Suku Bunga Australia 0,1 persen. Apa Artinya Bagi Warga Indonesia di Australia?
Elshinta
Jumat, 06 November 2020 - 16:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Suku Bunga Australia 0,1 persen. Apa Artinya Bagi Warga Indonesia di Australia?
ABC.net.au - Suku Bunga Australia 0,1 persen. Apa Artinya Bagi Warga Indonesia di Australia?

Reserve Bank Australia (RBA) atau Bank Sentral Australia telah memangkas suku bunga ke rekor terendah 0,1 persen, setelah gubernur RBA mengonfirmasi bahwa Australia tidak keluar dari resesi.

Pemotongan ini turun dari rekor terendah sebelumnya yaitu 0,25 persen, yang diumumkan pada awal tahun ini dan diperkirakan tidak akan meningkat setidaknya selama tiga tahun.

Lalu apa arti pemangkasan suku bunga itu bagi Anda yang tinggal di Australia?

ABC Indonesia berbincang dengan ekonom senior asal Indonesia yang berbasis di Melbourne, Erick Hansnata terkait penurunan suku bunga yang baru, termasuk apa yang bisa dilakukan dengan uang tabungan Anda dalam situasi bunga yang rendah sampai tiga tahun ke depan.

Uang menjadi sangat murah

Menurut Erick, pemangkasan suku bunga menunjukkan bahwa Bank Sentral Australia sangat responsif menanggapi pandemi COVID-19, setelah sebelumnya Pemerintah Australia menggelontorkan banyak paket-paket bantuan dalam bentuk tunjangan uang bagi warganya.

Erick mengatakan inflasi dan tingkat pengangguran biasanya menjadi indikator yang dilihat oleh Bank Sentral.

"Inflasi sendiri sudah sangat rendah di Australia, justru sekarang kita butuh inflasi untuk memanaskan ekonomi, sementara tingkat pengangguran sekarang ada di angka 6,5 sampai 6,8 persen."

Setelah pandemi COVID-19, Bank Sentral memperkirakan tingkat pengangguran belum akan bisa kembali ke 4 persen dan masih sekitar 6 persen pada akhir 2022.

Dengan menurunkan bunga, Bank Sentral sebenarnya sedang melakukan apa yang disebut Erick "menggelontorkan uang atau menghujani orang dengan uang".

"Bank Sentral dengan demikian harus boost the employment, dan pada level yang lebih tinggi pouring down the money to the economy tapi harus sangat murah."

Menurut Erick, dengan bunga 0,1 persen yang diumumkan Selasa kemarin, biaya meminjam uang menjadi sangat murah.

"Jadi orang-orang yang punya bisnis kecil, ini sangat potensial kalau mereka ingin meminjam uang dari bank, bunganya sangat rendah."

Tujuan penggelontoran uang yang murah ini salah satunya memang untuk mendorong usaha kecil agar kembali buka setelah masa pandemi.

Apa akibatnya pada bunga cicilan rumah atau bunga tabungan saya?

Pemangkasan bunga oleh Bank Sentral mengharuskan bank swasta untuk menyesuaikan suku bunga KPR yang selama ini ditetapkan dengan menurunkannya.

Jadi jika Anda punya cicilan rumah dari bank, Anda akan punya dana tambahan yang didapat dari cicilan yang besarannya diturunkan.

"Tujuannya adalah untuk mendorong orang belanja. RBA berharap orang akan membelanjakan dana tambahan dari cicilan yang turun itu," kata Erick.

Selain bunga untuk cicilan rumah, bunga kartu kredit juga akan mengalami penurunan yang disesuaikan dengan bunga dari bank sentral.

Penurunan bunga cicilan rumah berlaku untuk mereka yang baru akan mengajukan pinjaman maupun kreditur lama.

"Biasanya untuk nasabah yang lama, bank yang akan melakukan penyesuaian. Di Australia selalu ada adjustment skema KPR yang sudah agak lama dengan yang baru," tutur Erick.

Tidak seperti di Indonesia, pasar di Australia lebih fleksibel dan KPR atau cicilan rumah tidak dikuasai oleh sebuah bank.

"KPR saya yang hold adalah saya, jadi saya bisa bawa lagi KPR itu ke bank lain kalau bank lain misalnya punya skema atau rate yang lebih baik," tambahnya.

Jika bunga yang rendah tadi menguntungkan Anda yang punya cicilan rumah, maka sebaliknya bagi Anda yang selama ini menikmati bunga dari tabungan.

Bunga tabungan akan sangat kecil, bahkan nyaris tidak ada.

Dalam situasi seperti ini, bagimana saya sebaiknya membelanjakan uang saya?

Jadi katakanlah Anda punya A$50.000 di rekening tabungan Anda.

Karena bunga yang rendah tadi, mengendapkannya di rekening tabungan tentulah bukan pilihan yang menguntungkan.

Tetapi mungkin ini adalah saat yang paling tepat untuk masuk ke pasar properti yang harganya juga tidak terlalu mahal.

Apalagi, jika Anda adalah first home buyer atau orang yang baru pertama kali membeli properti di Australia.

"Kalau ada tabungan dan first home buyer, bagus. Masuk sekarang. Biasanya ada skema-skema yang tersedia. Belum lagi kalau kamu juga occupier [yang akan tinggal di rumah yang dibeli], biasanya lebih besar support yang diberikan."

"Karena properti bukan hanya untuk ditinggali, tapi juga investasi, dan bahkan jika kamu mau beli properti untuk disewakan, itupun adalah pilihan yang bagus karena long-term return dari properti di Australia ini antara 4-6 persen per tahun."

Atau uangnya dipakai untuk sekolah lagi?

Pilihan yang lain adalah membelanjakan uang Anda untuk meningkatkan atau menambah kapasitas keterampilan Anda.

"Banyak orang yang menggunakan tabungannya untuk sekolah atau upgrade skill mereka ke bidang lain, misalnya mengambil kursus di sektor kesehatan yang sekarang permintaannya naik," jelas Erick.

"Mungkin sekolah farmasi, atau pendidikan menjadi pekerja di aged care atau child care, yang sekolahnya nggak begitu lama tapi return-nya besar," tambah Erick.

Membelanjakan A$20.000 sampai A$30.000 untuk sekolah selama enam bulan sampai satu tahun bisa menjadi pilihan yang menguntungkan secara jangka panjang karena akan mempengaruhi penghasilan di masa depan.

Sementara untuk investasi bisnis, Erick mengingatkan untuk sangat berhati-hati karena dunia bisnis belum tentu bisa kembali seperti sedia kala sebelum pandemi.

"Kalau untuk bisnis, dengan kapasitas capital yang kecil harus agak berhati-hati."

"Beberapa sektor seperti tourism, agriculture, dan hospitality masih akan bergerak secara perlahan, mungkin hanya sektor IT dan kesehatan yang return-nya agak tinggi."

Di samping penurunan suku bunga resmi, RBA menurunkan target suku bunga obligasi tiga tahun menjadi 0,1 persen.

Tingkat rekor terendah baru juga akan berlaku untuk fasilitas pendanaan berjangka bank.

Bank sentral mengkonfirmasi akan membeli obligasi pemerintah Australia senilai A$100 miliar selama enam bulan ke depan untuk mengangkat inflasi dan mendorong pinjaman dan investasi - ukuran yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.

Artikel ini hanya memuat informasi secara umum. Anda harus mempertimbangkan untuk mendapat saran dari pakar keuangan pribadi yang independen sesuai dengan kondisi keuangan Anda.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kerusuhan di Ibukota Washington,  Twitter Mengunci Akun Presiden Donald Trump
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Sekelompok orang pendukung Presiden Donald Trump bentrok dengan kepolisian, menyebabkan kerusuhan di...
Awak Kapal Asal Indonesia yang Ditahan di Iran Dikatakan Dalam Kondisi Baik
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, mengatakan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk...
Keluarga Korban Bom Bali:
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Beberapa anggota keluarga di Australia dari korban yang tewas dalam peristiwa bom Bali tahun 2002 me...
Jadwal Vaksinasi Australia Dimajukan, Siapa Yang Akan Disuntik Pertama?
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Jadwal penyuntikan vaksin virus corona di Australia akan dimajukan menjadi bulan depan, dengan menda...
Thailand Pernah Jadi Contoh Sukses Penanganan COVID, Kini Kasusnya Melonjak
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Thailand pernah dianggap contoh sukses penanganan COVID-19 di awal pandemi, tetapi negara itu telah ...
Abu Bakar Bashir Bebas, PM Australia Mengatakan Menghormati Keputusan Indonesia
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan pembebasan Abu Bakar Basyir menjadi kesedihan b...
Brisbane Lockdown Tiga Hari Untuk Hentikan Penularan Jenis Baru Virus Corona
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Terhitung pukul 18:00 malam ini waktu setempat, warga di Brisbane, Logan, Ipswich, Moreton dan Redla...
Kongres AS Resmi Sahkan Kemenangan Biden, Ada Usulan Trump Segera Dilengserkan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Setelah kerusuhan dengan massa menyerbu masuk ke gedung parlemen Amerika Serikat di Washington DC, K...
Brasil Menyatakan Tingkat Kemanjuran Vaksin COVID-19 Sinovac Mencapai 78 Persen
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Vaksin virus corona buatan China yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China telah dinyatakan 78 pe...
Australia Batasi Jumlah Kedatangan Luar Negeri untuk Hindari COVID Jenis Baru
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB
Di tengah meningkatnya penyebaran varian baru virus COVID-19 asal Inggris, hari ini (8/01), Pemerint...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV