Indonesia Berada di Posisi ke-19 Negara Dengan Kasus COVID-19 Terbanyak
Elshinta
Rabu, 03 Februari 2021 - 12:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Indonesia Berada di Posisi ke-19 Negara Dengan Kasus COVID-19 Terbanyak
ABC.net.au - Indonesia Berada di Posisi ke-19 Negara Dengan Kasus COVID-19 Terbanyak

Virus corona telah menulari lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia, menurut data dari Johns Hopkins University.

Amerika Serikat masih menjadi negara yang mengalami dampak terparah, dengan mencatat lebih dari 25 juta kasus dan 420.000 kematian akibat virus corona.

Presiden Joe Biden, yang sebelumnya berjanji untuk "bertarung sengit" dengan pandemi, menargetkan jumlah vaksinasi paling tidak sebanyak 100 juta di 100 hari pertama pemerintahannya.

India dan Brasil menempati posisi kedua dan ketiga negara dengan jumlah kasus terbanyak setelah Amerika Serikat, dengan jumlah penularan masing-masing sebanyak 10,6 juta dan 8,8 juta.

Saat ini Indonesia sudah berada di posisi ke-19 dari 20 negara dengan total kasus COVID-19 terbanyak.

Kementerian Kesehatan RI mengofirmasi jumlah kasus COVID-19 lebih dari 1 juta Selasa kemarin dan mengatakan semakin banyak rumah sakit yang sudah tidak memiliki kapasitas untuk merawat pasien.

Indonesia menjadi negara yang mencatat angka penularan tertinggi dibandingkan negara-negara tetangga lainnya di Asia Tenggara berdasarkan data John Hopkins University.

Jakarta masih menjadi kota dengan kasus terbanyak, dengan lebih dari 250.000 kasus positif COVID-19 dan lebih dari 4.000 kasus kematian.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak agar semua pihak "bekerja keras" untuk menangani masalah ini.

"Angka satu juta ini memberikan satu indikasi bahwa seluruh rakyat Indonesia harus bersama dengan pemerintah bekerja bersama untuk atasi pandemi ini dengan lebih keras lagi," kata Menkes Budi.

Pencapaian ini terjadi dua minggu setelah Indonesia meluncurkan program vaksinasi yang menggunakan vaksin CoronaVac yang dikembangkan perusahaan China, Sinovac, 

Banyak negara terus mencatat pencapaian angka tertinggi terkait pandemi, termasuk Inggris yang telah mencatat angka kematian hingga lebih dari 100.000 orang.

Dunia mengalami kegagalan moral soal distribusi vaksin

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan kembali pentingnya distribusi vaksin COVID-19 yang merata.

Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan negara berkembang hanya bisa "melihat dan menunggu", saat negara-negara kaya mulai melangsungkan program vaksinasi.

"Nasionalisme vaksin mungkin dapat memenuhi tujuan politik jangka pendek, namun setiap negara mendukung keadilan akses vaksin," ujar Dr Ghebreyesus.

Dirjen WHO tersebut juga mengkritik semakin banyaknya perpecahan antara negara miskin dan kaya terkait pengadaan vaksin.

Afrika mengalami kesulitan mengamankan vaksin bagi 1,3 juta warganya, sementara aliansi vaksin internasional Gavi mengatakan dosis yang berlebihan telah digunakan negara maju untuk memvaksinasi ratusan juta warganya.

Bulan ini, Uni Afrika mencoba mengamankan 270 juta suntik vaksin, yang terdiri dari 600 juta dosis dari skema distribusi vaksin COVAX yang ditangani oleh WHO dan Gavi.

Dosis ini diperkirakan akan tersedia tahun ini, namun belum ada yang diterima, sementara beberapa negara Eropa, Asia, dan Amerika telah memulai program vaksinasi mereka.

Minggu lalu, pimpinan WHO memperingatkan jika dunia mengalami "kegagalan moral" soal hal keadilan distribusi vaksin.

Asal virus ibarat kotak hitam besar yang mengerikan

Seorang anggota keluarga dari pasien COVID-19 di China menuntut untuk menemui tim pakar Organisasi Kesehatan Dunia dan meminta untuk memeriksa asal virus tersebut.

Ayah Zhang Ha meninggal akibat COVID-19 pada Februari 2020 lalu.

Zhang mengajak anggota keluarganya yang tertular virus corona untuk menuntut akuntabilitas dari pihak berwajib.

Ia merasa khawatir WHO mungkin digunakan untuk menutupi kesalahan langkah China di awal munculnya wabah.

WHO mengatakan kunjungan tersebut adalah misi ilmiah untuk menyelidiki asal dari virus, bukan bentuk usaha untuk menyalahkan siapapun.

Tim WHO diketahui akan memulai pekerjaan lapangan mereka akhir minggu ini.

Anthony Fauci, petugas penyakit penular di Amerika Serikat, mengatakan di Forum Ekonomi Dunia jika asal dari virus masih tidak diketahui dan diibaratkan sebuah "kotak hitam besar yang mengerikan".

Keiji Fukuda, ahli kesehatan publik di University of Hong Kong dan mantan pejabat WHO mengatakan penyelidik membutuhkan akses untuk melakukan tugas mereka.

"Ini semua tergantung pada akses apa yang dimiliki tim," ujarnya.

"Apakah mereka akan dapat mengajukan pertanyaan yang ingin ditanyakan?"

Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini.

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumlah Penduduk Australia Berkurang Pertama Kalinya Sejak Perang Dunia Pertama
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Jumlah pendatang ke Australia berkurang karena perbatasan Australia yang ditutup. Jika masalah ini t...
Peserta WHV Asal Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Australia
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Dikenal sebagai pekerja keras, Arie Putra ingin membahagiakan orangtuanya dengan bekerja di Australi...
Novel Intan Paramaditha Masuk Nominasi Penghargaan Buku Terbaik di Australia
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Kisahnya bermula dari sepasang sepatu merah dan persekutuan dengan jin. Tapi akhir ceritanya tergant...
Ikan Mas: Disantap di Indonesia, Dianggap Hama di Australia
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Sebuah penelitian di Australia menemukan 360 juta ikan mas tinggal di saluran air saat musim hujan. ...
Mayoritas Pekerja di Australia Ingin Tetap Bisa Bekerja dari Rumah
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Survei terbaru menunjukkan lingkungan kerja yang ideal bagi warga Australia adalah campuran bekerja ...
Apakah Vaksinasi Akan Membantu Pemulihan Pasien Long COVID?
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Beberapa orang yang telah sembuh dari COVID merasakan gejala berkepanjangan. Tapi sebagian mengaku k...
Penerbangan Internasional ke Melbourne Dibuka Kembali Setelah Paskah
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Penerbangan internasional ke Bandara Melbourne akan dibuka kembali. Apakah perbaikan sudah dilakukan...
Kisah Perempuan Diminta Kerja di Pertanian Australia Hanya Menggunakan Pakaian Dalam
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Sejumlah perempuan backpacker yang bekerja di pertanian Australia mengaku telah mengalami pelecehan ...
Why cant I have sex?: Tantangan Orangtua Indonesia di Australia Ajarkan Seks
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Bagi orang tua asal Indonesia ada tantangan ekstra yang harus dihadapi saat membicarakan topik seks ...
Setidaknya 200 Ekor Sapi di Australia Hanyut Akibat Banjir New South Wales
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Pasangan suami istri masih dalam misi menyelamatkan sapi-sapi mereka yang terbawa arus sungai akibat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV