Pemberontak Yaman Ancam Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Saudi
Elshinta
Senin, 01 Maret 2021 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemberontak Yaman Ancam Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Saudi
VOA Indonesia - Pemberontak Yaman Ancam Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Saudi
Kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran hari Minggu (28/2) mengklaim upaya serangan yang menarget negara tetangganya Arab Saudi Sabtu malam (27/2) dan mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan, seiring meningkatnya perang saudara di Yaman. Pemberontak Houthi telah meningkatkan operasi terhadap negara kerajaan itu ketika serangan udara oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi menghantam posisi-posisi pemberontak di bagian utara Yaman, dalam upaya menghentikan ofensif untuk merebut benteng terakhir pemerintah Yaman di bagian utara Marib. Perang selama bertahun-tahun telah mendorong Yaman di jurang kelaparan akut. Arab Saudi – yang sejak tahun 2015 telah mendukung pemerintah Yaman melawan pemberontak – hari Sabtu (27/2) mengatakan pihaknya menggagalkan rudal Houthi yang menarget Riyadh. “Operasi itu dilakukan dengan rudal balistik dan 15 pesawat nirawak yang menarget daerah-daerah sensitif di ibu kota musuh, yaitu Riyadh,” ujar juru bicara Houthi Yahya Al Saree, sebagaimana dilaporkan saluran televisi pemberontak Al Masirah TV. “Operasi kami akan terus berlanjut dan akan diperluas selama agresi dan pengepungan negara kami berlanjut,” tegasnya. Pecahan rudal bertebaran di sebagian pemukiman di Riyadh, merusak sedikitnya satu rumah. Tetapi menurut stasiun televisi pemerintah Arab Saudi Al Ekhbariya, tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa. [em/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
200 Warga Indonesia Telah Tinggalkan Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dua ratus warga negara Indonesia di Myanmar telah meninggalkan negara itu. Hingga kini KBRI di Yango...
Free Burma Rangers Bantu Etnis Tertindas di Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Sebuah kelompok kemanusiaan multi-etnis, The Free Burma Rangers (FBR), membantu kelompok etnis yang ...
Uni Eropa Menaruh Harapan pada Vaksin Pfizer
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dalam beberapa bulan terakhir ada kekhawatiran tentang penguatan pemulihan global mendatang akan men...
Kuba Longgarkan Larangan Penjualan Daging Sapi dan Produk Susu
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Kuba mengumumkan pihaknya akan melonggarkan larangan yang sudah diberlakukan selama puluhan tahun te...
Pejabat AS Prihatin atas Penempatan Militer Rusia di Krimea
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pengerahan besar-besaran pasukan militer Rusia ke Krimea memprihatinkan Amerika. Direktur Badan Inte...
Biden: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Mulai 1 Mei
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Presiden Amerika Joe Biden hari Rabu (14/4) mengumumkan rencananya menarik sisa pasukan Amerika dari...
Menteri-Menteri Inggris Tolak Permohonan KTT Darurat soal Irlandia Utara
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney diperkirakan akan menekan Menteri Luar Negeri Inggris Dom...
Perancis Akan Sikapi Vaksin J&J Sama Seperti AstraZeneca
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Juru bicara pemerintah Perancis Gabriel Attal mengatakan Perancis akan memberikan vaksin Johnson&Joh...
Ikuti Langkah AS, NATO akan Kurangi Pasukan di Afghanistan
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Alliance Treaty Organization/NATO) mengatakan akan menarik se...
Pejabat Kurdi: Roket Mendarat Dekat Pangkalan AS di Bandara Irbil
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pejabat keamanan Kurdi dalam sebuah pernyataan mengatakan sebuah roket mendarat di dekat pangkalan A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV