Dukungan Paus untuk Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Reaksi Beragam di Filipina 
Elshinta
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dukungan Paus untuk Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Reaksi Beragam di Filipina 
VOA Indonesia - Dukungan Paus untuk Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Reaksi Beragam di Filipina 
Dukungan Paus Fransiskus terhadap ikatan sipil bagi pasangan sesama jenis menuai reaksi beragam, Kamis (22/10), di Filipina. Negara tersebut selama ini dikenal sebagai benteng Katolik di Asia. Seorang pensiunan uskup mengatakan ia tersinggung atas dukungan Paus Fransiskus, sedangkan kelompok LGBT menyambut dukungan paus dengan lega Juru Bicara Presiden Rodrigo Duterte mengatakan pemimpin Filipina itu telah lama menyatakan dukungannya bagi ikatan sipil pasangan sesama jenis, tetapi, ia menambahkan, untuk merealisasikannya sebagai undang-undang memerlukan persetujuan Kongres. Pensiunan Uskup Sorsogon Arturo Bastes mengatakan ia “memiliki keraguan yang sangat serius tentang kebenaran moral” pendirian paus. Ia mengatakan, pendirian itu bertentangan dengan ajaran gereja yang sudah lama ada, yang secara eksplisit hanya mengizinkan ikatan sipil, hukum atau gereja antara pria dan wanita, dan bukan antara sesama jenis. “Ini adalah pernyataan mengejutkan yang datang dari paus,” kata Bastes kepada wartawan melalui pesan telepon. “Saya benar-benar tersinggung dengan pembelaannya terhadap ikatan sesama jenis, yang pasti mengarah pada tindakan tidak bermoral. Setidaknya tiga uskup lain juga menyatakan ketidakpercayaannya dengan pernyataan paus tersebut. Mereka mengatakan akan memverifikasi apakah itu merupakan sikap resmi Vatikan dan apakah paus dikutip secara akurat dalam konteksnya dalam sebuah film dokumenter, di mana dia membuat pernyataan itu. “Ini hanya film dokumenter, jadi tidak resmi, dan harus diverifikasi  terlebih dulu, kata Uskup Balanga Ruperto Santos. Ia menambahkan bahwa mungkin saja ada perubahan penyuntingan untuk tujuan propaganda sehingga film dokumenter ini ramai dibicarakan. Konferensi Waligereja Filipina, organisasi keuskupan terbesar di negara mayoritas Katolik Roma ini, belum mengeluarkan reaksi apa pun. Kelompok LGBTQ Bahaghari mengatakan kepada ABS CBN News bahwa pernyataan sikap paus adalah hal yang “sangat besar dan harus mengarah pada perubahan undang-undang keluarga Filipina yang mengakui ikatan tersebut. Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque, mengatakan Duterte telah lama mendukung ikatan sipil pasangan sesama jenis dan dukungan paus kemungkinan bisa meyakinkan para legislator untuk memberikan persetujuan mereka. Pada masa lalu, proposal semacam itu ditentang atau dihindari oleh para legislator konservatif atau mereka yang takut dikecam para pemimpin gereja yang berpengaruh. “Dengan adanya dukungan paus,  saya kira orang paling  konservatif dari semua Katolik di Kongres pun tidak lagi memiliki dasar untuk merasa keberatan atas ikatan sipil pasangan sesama jenis, kata Roque. [ab/ka]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Pastikan 2  Demonstran Alami Luka Tembak Akibat Bentrokan di Thailand
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Polisi Thailand,  Rabu (18/11), memberikan konfirmasi bahwa dua orang terluka oleh tembakan. Apara...
Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Sewaktu Latihan
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Militer Taiwan mengatakan, Rabu (18/11), salah satu jet tempur F-16 milik angkatan udaranya menghila...
Badai Iota Melemah, Bergerak Menuju Honduras
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Iota terus menerjang Nikaragua dengan angin kencang dan hujan lebat meskipun telah melemah menjadi b...
Pawai Mardi Gras Dibatalkan di AS, Kota-Kota Perketat Restriksi COVID-19
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Pawai-pawai Mardi Gras telah dibatalkan di New Orleans, sebut pemerintah kota itu hari Selasa (17/...
Penyelidikan Praktik Cuci Uang Hentikan Rencana Pembukaan Kasino di Sydney
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Sebuah kasino bernilai miliaran dolar di Sydney tidak akan diizinkan beroperasi sesuai rencana bulan...
Kunjungan Menlu Bahrain ke Israel Isyaratkan Menghangatnya Hubungan
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Menteri luar negeri Bahrain mengunjungi Israel, Rabu (18/11), isyarat terbaru mengenai hubungan yang...
Peringatkan Bahaya Kelaparan, PBB Keluarkan $100 Juta untuk 7 Negara
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Kantor Urusan Bantuan Kemanusiaan PBB mengeluarkan dana bantuan darurat sebesar 100 juta dolar ke...
Mungkinkah Vaksinasi Massal COVID-19 Bisa Dilakukan Akhir 2020?
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Presiden Joko Widodo mengatakan program vaksinasi massal COVID-19 bisa dilaksanakan menjelang akhir ...
Pemerintah Targetkan 107 juta Orang Akan Divaksinasi Covid-19 
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Pemerintah akan melakukan vaksinasi anti-Covid-19 terhadap 107 juta orang orang atau 67 persen dari ...
IAEA Konfirmasi Laporan Terkait Pengoperasian Nuklir Sentrifugal Iran 
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Badan pengawas atom PBB (IAEA) mengonfirmasi laporan bahwa Iran memulai pengoperasian sentrifugal ya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV