan Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dua ratus warga negara Indonesia di Myanmar telah meninggalkan negara itu. Hingga kini KBRI di Yango...
Free Burma Rangers Bantu Etnis Tertindas di Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Sebuah kelompok kemanusiaan multi-etnis, The Free Burma Rangers (FBR), membantu kelompok etnis yang ...
Uni Eropa Menaruh Harapan pada Vaksin Pfizer
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dalam beberapa bulan terakhir ada kekhawatiran tentang penguatan pemulihan global mendatang akan men...
Kuba Longgarkan Larangan Penjualan Daging Sapi dan Produk Susu
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Kuba mengumumkan pihaknya akan melonggarkan larangan yang sudah diberlakukan selama puluhan tahun te...
Pejabat AS Prihatin atas Penempatan Militer Rusia di Krimea
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pengerahan besar-besaran pasukan militer Rusia ke Krimea memprihatinkan Amerika. Direktur Badan Inte...
Biden: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Mulai 1 Mei
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Presiden Amerika Joe Biden hari Rabu (14/4) mengumumkan rencananya menarik sisa pasukan Amerika dari...
Menteri-Menteri Inggris Tolak Permohonan KTT Darurat soal Irlandia Utara
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney diperkirakan akan menekan Menteri Luar Negeri Inggris Dom...
Perancis Akan Sikapi Vaksin J&J Sama Seperti AstraZeneca
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Juru bicara pemerintah Perancis Gabriel Attal mengatakan Perancis akan memberikan vaksin Johnson&Joh...
Ikuti Langkah AS, NATO akan Kurangi Pasukan di Afghanistan
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Alliance Treaty Organization/NATO) mengatakan akan menarik se...
Pejabat Kurdi: Roket Mendarat Dekat Pangkalan AS di Bandara Irbil
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pejabat keamanan Kurdi dalam sebuah pernyataan mengatakan sebuah roket mendarat di dekat pangkalan A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV