Tahun 2021 Dimiliki Orang Yang Terus Berjuang
Elshinta
Senin, 04 Januari 2021 - 12:05 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tahun 2021 Dimiliki Orang Yang Terus Berjuang
CRI - Tahun 2021 Dimiliki Orang Yang Terus Berjuang

Tiada orang yang dapat menduga bahwa topik hangat di hari-hari pergantian tahun adalah penanggulangan wabah, tiada pula orang yang dapat membayangkan bahwa Tahun 2021 dimulai dalam keadaan new normal. Pergantian tahun ini tidak diiringi dengan perayaan ingar-bingar sepanjang malam. Yang lebih diperhatikan kita adalah negara mana lagi untuk sementara menutup bandar masuk WNA dan dimana muncul lagi kasus sporadis. Tahun 2020, wabah Covid-19 telah memberikan pukulan besar kepada manusia, namun justru oleh karena itu, karakteristik  berjuang terus Bangsa Tionghoa lebih kelihatan.

Rakyat berbagai negara di dunia memberi penilaian yang berbeda kepada orang Tiongkok, akan tetapi, ada satu karakteristik telah diakui umum oleh mayoritas orang, yaitu rajin dan ulet. betapa rajinnya? Jawabannya bahkan di luar dugaan orang Tiongkok sendiri. Pembangunan rumah sakit Huoshenshan dan Leishenshan  dirampungkan dalam hanya belasan hari saja, tenaga medis yang mengenakan baju pelindung bekerja selama beberapa jam tanpa pergi ke toilet, supir relawan yang terus bekerja  selama 74 hari… semua cerita pahlawan dalam penanggulangan wabah itu menyuntuh hati kita. Baru-baru ini, satu topik hangat dalam sosmed memperlihatkan upaya rakyat jelata untuk mengejar impian.

Salah satu bagian informasi dalam laporan mengenai keadaan wabah Covid-19 yang diumumkan pemerintah Tiongkok setiap hari itu adalah Investigasi Epidemiologi. Aktivitas selama 14 hari setiap pasien terdiagnosis akan diumumkan kepada masyarakat dalam rangka lebih cepat menemukan orang yang pernah berkontak dengan mereka. Topik hangat di sosmed itu justru adalah hasil Investigasi Epidemiologi kasus terdiagnosis di Beijing. Meski mereka berbeda usia, kerja dan latar belakangnya, tapi mereka ada kesamaan, yaitu mereka adalah orang yang berjuang di Beijing dan telah melakukan upaya yang luar biasa. Seorang pria berusia 30-an bolak-balik 50 kilometer untuk masuk kerja setiap hari, lalu mempersiapkan ujian masuk pascasarjana pada malam sesudah pulang kerja, dan akhir minggu menemani anaknya; seorang pemuda berusia 30-an lainnya masuk kerja atau mendampingi istrinya yang rawat inap di rumah sakit setiap siang hari, lalu bekerja paruh waktu di perusahaan logistik pada malam hari, hanya ada satu kegiatan santai saja selama 2 minggu, yaitu makan malam bersama dengan teman-teman; Seorang pengemudi ride-hailing berusia 40-an bekerja setidaknya 13 jam sehari, terkadang 17 jam, tanpa hari libur dalam dua minggu. Mereka adalah sosok jutaan orang yang berjuang terus di Beijing. Barangkali bukan semua orang punya pengalaman sama, tapi pasti ada rasa empati dan mengagumi mereka di dalam hati.

Tiongkok adalah negara yang paling awal berhasil mengontrol wabah dan mewujudkan pemulihan ekonomi di dunia. Wabah Covid-19 memang membawa dampak negatif kepada ekonomi, akan tetapi, apakah ekonomi dapat sendiri pulih normal sesudah wabah terkontrol? Ternyata bukan. Pada dasarnya itu harus mengandalkan upaya setiap orang yang berjuang. Pada saat situasi wabah paling parah, pejuang adalah buruh di Kota Kunshan yang mengenakan baju pelindung dan memperbaiki pipa gas alam ke dapur rumah orang yang sedang dijalani karantina; Selama para murid belajar dari rumah, pejuang adalah pendidik yang dengan seribu satu akal meningkatkan kualitas kuliah daring itu; Ketika teater ditutup untuk sementara, pejuang adalah artis yang melakukan pertunjukan live streaming itu; Selama masa karantina di rumah, pejuang adalah karyawan supermarket yang aktif mempersiapkan makanan dan sayuran dan mengantarnya ke rumah pelanggannya itu… Meninjau kembali tahun ini, di dalam kota tiada sektor manapun yang berhenti operasinya oleh karena wabah, melainkan mendorong perkembangan pesat sejumlah industri baru seperti pengiriman makanan, meeting online, penjualan melalui acara live streaming dan lain sebagainya. Wahana Chang'E-5 yang berhasil mengunjungi Bulan, prototipe komputer kuantum “Jiuzhang”, “matahari buatan”, serangkaian tugas inovasi iptek besar juga diselesaikan menurut rencana, di belakang semua itu adalah cerita  setiap orang  pejuang selama penanggulangan wabah.

Di Kota Wuhan ada seorang pasien Covid-19,kondisinya sangat kritis dan hidupnya harus mengandalkan ECMO selama 25 hari dan ventilator selama 20 hari lebih lagi. Karena terusak saraf, ia bahkan tidak bisa berjalan kaki sendiri selama 3 hingga 4 bulan. Dengan giat berlatih, akhirnya dia sembuh. Sesudah itu, dia cepat mulai bekerja dari rumah dan terus berjuang lagi.

Informasi yang paling menyentuh hati di dalam Investigasi Epidemiologi adalah apa yang mereka makan setiap hari. Pemuda yang berusia 30-an itu sering makan mie lebar daging sapi, selera kampung halaman memberi kekuatan dan hiburan kepada pria yang bekerja siang dan malam itu; Seorang pemuda datang di Beijing untuk urusan bisnis. Sesudah mencicipi beberapa macam makanan khas Beijing pada beberapa hari pertama, ia mulai kangen pada masakan selera kampung halamannya. Barangkali, ketika makan masakan selera hampung halamannya, kita dapat merasa sudah dekat dari rumah. Dari makanan mereka yang paling biasa itu, kita dapat merasakan kerja keras dan keulatan mereka dalam menghadapi beban hidup, serta semangat hidup sesudah mengalami kesulitan. Tak peduli kesulitan apa pun yang mereka hadapi, orang Tiongkok selalu rajin bekerja dengan tegas dan ulet, berupaya hidup dari kesulitan. “Senjata paling ampuh bukan senjata nuklir melainkan keberanian”. Rakyat biasa yang rajin bekerja itu sedang mengubah sejarah yang sedang terjadi, dan juga membangun negaranya yang maju pesat.

Tahun 2021 akan dimiliki setiap orang yang berjuang terus.

Selamat Tahun Baru!

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Klasik Kutipan Xi Jinping: Episode Ke-2
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Air danau mengalir, tapi Kapal Merah tetap ada Zaman berubah, tetapi semangat yang dipikul Kapal Me...
Persetujuan Indikasi Geografis Tiongkok-UE Diberlakukan
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Persetujuan Indikasi Geografis Tiongkok-UE diberlakukan pada hari Senin kemarin(1/3). Jubir Kemlu Ti...
Kemlu Tiongkok: Apa yang Disebut “Deklarasi Menentang Penahanan Sewenang-wenang” Mutlak adalah Lelucon Buatan Kanada
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Jubir Kemlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Senin (1/3) menyatakan, Michael Kovrig dan Mi...
AS Diharapkan Dorong dan Jamin HAM dengan Sungguh-sungguh
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Mengingat sejumlah pakar HAM PBB baru-baru ini dalam pernyataan bersama baru-baru ini menyatakan kek...
Kesejahteraan di Belakangan PDB Setinggi Seratus Triliun Yuan RMB
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
101.598.600.000.000 Yuan (seratus satu triliun lima ratus sembilan puluh delapan miliar enam ratus j...
Kemlu Tiongkok: Rakyat Barulah Penilai Usaha HAM Negaranya
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin hari Senin kemarin (1/3) menyatakan, Tiongk...
Vaksin Tiongkok Diharapkan Dapat Bantu Filipina Menanggulangi Wabah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Vaksin bantuan Tiongkok kepada Filipina hari Minggu lalu (28/2) tiba di Manila. Juru Bicara Kementer...
Investasi Langsung Tiongkok di Australia Anjlok ke Level Terendah Selama 6 Tahun Ini
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin hari Senin kemarin (1/3) menyatakan bahwa p...
Xi Jinping: Kader Muda PKT Seharusnya Memiliki Semangat “Lupakan Kepentingan Sendiri, Mengabdi kepada Rakyat”
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Presiden Tiongkok yang juga Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jin...
Xi Jinping Adakan Pembicaraan Telepon dengan Presiden Tajikistan
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Kemarin malam(1/3), Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Taji...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV