PBB: Korban Sipil Afghanistan Melonjak Setelah Pembicaraan Damai Dimulai
Elshinta
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PBB: Korban Sipil Afghanistan Melonjak Setelah Pembicaraan Damai Dimulai
VOA Indonesia - PBB: Korban Sipil Afghanistan Melonjak Setelah Pembicaraan Damai Dimulai
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (23/2) menyatakan kematian dan jumlah warga sipil yang cedera di Afghanistan berkurang 15 persen tahun lalu akan tetapi mengalami lonjakan dalam tiga bulan terakhir setelah pembicaraan damai antara pemerintah dan gerilyawan Taliban dimulai pada September 2020. Dalam laporan tahunan yang mendokumentasikan korban jiwa, Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) menyatakan alih-alih meringankan besaran kerugian di kalangan sipil, upaya yang dimaksud sebagai negosiasi perdamaian intra-Afghanistan justru mengarah pada eskalasi kekerasan dengan “tren dan konsekuensi yang merugikan.” UNAMA menjelaskan jumlah korban sipil meningkat sebesar 45 persen pada kuartal keempat tahun 2020 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jumlah warga sipil yang tewas dan terluka pada November lalu merupakan yang tertinggi sejak misi itu mulai mendokumentasikan secara sistematis korban Afghanistan selama 12 tahun lalu. Menjelang akhir tahun 2020, warga Afghanistan dihadapkan pada serentetan pembunuhan warga sipil yang ditarget di mana sebagian besar ditujukan pada media, masyarakat sipil, pengadilan dan pegawai pemerintah, serta anggota keluarga pasukan keamanan. Pejabat Afghanistan dan AS menyalahkan Taliban berada di balik kekerasan - tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh kelompok pemberontak. Laporan PBB mencatat jumlah keseluruhan korban sipil pada tahun 2020 mencapai 8.820 jiwa, angka di bawah 10.000 untuk pertama kalinya sejak tahun 2013. “2020 menjadikan tahun perdamaian di Afghanistan. Sebaliknya, ribuan warga sipil Afghanistan tewas akibat konflik,” kata ketua UNAMA Deborah Lyons. Laporan itu muncul sehari setelah Taliban dan negosiator perdamaian pemerintah Afghanistan kembali melakukan pembicaraan di Qatar, mengakhiri kegagalan selama sebulan dalam proses tersebut. Perkembangan itu meningkatkan harapan bahwa kedua pihak yang bermusuhan itu dapat merundingkan upaya untuk mengurangi permusuhan dan mencegah lebih banyak pertumpahan darah dalam perang di Afghanistan pada musim semi mendatang. [mg/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pejabat Mesir, Turki Atur Ulang Hubungan Kedua Negara
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Sejumlah pejabat Mesir dan Turki, Rabu (5/5) bertemu untuk beberapa pembicaraan, yang bertujuan meng...
Kanselir Jerman Tekankan Pentingnya Hubungan dengan AS, China
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel, Rabu (5/5) menekankan pentingnya hubungan yang dekat dengan Amerika S...
Ramadan di Panti Lansia Oujda, Maroko, Serasa di Rumah Sendiri
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Ramadan mungkin terasa sepi bagi banyak lansia yang tinggal di panti lansia di Maroko. Sebuah panti ...
Militan Serang Sumur Minyak di Irak Utara
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Sejumlah militan menggunakan bom menyerang dua sumur minyak di sebuah ladang minyak dekat kota Kirku...
Suka Duka Pekerja Pos di AS Selama Pandemi dan Menjalankan Ibadah Ramadhan
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Sebagai petugas pos, Yusi Achmad, Diaspora Indonesia di Montgomery Village, Maryland ini, adalah pek...
WHO: Cuci Tangan Atasi Infeksi, Selamatkan Nyawa
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Dalam memperingati Hari Kebersihan Tangan Sedunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan penti...
Berpuasa Sebagai Bagian dari Terapi
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Mengatur asupan makanan pasien menjadi bagian dari tugas sehari-hari dua diaspora Indonesia di Ameri...
Diaspora India di AS Sedih Saksikan Lonjakan COVID di Negara Asalnya
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Diaspora India yang tinggal di Amerika menyaksikan dengan ngeri ketika India berjuang melawan gelomb...
G7 Dukung Status Taiwan Sebagai Pengawas di Majelis WHO
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Negara-negara maju dalam kelompok G7 mendukung status Taiwan sebagai pengamat di Majelis Organisasi ...
Kelompok Madani Desak PBB Berlakukan Embargo Senjata Terhadap Myanmar
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:12 WIB
Lebih dari 200 kelompok masyarakat madani dan hak-hak asasi manusia (HAM) di seluruh dunia telah men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV