AS Umumkan Sejumlah Sanksi atas Peran Rusia dalam Serangan terhadap Navalny
Elshinta
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
AS Umumkan Sejumlah Sanksi atas Peran Rusia dalam Serangan terhadap Navalny
VOA Indonesia - AS Umumkan Sejumlah Sanksi atas Peran Rusia dalam Serangan terhadap Navalny
Pemerintahan Biden, Selasa (2/3) mengumumkan sejumlah sanksi terhadap beberapa warga Rusia terkait peran mereka dalam percobaan pembunuhan terhadap politisi oposisi Rusia Alexey Navalny. Sanksi-sanksi itu dikoordinasikan dengan Uni Eropa, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pejabat Rusia berkaitan dengan kasus Navalny. "Kami mengirimkan sinyal yang jelas ke Rusia tentang beberapa konsekuensi penggunaan senjata kimia," kata seorang pejabat senior pemerintahan. Navalny dirawat di rumah sakit pada Agustus lalu setelah jatuh sakit dalam penerbangan di Serbia. Ia dievakuasi ke Jerman, di mana dokter memutuskan bahwa ia telah diracun. Laboratorium Perancis, Swedia, dan Jerman, serta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, menetapkan bahwa Navalny terpapar racun saraf novichok. Rusia membantah terlibat dalam masalah tersebut. Navalny kembali ke Rusia awal tahun ini dan langsung ditangkap. Ia dikirim ke penjara di luar Moskow untuk menjalani hukuman 2 ½ tahun karena melanggar beberapa ketentuan masa percobaannya ketika menjalani perawatan diri di Jerman. Pemerintahan Biden telah menyerukan pembebasan Navalny. [mg/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
200 Warga Indonesia Telah Tinggalkan Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dua ratus warga negara Indonesia di Myanmar telah meninggalkan negara itu. Hingga kini KBRI di Yango...
Free Burma Rangers Bantu Etnis Tertindas di Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Sebuah kelompok kemanusiaan multi-etnis, The Free Burma Rangers (FBR), membantu kelompok etnis yang ...
Uni Eropa Menaruh Harapan pada Vaksin Pfizer
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dalam beberapa bulan terakhir ada kekhawatiran tentang penguatan pemulihan global mendatang akan men...
Kuba Longgarkan Larangan Penjualan Daging Sapi dan Produk Susu
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Kuba mengumumkan pihaknya akan melonggarkan larangan yang sudah diberlakukan selama puluhan tahun te...
Pejabat AS Prihatin atas Penempatan Militer Rusia di Krimea
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pengerahan besar-besaran pasukan militer Rusia ke Krimea memprihatinkan Amerika. Direktur Badan Inte...
Biden: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Mulai 1 Mei
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Presiden Amerika Joe Biden hari Rabu (14/4) mengumumkan rencananya menarik sisa pasukan Amerika dari...
Menteri-Menteri Inggris Tolak Permohonan KTT Darurat soal Irlandia Utara
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney diperkirakan akan menekan Menteri Luar Negeri Inggris Dom...
Perancis Akan Sikapi Vaksin J&J Sama Seperti AstraZeneca
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Juru bicara pemerintah Perancis Gabriel Attal mengatakan Perancis akan memberikan vaksin Johnson&Joh...
Ikuti Langkah AS, NATO akan Kurangi Pasukan di Afghanistan
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Alliance Treaty Organization/NATO) mengatakan akan menarik se...
Pejabat Kurdi: Roket Mendarat Dekat Pangkalan AS di Bandara Irbil
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pejabat keamanan Kurdi dalam sebuah pernyataan mengatakan sebuah roket mendarat di dekat pangkalan A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV