Penggerebekan Milisi di Kongo, Sedikitnya 10 Warga Tewas
Elshinta
Senin, 01 Maret 2021 - 08:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Penggerebekan Milisi di Kongo, Sedikitnya 10 Warga Tewas
VOA Indonesia - Penggerebekan Milisi di Kongo, Sedikitnya 10 Warga Tewas
Tentara Republik Demokratik Kongo (DRC) hari Minggu (28/2) mengatakan sedikitnya 10 warga sipil tewas dalam dua serangan terpisah yang dilakukan pemberontak yang diduga anggota Allied Democratic Forces (ADF) di bagian timur negara itu. Juru bicara tentara Letnan Jules Ngongo mengatakan pemberontak ADF memenggal delapan warga desa Boyo di bagian timur laut propinsi Ituri dan menembak mati dua lainnya di Kainama. Tentara sedang mengejar para pemberontak itu, tambahnya. Pejabat-pejabat lokal mengukuhkan dua serangan itu dan menambahkan bahwa beberapa rumah juga dibakar dalam aksi kekerasan itu. Kainama terletak di bagian utara propinsi Kivu Utara yang berbatasan dengan Ituri, atau hanya lima kilometer dari Boyo. Kedua propinsi ini terletak di perbatasan timur Kongo dan Uganda. Milisi ADF adalah pemberontak Islam Uganda yang membuat pangkalan di bagian timur Kongo sejak tahun 1995. Meskipun beberapa tahun ini mereka tidak melakukan penggerebekan di Uganda, milisi ini dinilai bersalah dalam tewasnya lebih dari 800 warga sipil di Kivu Utara dan Kivu Selatan beberapa tahun ini. Meskipun tentara telah melancarkan operasi terhadap mereka sejak Oktober 2019 lalu, mereka masih belum berhasil menghentikan pembantaian warga sipil. [em/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
200 Warga Indonesia Telah Tinggalkan Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dua ratus warga negara Indonesia di Myanmar telah meninggalkan negara itu. Hingga kini KBRI di Yango...
Free Burma Rangers Bantu Etnis Tertindas di Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Sebuah kelompok kemanusiaan multi-etnis, The Free Burma Rangers (FBR), membantu kelompok etnis yang ...
Uni Eropa Menaruh Harapan pada Vaksin Pfizer
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dalam beberapa bulan terakhir ada kekhawatiran tentang penguatan pemulihan global mendatang akan men...
Kuba Longgarkan Larangan Penjualan Daging Sapi dan Produk Susu
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Kuba mengumumkan pihaknya akan melonggarkan larangan yang sudah diberlakukan selama puluhan tahun te...
Pejabat AS Prihatin atas Penempatan Militer Rusia di Krimea
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pengerahan besar-besaran pasukan militer Rusia ke Krimea memprihatinkan Amerika. Direktur Badan Inte...
Biden: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Mulai 1 Mei
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Presiden Amerika Joe Biden hari Rabu (14/4) mengumumkan rencananya menarik sisa pasukan Amerika dari...
Menteri-Menteri Inggris Tolak Permohonan KTT Darurat soal Irlandia Utara
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney diperkirakan akan menekan Menteri Luar Negeri Inggris Dom...
Perancis Akan Sikapi Vaksin J&J Sama Seperti AstraZeneca
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Juru bicara pemerintah Perancis Gabriel Attal mengatakan Perancis akan memberikan vaksin Johnson&Joh...
Ikuti Langkah AS, NATO akan Kurangi Pasukan di Afghanistan
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Alliance Treaty Organization/NATO) mengatakan akan menarik se...
Pejabat Kurdi: Roket Mendarat Dekat Pangkalan AS di Bandara Irbil
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pejabat keamanan Kurdi dalam sebuah pernyataan mengatakan sebuah roket mendarat di dekat pangkalan A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV