Mengapa NYSE Cabut Keputusan “Delist” Perusahaan Tiongkok
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mengapa NYSE Cabut Keputusan “Delist” Perusahaan Tiongkok
CRI - Mengapa NYSE Cabut Keputusan “Delist” Perusahaan Tiongkok

New York Stock Exchange (NYSE) dalam pernyataannya yang diluncurkan hari Senin lalu (4/1) mengatakan, setelah berkonsultasi dengan badan pengawasan terkait, pihaknya tidak menuntut “delist” tiga perusahaan telekomunikasi Tiongkok, dengan demikian memperlihatkan adegan keterbalikan dalam beberapa hari yang lalu. Sebelumnya pihak NYSE dalam pernyataan yang diluncurkan 31 Desember lalu mengumumkan menghentikan transaksi dengan tiga perusahaan telekomunikasi Tiongkok antara lain China Mobile, China Telecom dan China Unicom selambatnya pada pukul 4:00 11 Januari mendatang, demi mematuhi sebuah perintah yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat November lalu.

Pencabutan keputusan “delist” oleh NYSE semestinya punyai beberapa penyebab yang mendalam. Namun yang kami pastikan ialah, apabila ketupusan semula sungguh-sungguh terlaksana, maka citra NYSE dan kepentingan AS sama-sama akan dirugikan mendalam. Ketiga perusahaan telekomunikasi Tiongkok sudah melakukan transaksi di NYSE dengan memublikasi surat ADR sekitar 20 tahun, dan selalu menaati permintaan peraturan dan pengawasan bursa saham AS. Jika NYSE memberi tekanan terhadap perusahaan yang melakukan transaksi sesuai dengan peraturan dan hukum berdasarkan sebuah perintah yang dilahirkan dengan tujuan politik, hal tersebut pasti akan dengan serius merusak peraturan pasar dan tata tertib, dan merugikan kepentingan sah para investor global, lebih-lebih akan merugikan keyakinan perusahaan dan investor global terhadap NYSE.

Yang lebih penting ialah, menghormati peraturan selalu dianggap sebagai batu landasan Amerika Serikat (AS) sebagai pusat moneter internasional, keputusan apa yang disebut “delist” perusahaan Tiongkok sangat berpandangan pendek, sementara dampak negatif yang dipicu oleh keputusan jauh lebih di luar bayangan AS. Sama seperti apa yang dikatakan oleh jubir Kemenlu Tiongkok bahwa, kedudukan Amerika Serikat yang dianggap sebagai pusat moneter internasional mengandalkan keyakinan perusahaan-perusahaan dan investor global terhadap keinklusifan dan kesinambungan peraturan dan sistem AS. Penindasan tak beralasan pihak AS terhadap perusahaan asing yang go public di AS semestinya akan dengan serius merugikan keyakinan global terhadap pasar keuangan AS.

Dewasa ini, hubungan Tiongkok-AS sedang berada pada persimpangan yang baru, kedua pihak hendaknya berjalan menuju arah yang sama baru dapat membuka jendela harapan yang baru. Menghormati pasar, menghormati tata hukum dan melindungi kepentingan sah para investor barulah pilihan bijaksana kedua pihak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Klasik Kutipan Xi Jinping: Episode Ke-2
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Air danau mengalir, tapi Kapal Merah tetap ada Zaman berubah, tetapi semangat yang dipikul Kapal Me...
Persetujuan Indikasi Geografis Tiongkok-UE Diberlakukan
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Persetujuan Indikasi Geografis Tiongkok-UE diberlakukan pada hari Senin kemarin(1/3). Jubir Kemlu Ti...
Kemlu Tiongkok: Apa yang Disebut “Deklarasi Menentang Penahanan Sewenang-wenang” Mutlak adalah Lelucon Buatan Kanada
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Jubir Kemlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Senin (1/3) menyatakan, Michael Kovrig dan Mi...
AS Diharapkan Dorong dan Jamin HAM dengan Sungguh-sungguh
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Mengingat sejumlah pakar HAM PBB baru-baru ini dalam pernyataan bersama baru-baru ini menyatakan kek...
Kesejahteraan di Belakangan PDB Setinggi Seratus Triliun Yuan RMB
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
101.598.600.000.000 Yuan (seratus satu triliun lima ratus sembilan puluh delapan miliar enam ratus j...
Kemlu Tiongkok: Rakyat Barulah Penilai Usaha HAM Negaranya
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin hari Senin kemarin (1/3) menyatakan, Tiongk...
Vaksin Tiongkok Diharapkan Dapat Bantu Filipina Menanggulangi Wabah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Vaksin bantuan Tiongkok kepada Filipina hari Minggu lalu (28/2) tiba di Manila. Juru Bicara Kementer...
Investasi Langsung Tiongkok di Australia Anjlok ke Level Terendah Selama 6 Tahun Ini
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin hari Senin kemarin (1/3) menyatakan bahwa p...
Xi Jinping: Kader Muda PKT Seharusnya Memiliki Semangat “Lupakan Kepentingan Sendiri, Mengabdi kepada Rakyat”
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Presiden Tiongkok yang juga Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jin...
Xi Jinping Adakan Pembicaraan Telepon dengan Presiden Tajikistan
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Kemarin malam(1/3), Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Taji...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV