Perancis dan Sekutu akan Ajukan Protes Aktivitas Nuklir Iran ke IAEA
Elshinta
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Perancis dan Sekutu akan Ajukan Protes Aktivitas Nuklir Iran ke IAEA
VOA Indonesia - Perancis dan Sekutu akan Ajukan Protes Aktivitas Nuklir Iran ke IAEA
Perancis dan negara-negara Barat mitranya berencana melanjutkan protes dalam beberapa hari mendatang di dewan pengawas nuklir PBB untuk mengkritik keputusan Iran meninggalkan kerja sama dengan badan itu, kata menteri luar negeri Perancis hari Selasa (2/3). "Ketegangan nuklir akan membawa kita dalam beberapa hari mendatang mengeluarkan protes dalam kerangka Dewan Gubernur IAEA untuk menyesalkan keputusan tersebut," kata Jean-Yves Le Drian dalam sebuah sidang parlemen. Iran menyatakan bulan lalu pihaknya mengurangi kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengakhiri pemeriksaan tambahan dan langkah-langkah pemantauan yang tertuang dalam kesepakatan nuklir tahun 2015, termasuk kekuasaan yang diberikan kepada IAEA untuk melakukan inspeksi mendadak di sejumlah fasilitas yang tidak diumumkan Iran. Inggris, Perancis dan Jerman, semua pihak yang terkait kesepakatan dengan Iran, pada hari Senin mengedarkan rancangan resolusi yang didukung Amerika Serikat untuk pertemuan di Wina yang menyuarakan "keprihatinan serius" atas kurangnya kerja sama itu sekaligus mendesak Iran untuk mengubah langkahnya. Rusia dan Iran telah memperingatkan sejumlah konsekuensi serius jika resolusi itu disetujui. 35 negara Dewan Gubernur IAEA mengadakan pertemuan triwulanan minggu ini yang dilatarbelakangi oleh upaya yang tertatih-tatih untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara kuat sementara Presiden AS Joe Biden kini menjabat. [mg/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
200 Warga Indonesia Telah Tinggalkan Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dua ratus warga negara Indonesia di Myanmar telah meninggalkan negara itu. Hingga kini KBRI di Yango...
Free Burma Rangers Bantu Etnis Tertindas di Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Sebuah kelompok kemanusiaan multi-etnis, The Free Burma Rangers (FBR), membantu kelompok etnis yang ...
Uni Eropa Menaruh Harapan pada Vaksin Pfizer
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dalam beberapa bulan terakhir ada kekhawatiran tentang penguatan pemulihan global mendatang akan men...
Kuba Longgarkan Larangan Penjualan Daging Sapi dan Produk Susu
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Kuba mengumumkan pihaknya akan melonggarkan larangan yang sudah diberlakukan selama puluhan tahun te...
Pejabat AS Prihatin atas Penempatan Militer Rusia di Krimea
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pengerahan besar-besaran pasukan militer Rusia ke Krimea memprihatinkan Amerika. Direktur Badan Inte...
Biden: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Mulai 1 Mei
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Presiden Amerika Joe Biden hari Rabu (14/4) mengumumkan rencananya menarik sisa pasukan Amerika dari...
Menteri-Menteri Inggris Tolak Permohonan KTT Darurat soal Irlandia Utara
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney diperkirakan akan menekan Menteri Luar Negeri Inggris Dom...
Perancis Akan Sikapi Vaksin J&J Sama Seperti AstraZeneca
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Juru bicara pemerintah Perancis Gabriel Attal mengatakan Perancis akan memberikan vaksin Johnson&Joh...
Ikuti Langkah AS, NATO akan Kurangi Pasukan di Afghanistan
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Alliance Treaty Organization/NATO) mengatakan akan menarik se...
Pejabat Kurdi: Roket Mendarat Dekat Pangkalan AS di Bandara Irbil
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pejabat keamanan Kurdi dalam sebuah pernyataan mengatakan sebuah roket mendarat di dekat pangkalan A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV