AS Yang Retak Kemungkinan Bakal Menjadi Resiko Yang Terbesar bagi Dunia
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
AS Yang Retak Kemungkinan Bakal Menjadi Resiko Yang Terbesar bagi Dunia
CRI - AS Yang Retak Kemungkinan Bakal Menjadi Resiko Yang Terbesar bagi Dunia

Grup Eurasia, perusahaan konsultasi politik terkenal belakangan ini mengumumkan laporan Sepuluh Resiko Terbesar Dunia 2021 dengan menempatkan AS yang retak pada urutan pertama. Laporan ini mengatakan, serangkaian masalah antara lain ekstrimisasi politik yang muncul di dalam negeri AS dan sistem demokratik terjerumus dalam   dalam kesulitan, ketidak-adilan sosial serta kebijakan diplomatik yang gagal membuat negara adikuasa ini sulit kembali ke jalur yang tepat, sedangkan sebuah negara adikuasa yang retak akan  merepotkan semua orang.

Dari negara perkasa nomor satu sampai resiko yang terbesar di dunia, apa gerangan yang terjadi di AS yang pernah menobatkan diri sebagai pemimpin global?

Pertama, kontradiksi di dalam negeri AS terus bertumpuk dan menggawat dalam wabah Covid-19 kali ini dan mendampak kestabilan   AS sendiri.

Kedua, keretakan masyarakat AS memperuncing ekstrimisasi politik, AS terperosok dalam kesulitan sistematis. Dalam tiga tahun yang lalu, bentrokan antara kekuatan politik sayap kiri dan kanan terus menggawat dan mencapai suatu level yang tinggi pada tahun ini.

Terakhir, dalam beberapa tahun yang lalu, reputasi  AS di dunia mengalami pukulan berat. Selama tiga tahun lebih yang lalu, pemerintah Trump dalam skala besar mengubah kebijakan diplomatik pemerintah Obama yang menganjurkan kerja sama global dan multilateralisme, melainkan menjalankan kebijakan diplomatik “America First” dan unilateralisme. Salah satu titik berat diplomasi AS adalah mengundurkan diri dari organisasi internasional dan konvensi internasional.

Padahalnya, dalam sembilan resiko global lain yang dikemukakan Grup Eurasia, terdapat banyak topik berhubungan dengan AS. AS kini justru seperti seorang pria mabok yang memegang senjata berat, dan entahlah mana yang akan ditembaknya selanjutnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiongkok Bantah Mosi Belanda Terkait Xinjiang
Senin, 01 Maret 2021 - 08:38 WIB
Klasik-klasik Kutipan Xi Jinping  Episode Pertama
Senin, 01 Maret 2021 - 08:38 WIB
 Hanya apabila seorang penguasa didukung oleh masyarakat, barulah dapat dia pertahankan ...
Pejabat Tiongkok Beberkan Hasil Pengentasan Kemiskinan di Dewan HAM PBB
Senin, 01 Maret 2021 - 08:38 WIB
Pertemuan ke-46 Dewan HAM PBB kemarin (26/2) waktu setempat mengadakan sidang tentang “peran p...
Bahan Baku Vaksin Tiongkok Tiba di Malaysia
Senin, 01 Maret 2021 - 08:38 WIB
Bahan baku vaksin Sinovac Tiongkok gelombang pertama kemarin (27/2) tiba di Bandara Kuala Lumpur, Ma...
Bangkitkan Pedesaan Dulu Jika Ingin Bangkitkan Bangsa
Senin, 01 Maret 2021 - 08:38 WIB
Dewan Negara Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan Dokumen tentang Revitalisasi Secara Menyeluruh Pede...
Kasus Kejahatan Anti-Asia Terus Terjadi di Amerika
Senin, 01 Maret 2021 - 08:38 WIB
Sejak Januari tahun ini, di Amerika terus terjadi tindakan diskriminasi dan kasus kejahatan  an...
Rayakan Festival Lentera
Senin, 01 Maret 2021 - 08:38 WIB
Tanggal 15 Bulan Pertama Imlek (26 Februari) adalah Festival Lentera atau Cap Go Meh. Katanya, Raja ...
Berbagai Negara Serukan AS Hormati Kedaulatan Suriah
Senin, 01 Maret 2021 - 08:38 WIB
Departemen Pertahanan AS Kamis lalu(25/2) menyatakan, AS melancarkan serangan udara kepada sasaran m...
Tiongkok Serukan Berbagai Negara Tingkatkan Kerja Sama Multilateralisme
Senin, 01 Maret 2021 - 08:38 WIB
Dalam konferensi ke-46 Dewan HAM PBB yang diadakan pada hari Jumat lalu(26/2), Wakil Tetap Tiongkok ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV