Duta "Women in Geothermal" Menggali Potensi Panas Bumi Indonesia
Elshinta
Senin, 04 Januari 2021 - 12:04 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Duta
DW.com - Duta "Women in Geothermal" Menggali Potensi Panas Bumi Indonesia

Energi panas bumi atau geothermal yang berasal dari kolam-kolam atau sumber air panas alami sudah digunakan untuk kebutuhan manusia sejak puluhan ribu tahun lalu.

Menurut ensiklopedia Britannica, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa penduduk asli benua Amerika telah menggunakan energi panas bumi untuk keperluan memasak sejak paling tidak 10 ribu tahun lalu.

Di zaman modern ini energi panas bumi dimanfaatkan oleh banyak negara dunia untuk menghasilkan tenaga listrik, di antaranya di Amerika Serikat, Filipina, Mexico, Selandia Baru, Italia dan Indonesia.

Di Indonesia sendiri, Sulawesi Utara adalah provinsi yang paling maju dalam penggunaan geothermal untuk energi listrik. Sekitar 40% dari pasokan listriknya didapat dari energi geothermal, menurut data dari situs perusahaan investasi dan pengembangan swasta, Indonesia Investments.

Energi panas bumi di tanah air dan eksplorasinya untuk pembangkit listrik, edukasi dan potensi pariwisata diteliti salah satunya oleh seorang ilmuwan perempuan bernama Pri Utami.

Perempuan yang menjadi duta Women in Geothermal itu memimpin riset panas bumi di Lahendong, Tomohon, Sulawesi Utara bersama dengan pemerintah setempat. Perannya sangat penting, yaitu memastikan proses panas bumi yang dikonversi menjadi energi listrik berkelanjutan dan aman bagi lingkungan.

"[…] uap yang sudah dipisahkan dari air itu dikirim ke pembangkit listrik tenaga panas bumi. Disitu tenaga panas dari uap diubah menjadi tenaga gerak, dan dari tenaga gerak diubah menjadi tenaga listrik. Kemudian air yang sudah berpisah dari uap diinjeksikan kembali ke dalam bumi, melalui sumur yang disebut sebagai sumur re-injeksi. Tujuan dari mengembalikan fluida geothermal yang sudah diekstrasi panasnya adalah untuk menjaga kelangsungan siklus hidrologi dari proses di bawah tanah, dan yang kedua adalah menjaga kelestarian lingkungan," jelas Pri Utami.

Memajukan penelitian yang mandek

Selain berprofesi sebagai tenaga pengajar, Pri Utami juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Pusat penelitian yang sempat tidak aktif ini kembali bergeliat di bawah kepemimpinannya. Heru Hendrayana, Kepala Departemen Teknik Geologi UGM, mengungkapkan hal tersebut.

"Pusat studi di bawah pimpinan beliau sudah mencapai level sangat tinggi di dunia internasional, baik di dalam riset, pengembangan, dan pengajarannya. Dan beliau mungkin satu-satunya ahli geothermal wanita di Indonesia yang sangat aktif. Selama ini sebelum kehadiran beliau, pengembangan geothermal di fakultas teknik ini boleh dikatakan idle. Setelah tahun 2000-an itu banyak tidak aktif. Setelah beliau kembali dan memegang kendali, pusat studi geothermal ini menjadi salah satu pusat studi yang sangat-sangat aktif di Universitas Gadjah Mada ini."

Pri Utami, yang menyelesaikan studi pascasarjana-nya di Universitas Auckland Selandia Baru itu, juga aktif bukan hanya di dunia panas bumi tanah air, melainkan juga di kancah dunia. Ia meraih penghargaan dari Pemerintah New Zealand atas perannya dalam mengembangkan kerjasama di bidang panas bumi antara New Zealand dan negara-negara ASEAN. Selain itu ia kini juga menjabat sebagai wakil presiden International Geothermal Association untuk masa bakti 2020-2025.

Potensi energi bersih dari panas bumi

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan hingga mencapai 23% di tahun 2025. Energi panas bumi bisa menjadi salah satu opsi, terlebih karena potensinya yang sangat besar, yakni mencapai lebih dari 23,9 gigawatt (GW).

Namun pemanfaatan listrik berbasis panas bumi bisa dikatakan masih kecil. Ini diakui oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif. "Kapasitas terpasang listrik panas bumi yang sudah termanfaatkan baru mencapai 2,13 GW atau 8,9 perssen dari potensi panas bumi di Indonesia yang sebesar 23,9 GW," ujarnya, seperti dikutip dari situs indonesia.go.id.

Bagi Pri Utami pengembangan panas bumi mutlak dilakukan agar dapat melepas ketergantungan dunia pada energi fosil. "Mimpi besar saya adalah Indonesia menjadi pusat keutamaan panas bumi. [...] selain kita memiliki potensi panas bumi yang terbesar di dunia, kita harus menjadi negara yang menggantungkan energinya salah satunya adalah kepada energi yang bersih, terbarukan seperti panas bumi."

Selain itu, sebagai salah satu negara dengan cadangan energi panas bumi terbesar di dunia, Pri Utami berharap bahwa Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam riset di bidang energi terbarukan ini.

"Saya punya mimpi besar agar keutamaan riset, penemuan-penemuan yang penting tentang energi panas bumi berasal dari Indonesia, dilakukan oleh putra putri Indonesia dan hasilnya dapat diketahui oleh masyarakat luas, masyarakat internasional dan mereka dapat belajar dari Indonesia."

Simak kiprah Pri Utami dalam serial #SrikandiHebatIndonesia di kanal Youtube DW Indonesia. (na/yp)



Pri Utami adalah salah satu Duta Panas Bumi di dunia. Kontribusinya bantu Indonesia kembangkan energi bersih terbarukan dari panas bumi. Ia bertekad jadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan energi panas bumi dunia.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menambang Batuan Langit bagi Kebutuhan Manusia
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Pertambangan di luar angkasa adalah fiksi ilmiah yang perlahan menjadi kenyataan. Gagasan ini berang...
Pembiakan Ikan Lokal, Hidupkan Danau-Danau Rwanda
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Lenyapnya populasi ikan lokal akibat penangkapan berlebihan, perlahan ikut bunuh danau-danau di Rwan...
Gaya Surealisme pada Desain Mebel
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Stelios Mousarris lebih menyerupai pematung ketimbang pembuat mebel. Keunikannya yakni gaya surealis...
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Resep Sukses Korea Selatan Tangani Covid-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Korea Selatan menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia, yang dinilai sukses tangani pandemi C...
Oposisi Parsial Era Jokowi
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Boleh dikatakan, dinamika sosial-politik hari ini lebih "senyap” dari era Orde Baru. Masy...
Lelah Dengan Konferensi Video Tiada Akhir? Anda Tidak Sendirian!
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Ada tahun-tahun ketika kita semua mulai memakai kata "googling" atau "facebooking&quo...
Festival Film Berlinale Digelar Online di Tengah Pandemi Corona
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Biasanya, di tengah cuaca tengah beku di akhir Februari, para kolektor tanda tangan selalu berkerumu...
Larangan Alkohol Picu Konsumsi Miras?
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Larangan alkohol seringkali menguntungkan kelompok kriminal yang mendulang harta lewat produksi mira...
Digelar Virtual Saat Pandemi, Golden Globe Mulai Rangkul Keberagaman
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:29 WIB
Perhelatan seremoni Penghargaan Golden Globe yang biasanya dipenuhi para selebriti papan atas dalam ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV