WHO: Negara-negara Miskin Tak Mendapatkan Vaksin COVID-19 
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
WHO: Negara-negara Miskin Tak Mendapatkan Vaksin COVID-19 
VOA Indonesia - WHO: Negara-negara Miskin Tak Mendapatkan Vaksin COVID-19 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara kaya telah membeli sebagian besar pasokan vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini, membuat negara-negara termiskin di dunia tidak dapat mendapatkannya.  Pada jumpa pers rutin badan tersebut pada hari Jumat (8/1) di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa koperasi vaksin internasional yang diorganisir WHO, COVAX, sekarang telah mendapatkan kontrak untuk 2 miliar dosis vaksin COVID-19, yang segera akan diluncurkan dengan harga rendah ke negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah segera setelah tersedia.  Tedros mengatakan koperasi vaksin memiliki hak pertama atas tambahan satu miliar dosis. Tetapi, 42 negara – terdiri dari 36 negara kaya dan enam negara “berpenghasilan menengah” – menjalankan program vaksin COVID-19. Itu berarti tidak ada vaksin tambahan yang tersedia untuk negara-negara miskin.  Kepala WHO itu mengatakan penimbunan vaksin oleh negara-negara terkaya – yang dia sebut “nasionalisme vaksin” – merugikan diri sendiri dan melukai seluruh dunia. Di sisi lain, Tedros mengatakan berbagi vaksin secara adil menyelamatkan nyawa, menstabilkan sistem kesehatan dan akan membantu pemulihan ekonomi global lebih cepat.  Tedros menekankan bahwa vaksinasi secara adil membantu mengurangi penularan, yang juga mengurangi peluang virus untuk bermutasi.  [lt/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perancis Suntik Vaksin AstraZeneca untuk Lansia Usia 65 Tahun
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Perancis kini akan memvaksinasi warga berusia 65 tahun ke atas dengan vaksin COVID-19 yang dikembang...
Finlandia Kembali Berlakukan Keadaan Darurat karena Lonjakan Infeksi COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Pemerintah Finlandia kembali memberlakukan keadaan darurat, yang berdampak pada penutupan sejumlah r...
Ahli Epidemiologi Duga Varian Baru Virus Corona Sudah Banyak Tersebar di Indonesia
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Pemerintah telah mendeteksi dua kasus varian baru virus corona B117 yang berasal dari Inggris. Namun...
Kawanan Pria Bersenjata Bunuh 3 Pekerja Media Perempuan Afghanistan
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Sejumlah pejabat di Afghanistan, Selasa (2/3) menyatakan sekelompok pria bersenjata tak dikenal tela...
AS Umumkan Sejumlah Sanksi atas Peran Rusia dalam Serangan terhadap Navalny
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Pemerintahan Biden, Selasa (2/3) mengumumkan sejumlah sanksi terhadap beberapa warga Rusia terkait p...
Nigeria Terima 4 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Melalui COVAX
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Nigeria, Selasa (3/2) menerima hampir empat juta dosis vaksin COVID-19, gelombang pertama negara itu...
RSF Gugat Putra Mahkota Saudi terkait Pembunuhan Jurnalis Khashoggi
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Kelompok pemantau media “Reporters Without Borders” hari Selasa (2/3) mengatakan mereka telah me...
Perancis dan Sekutu akan Ajukan Protes Aktivitas Nuklir Iran ke IAEA
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Perancis dan negara-negara Barat mitranya berencana melanjutkan protes dalam beberapa hari mendatang...
Dubes AS untuk PBB Tuntut Informasi soal Tahanan Suriah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Duta Besar AS untuk PBB, Selasa (2/3) menuntut Suriah untuk mengumumkan status para tahanan dan meng...
Perusahaan Merck Bersedia Bantu Produksi Vaksin Johnson & Johnson
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Raksasa perusahaan farmasi AS, Merck bersedia membantu pesaingnya Johnson & Johnson dalam pembuatan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV