Jadwal Vaksinasi Australia Dimajukan, Siapa Yang Akan Disuntik Pertama?
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jadwal Vaksinasi Australia Dimajukan, Siapa Yang Akan Disuntik Pertama?
ABC.net.au - Jadwal Vaksinasi Australia Dimajukan, Siapa Yang Akan Disuntik Pertama?

Jadwal penyuntikan vaksin virus corona di Australia akan dimajukan menjadi bulan depan, dengan mendahulukan kelompok pertama, yang diperkirakan akan disuntik pada pertengahan atau akhir Februari.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kelompok pertama yang akan disuntik vaksin adalah petugas karantina dan yang sering berinteraksi dengan warga kedatangan internasional, petugas kesehatan garda terdepan, serta petugas dan penghuni fasilitas panti jompo dan disabilitas.

"Kami mengantisipasi, dengan optimis, harapan untuk memvaksinasi 80.000 orang per minggu," katanya.

Namun, PM Scott juga menekankan bahwa jumlah tersebut adalah "target" dan tetap bertujuan untuk memvaksinasi empat juta warga Australia hingga akhir Maret.

"Ini tentu saja akan berlaku sesuai kondisi yang dipengaruhi beberapa faktor penting, terutama diterimanya izin tahap akhir dari [Therapeutic Goods Administration] serta pemberian vaksin dari pemasok kami," ungkap PM Scott.

Pfizer adalah vaksin yang disuntik pertama kali

Vaksin pertama yang akan diterima warga Australia adalah milik Pfizer-BioNTech, yang diharapkan PM akan diberikan keluar izin pemakaiannya pada akhir Januari.

Pemerintah telah membeli 10 juta dosis vaksin tersebut, yang cukup untuk menyuntik lima juta orang, dan harus diimpor dan disimpan dalam suhu -70 derajat Celsius.

"Untuk [vaksin] AstraZeneca, rencananya prosesnya akan selesai di bulan Februari namun kami tidak dapat memberikan jadwal pasti yang lebih cepat dari itu saat ini," katanya.

Sekretaris Departemen Kesehatan dan mantan ketua petugas kesehatan Brendan Murphy mengatakan pemberian vaksin akan "digenjot" setelahnya.

Prime Minister comments on Washington unrest Video: Prime Minister comments on Washington unrest (ABC News)

Perdana Menteri dan pimpinan senior akan disuntik pertama

Walau tidak termasuk dalam kategori kelompok yang diutamakan, Perdana Menteri, Menteri Kesehatan, Ketua Partai Oposisi Anthony Albanese dan Menteri Kesehatan Bayangan Chris Bowen akan disuntik vaksin di tahap awal vaksinasi.

"Kami tidak termasuk dalam kategori prioritas, namun saya pikir penting untuk membangun kepercayaan publik," ujar PM Scott.

"Saya rasa tidak perlu memvaksinasi seluruh jajaran Pemerintahan, ada warga lain yang lebih memerlukan vaksinasi ini."

PM Scott Morrison mengatakan Pemerintah Australia tidak ingin mengumumkan perubahan jadwal vaksinasi kecuali sudah yakin akan dijadwalkan.

"Kami tidak mau membuat janji yang tidak bisa ditepati," katanya.

"Tugas kami adalah menetapkan target dengan hati-hati."

Dalam program vaksinasi Australia, akan ada lima fase kelompok prioritas yang akan divaksinasi sesuai urutan, dimulai dengan kelompok yang paling rentan atau yang berada di posisi dengan risiko besar terkena virus.

Profesor Murphy mengatakan pihak berwajib bidang kesehatan akan mengurutkan anak-anak di posisi akhir program vaksinasi.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini.

Ikuti berita pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calo...
Lama-lama kadang ya capek juga: Tantangan Ilmuwan Indonesia Menghadapi Hoaks
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Tugas ilmuwan di masa pandemi semakin berat, karena harus berhadapan dengan hoaks, disinformasi, ata...
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu t...
Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis. Apa Perbedaannya?
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19, ...
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato ...
Twitter Akan Hapus Akun yang Terus Sebarkan Informasi Palsu Soal COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Usaha jaringan media sosial untuk memerangi berbagai informasi palsu atau yang sengaja menyesatkan m...
Protes di Myanmar Terus Berlanjut, Sudah Ribuan Warga Ditangkap Hingga Saat Ini
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan ketika pada saat yang bersam...
Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, Tapi Volume Ekspornya Masih Rendah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduks...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia...
Revolusi Daur Ulang: Perempuan Australia Ubah Baju Bekas Jadi Bahan Marmer
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Veena Sahajwalla selalu melihat dengan seksama apa yang ada dalam kotak sampah di rumahnya, setiap k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV