Rusia Ringankan Hukuman Aktivis HAM yang Pamerkan Manekin Berwajah Putin
Elshinta
Jumat, 06 November 2020 - 16:23 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Rusia Ringankan Hukuman Aktivis HAM yang Pamerkan Manekin Berwajah Putin
VOA Indonesia - Rusia Ringankan Hukuman Aktivis HAM yang Pamerkan Manekin Berwajah Putin
Pengadilan Rusia, Kamis (5/11), meringankan hukuman penjara dua tahun yang dijatuhkan kepada seorang aktivis yang memamerkan manekin yang mengenakan topeng wajah Presiden Vladimir Putin. Alexander Shabarchin dan Danila Vasilyev ditangkap pada 2018 setelah mereka mengikatkan sebuah manekin yang berpakaian seragam tahanan dan bertopeng wajah Putin ke sebuah tiang lampu di kota Perm di Ural. Mereka kemudian merekam video reaksi orang-orang yang lewat dan menontonnya, untuk kemudian memposkan video itu di Youtube. Pada Agustus, Shabarchin (22 tahun), dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena aks holiganisme, sementara Vasilyev menerima hukuman percobaan satu tahun. Menyusul permohonan banding yang diajukan kedua terdakwa, pengadilan wilayah Perm, Kamis (5/11), memutuskan untuk meringankan hukuman yang dijatuhkan kepada Shabarchin Juru bicara pengadilan Alyona Popova mengatakan kepada AFP, hukuman dua tahun penjara yang dijatuhkan pengadilan sebelumnya diubah menjadi hukuman percobaan dua tahun. Hukuman untuk Vasilyev tidak berubah. Kelompok HAM terkemuka Rusia, Memorial, menggambarkan Shabarchin sebagai "tahanan politik". Amnesty International mengatakan bulan lalu bahwa Shabarchin harus dibebaskan dan hukuman untuk Vasilyev harus dibatalkan. Aksi tersebut "berada dalam lingkup hak kebebasan berekspresi, yang dijunjung oleh Rusia sebagai negara penandatangan kesepakatan HAM internasional," kata Natalia Prilutskaya, peneliti Rusia di Amnesty International. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Beijing: Washington Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Dubes AS untuk PBB ke Taiwan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
China pada hari Kamis (7/1) mengancam bahwa Amerika Serikat akan “membayar mahal” jika duta bes...
Australia Kurangi Setengah Jumlah Pelancong Internasional Lewat Udara
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemerintah Australia. Jumat (8/1), mengatakan akan segera mengurangi hampir separuh jumlah pelancong...
Perempuan Tewas Akibat Serangan Hiu di Selandia Baru
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Seorang perempuan tewas akibat serangan hiu di Selandia Baru. Pihak berwenang setempat mengatakan, ...
PM Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19 di Singapura
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menerima dosis pertama vaksin COVID-19, Jumat (8/1), sewak...
Gelombang Dingin Selimuti Banyak Wilayah China
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Gelombang udara dingin masih menyelimuti banyak wilayah di China, Jumat (8/1). Beberapa kawasan mel...
Pemimpin Agung Iran Larang Vaksin dari AS, Inggris
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jumat (8/1), melarang Iran mengimpor vaksin COVID-19 bu...
AS, Keluarga Korban Pesawat Ukraina Inginkan Pemimpin Iran Hadapi Pengadilan Internasional
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Keluarga korban yang tewas setelah Iran menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina Januari tahun lalu ...
Uni Eropa Lipat Gandakan Pembelian Dosis Vaksin COVID-10 Buatan Pfizer-BioNTech
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Uni Eropa telah mencapai kesepakatan dengan Pfizer-BioNTech untuk mendapatkan tambahan 300 juta dosi...
Lubang Besar Menganga di Halaman Parkir di Rumah Sakit Napoli
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Para pejabat di Napoli, Italia, hari Jumat melaporkan lubang besar seluas 2.000 meter persegi terbuk...
WHO: Negara-negara Miskin Tak Mendapatkan Vaksin COVID-19 
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara kaya telah membeli sebagian besar pasokan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV